http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/18/6/139470/Pendeta-Kelompok-Minoritas-di-Bekasi-Jadi-Target-Kekerasan
Pendeta: Kelompok Minoritas di Bekasi Jadi Target Kekerasan Laporan: Donny Andika Senin, 18 Maret 2013 | 21:49 WIB MI/Mohamad Irfan/fz TERKAIT a.. Menteri Agama Serukan Pemuka Agama Beri Tauladan b.. Tokoh Lintas Agama Keluarkan Seruan Resmi Saat Nyepi c.. HRW: Pemerintah Gagal Lindungi Agama Minoritas d.. Human Rights Watch Desak SBY Tindak Tegas Pelaku Pelanggaran atas Nama Agama Metrotvnews.com, Jakarta: Setara Institute dan Solidaritas korban Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) mengecam keras tindak intoleran yang dialami oleh komunitas Ahmadiyah dan jemaat HKBP Filadelfia di Bekasi, Jawa Barat. Menurut Pimpinan HKBP Filadelfia, Pendeta Palti Panjaitan, kelompok minoritas keagamaan/keyakinan di Bekasi sering menjadi target aksi kekerasan atas nama agama. "Kota Bekasi memiliki banyak faktor yang kemudian meradikalisasi publik untuk bersikap dan bertindak intoleran," kata Palti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/3). Ia menceritakan, desakan kelompok yang disebutnya sebagai kelompok intoleran telah melakukan beberapa aksi kekerasan dan penyegelan tempat ibadah. Gereja HKBP Cibitung Duren Sawit disegel oleh pemerintah Kabupaten Bekasi. HKBP Filadelfia yang terletak di Duren Jaya, Desa Jejalen, Kecamatan Tambun, Bekasi juga disegel pemkab Bekasi. Begitu juga dengan gereja HKBP Kaliabang, Harapan Jaya dan HKBP Setu, Perumnas II Bekasi. Komunitas Ahmadiyah yang terletak di Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi juga ikut disegel belakangan ini. "Sekarang gerakan intoleransi meningkat. Seperti di Bekasi, Masjid Ahmadiyah disegel oleh pemerintah atas desakan dari segelintir orang," tukas Palti. Atas peristiwa yang menimpa berkali-kali, pimpinan HKBP Filadelpia itu akan melakukan konsolidasi untuk membuat simpul di daerah agar korban saling menguatkan. "Kami akan melakukan perlawanan kepada pemerintah sehingga tunduk pada konstitusi bukan sekelompok orang," tukasnya. Sementara Koordinator KontraS Haris Azhar mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat harus bisa bertanggung jawab dan menyediakan kenyamanan bagi warganya. "Ini tanggung jawab Aher (Ahmad Heryawan) dan Deddy Mizwar agar warganya memiliki keamanan dan kenyamanan dalam beribadah," tukasnya. (Fox) Editor: Afwan Albasit [Non-text portions of this message have been removed]
