Ref: Mungkin menteri listrik lupa untuk menjalankan mesin listrik, jadi maaf lahir bathin.
http://www.analisadaily.com/news/2013/2686/listrik-padam-pelaku-usaha-sumut-aceh-kalang-kabut/ Gangguan pada Gardu Induk GT 1.1 Belawan Listrik Padam, Pelaku Usaha Sumut-Aceh Kalang Kabut (Analisa/sutanta aditya) PEMADAMAN: Sejumlah kendaraan melintas di persimpangan Terminal Amplas, Medan, Senin (18/3) saat pemadaman listrik terjadi. Rusaknya pembangkit listrik di Sicanang mengakibatkan tidak berfungsinya sejumlah fasilitas umum. Medan, (Analisa). Pelaku usaha, karyawan perkantoran termasuk perbankan, sempat kalang kabut menyusul aliran listrik padam beberapa jam di Sumatera Utara, Senin (18/3). Tak hanya di daerah ini, arus listrik juga dilaporkan padam di Aceh sehingga aktivitas masyarakat Tanah Rencong tersebut sempat terhenti berjam-jam. Salah seorang pekerja di pabrikan di Bireuen Aceh, Burhanuddin, mengaku listrik padam hampir lima jam sehingga aktivitas pabrik, perkantoran dan masyarakat terhenti total. Seorang ibu rumah tangga di Medan, Nurmadiyah, menuturkan ia terpaksa menggunakan kompor minyak tanah untuk memasak di dapur akibat listrik padam secara tiba-tiba sejak pukul 10.00-14.30 WIB. Sementara warga Medan Johor melaporkan listrik baru menyala kembali pada pukul 15.30 setelah padam pukul 10.00 WIB. Warga Jalan Talaud menuturkan hingga pukul 18.00 WIB listrik belum menyala. James Pardede, warga Tanjung Sari mengatakan, listrik padam sejak pukul 10.00 hingga pukul 20.00 WIB belum juga menyala. Praktisi bisnis Vincent Wijaya menyebutkan, bagi pelaku usaha yang memiliki genset bisa melanjutkan kegiatan usaha. Tapi bagi mereka yang tak punya, jadi kalang kabut. Bahkan pemadaman ini sempat mengganggu arus lalu lintas di Kota Medan karena traffic light di ruas jalan tidak menyala. “Ini sangat tidak nyaman,” ucap salah seorang warga Sekip seraya menambahkan hingga pukul 20.00 WIB di sejumlah lokasi arus listrik belum menyala normal, alias hidup-mati. Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Wilayah Sumut, Raidir Galingging yang dikonfirmasi wartawan kemarin menjelaskan, listrik padam karena terjadi gangguan pada Gardu Induk GT 1.1 Belawan dan Trip IBT 1,2 Inalum. “Namun penyebabnya masih diselidiki, dampak pemadaman ini hingga Sumut dan Aceh. Dalam hal ini PLN menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan,” pintanya. Raidir mengatakan, gangguan yang terjadi pada gardu induk di Belawan belum diketahui pasti penyebabnya. Namun terus diselidiki. Tapi kondisi terakhir sudah hampir rampung semua atau masih pemanasan untuk masuk ke sistem. Sekarang sudah menyala lagi. Gardu induk Belawan terus diperbaiki agar pulih kembali. Raidir yang juga ketua Serikat Pekerja PLN mengakui bahwa terjadi gangguan gardu induk di Belawan akan membawa dampak pada semua sistem jaringan listrik hingga terjadi pemadaman se Sumut dan Aceh. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adyaksa menyatakan, akibat pemadaman listrik selama dua jam ini, kalangan usaha kelabakan. Aktivitas industri terhenti selama satu jam untuk mempersiapkan genset bagi kebutuhan listrik agar pabrikan tetap produktifitas. “Sampai sekarang kami belum menerima alasan dari PLN akibat pemadaman tersebut. Pemadaman tanpa pemberitahuan ini sangat merugikan kalangan pengusaha karena produksi terhenti,” ujar Laksamana. Dia menyarankan PLN harus memberi informasi kepada pelanggan tentang kondisi kelistrikan. Apakah hanya kali ini saja atau akan terulang kembali. “Soalnya listrik kebutuhan vital bagi produktifitas pelaku usaha,” katanya. Di Banda Aceh Sementara itu dilaporkan, arus listrik di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sekitarnya, sepanjang Senin (18/3) sejak pukul 10.30 hingga pukul 17.00 WIB padam total sehingga melumpuhkan berbagai kegiatan masyarakat. Pemadaman secara mendadak ini dikeluhkan para pelanggan. Keluhan juga datang dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS) baik di jajaran Pemprov Aceh, Pemko Banda Aceh dan Pemkab Aceh Besar. Pemadaman selama tujuh jam tersebut membuat mereka tak bisa bekerja dan melumpuhkan aktivitas perkantoran, terutama instansi pemerintah yang tidak memiliki mesin pembangkit (genset). Keluhan itu bukan hanya akibat mesin pendingin ruangan tak menyala. Namun lebih dari itu, pekerjaan para PNS yang mayoritas menggunakan komputer terbengkalai. “Jika listrik padam seperti ini sejak pagi hingga sore, jelas PNS tak bisa bekerja. Ini mengganggu jalannya pemerintahan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat yang datang,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muhammad Hasan MKes, Senin (18/3). Dari pengamatan, aktivitas perkatoran pemerintah memang lumpuh akibat listrik padam sepanjang hari kemarin. Sejumlah PNS pun memilih bersantai di luar kantor karena tak tahan kepanasan di dalam ruangan. Selain itu, akibat padamnya listrik, traffic light di beberapa persimpangan dalam Kota Banda Aceh juga ikut padam. Hal ini mengakibatkan arus lalu lintas di ibukota Provinsi Aceh ini macet total dan semrawut. Sejumlah traffic light yang padam itu terlihat di Simpang Surabaya, Simpang Kodim dan di Bundaran Simpang Lima. Sejumlah anggota polisi lalu lintas yang diturunkan ke lapangan terpaksa bekerja keras mengatur arus lalu lintas. Kemacetan paling parah terjadi di kawasan Simpang Surabaya. Matinya traffic light ini bertepatan dengan putusnya pasokan listrik dari PLN sekira pukul 11.00 WIB. Hal ini diperparah lagi dengan turunnya hujan yang cukup deras. Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PT PLN Wilayah Aceh, Said Mukarram SE menyatakan, padamnya listrik bukan hanya di Banda Aceh dan Aceh Besar tapi di sepanjang pantai timur Aceh, sedangkan pantai barat selatan normal. “Penyebab padam belum diketahui tapi yang pasti ada gangguan di pembangkit Sumut. Dengan padamnya listrik dari Sumut, kami kerahkan semua pembangkit yang ada baik di Langsa, Lhokseumawe, Sigli dan Banda Aceh untuk penormalan arus,” jelasnya seraya menambahkan pada sore hari listrik sudah normal kembali. (bay/mhd) [Non-text portions of this message have been removed]
