Suatu Jaringan Perhubungan (Udara) yang sangat berguna  dan effective untuk
meletakann dasar Hubungan INTERINSULER YANG LEBIH LUAS dan membuka 
Jatingan Infrastruktu ekonomi daearh setempat dengan kelilingnya. BRAVO.
 
 -------Original Message-------
 
From: Bima Bhakti Group Indonesia
Date: 19.3.2013 12:18:54
To: [email protected];  [email protected]
Subject: [inti-net] 12 Bandara Baru dan Bandara yg segera dibangun Tahun Ini
 
  
Pemerintah Operasikan 12 Bandara Baru Tahun Ini
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan, Evert Erenst Mangindaan, menyatakan
ada 12 bandara baru yang dibangun dan siap dioperasikan tahun ini. Hal itu
ia sampaikan dalam rapat kerja di Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),
Selasa, 19 Maret 2013.

Keduabelas bandara itu adalah Bandara Kuala Namu (Sumatera Utara), Bandara
Muara Bungo (Jambi), Bandara Pekon Serai (Lampung Barat), Bandara Bone
(Sulawesi Selatan), dan Bandara Bawean (Jawa Timur). Juga, Bandara
Sumarorong (Mamasa), Bandara Kufar (Seram Timur), Bandara Tual Baru (Maluku)
 Bandara Saumlaki Baru (Maluku), Bandara Waisai (Raja Ampat), Bandara
Kamanap Baru (Serui), serta Bandara Waghete Baru.

Selain itu, Mangindaan melanjutkan, pemerintah akan mengoperasikan 9 bandara
di Indonesia Timur dan 3 bandara di Indonesia Barat pada 2014 dan 2015.
Pembangunan serta pengembangan beberapa bandara nasional itu untuk mendukung
program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI).

Pembangunan Bandara Kuala Namu di Medan ditargetkan selesai tahun ini.
Adapun pembangunan Bandara Termindung (Samarinda Baru) ditargetkan selesai
pada 2015. Sedangkan pembangunan Bandara Kertajati (Majalengka) rencananya
dimulai tahun ini. Pada tahun ini, pemerintah menyelesaikan feasibility
study untuk pembangunan Bandara Karawang. Pada tahun ini juga, pemerintah
mentargetkan penyelesaian pembangunan Jakarta Automated Air Traffic Systems
(JAATS).

Mangindaan menyebut, pengembangan bandara dilakukan pada Bandara
Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Ngurah Rai (Bali), Bandara Juanda
(Surabaya), Bandara Ahmad Yani (Semarang), dan Bandara Labuan Bajo.

Masih menurut Mangindaan, saat ini terdapat beberapa bandara yang digunakan
bersama oleh sipil dan militer. Pengoperasian bersama bandara itu mengacu
pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan serta kesepakatan
bersama TNI Angkatan Udara, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, PT Angkasa
Pura I, PT Angkasa Pura II tentang pengaturan penggunaan bersama bandara dan
pangkalan udara tanggal 31 Januari 2011.

Untuk bandara yang digunakan bersama dengan TNI Angkatan Laut dan TNI
Angkatan Darat, sedang dilakukan pembahasan antar instansi. "Ini untuk
menentukan bentuk kerjasama yang dapat diterima bagi semua pihak," ucap
Mangindaan.

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke