Ref: Apa saja yang belum dikorupsikan oleh kaum penguasa dan konco serta 
sahabat mereka di NKRI? 

http://www.tempo.co/read/news/2013/03/22/063468637/Korupsi-Quran-Zulkarnain-Main-Kayu


Anggota Komisi VIII dari fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar, saat 
memberikan keterangan kepada wartawan, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 2 
Juli 2012. Zulkarnaen Djabar menjelaskan tentang kesiapan dirinya untuk 
diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka dalam dugaan korupsi 
proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama senilai Rp 35 miliar. TEMPO/Imam 
Sukamto

Jum'at, 22 Maret 2013 | 07:13 WIB
Korupsi Quran, Zulkarnain 'Main Kayu'  
Besar Kecil Normal 
TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan Al-Quran Zulkarnaen 
Djabar ternyata pernah mengancam pejabat Kementerian Keuangan. Dalam rekaman 
percakapan telepon antara Zulkarnaen dan Ketua Umum Gerakan Muda Musyawarah 
Kekerabatan Gotong Royong Fahd El Fouz yang diperdengarkan dalam persidangan 
oleh Jaksa KPK, Zulkarnaen mengaku berjuang untuk membantu mengamankan proyek 
di Kementerian Agama.

"Bilang sama temen-temen, perjuangan Bang Zul luar biasa untuk ini," kata 
Zulkarnaen dalam rekaman telepon yang diputar di Pengadilan Tipikor Jakarta, 
Kamis, 21 Maret 2013. Fahd yang ditanyakan soal rekaman telpon tersebut mengaku 
pembicaraan itu terkait pengamanan proyek pengadaan Quran Kementerian Agama 
tahun 2011.

"Itu soal proyek Quran 2011," kata Fahd. Dalam rekaman itu, Zulkarnaen mengaku 
sedang 'main kayu' dengan pejabat yang mencoba menghalangi langkahnya dalam 
proyek tersebut. "Ini kita sudah 'main kayu', di Kemenkeu kan banyak pejabat 
baru, mereka belum tahu," ujar suara yang diidentifikasi sebagai Zulkarnaen 
Djabar.




Zulkarnaen melanjutkan, dia akan membintangi anggaran proyek Quran agar tidak 
bisa dicairkan. "Biar mereka tahu, nanti saya telpon juga Banggar," kata dia.

Fahd yang ditanya soal konteks pembicaraan tersebut menjelaskan, "Ada masalah 
saat penganggaran Al-Quran," ujar Fahd. Main kayu yang dimaksud oleh 
Zulkarnaen, kata Fahd, maksudnya adalah kerja keras anggota DPR itu untuk 
mengamankan anggaran.

Anggaran Quran, tadinya sempat tidak bisa masuk dalam anggaran perubahan. "Tapi 
akhirnya bisa dimasukkan," ujar Fahd. Masuknya anggaran tersebut, lanjut Fahd, 
karena ancaman dari Bang Zul--panggilan akrab Fahd untuk Anggota Komisi Agama 
DPR.

Sebelumnya, politikus Golkar Zulkarnaen Djabar dan putranya Dendy Prasetya 
didakwa menerima uang Rp 14,39 miliar dari pengusaha Abdul Kadir Alaydrus. Duit 
itu diberikan oleh Alaydrus karena Zulkarnaen sebagai anggota Badan Anggaran 
DPR telah menyetujui anggaran di Kementerian Agama.

Dia bersama Dendy juga disebut mengupayakan PT Batu Karya Mas menjadi pemenang 
dalam proyek pengadaan alat laboratorium komputer untuk madrasah tsanawiyah 
tahun anggaran 2011, PT Adhi Aksara Abadi Indonesia menjadi pemenang dalam 
pekerjaan pengadaan Alquran tahun anggaran 2012.

SUBKHA


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke