http://www.tempo.co/read/news/2013/03/23/078468855/Permadi-Mosok-Iya-Nenek-Kakek-Bikin-Kudeta



Permadi. TEMPO/Gunawan Wicaksono



Sabtu, 23 Maret 2013 | 05:53 WIB
Permadi: Mosok Iya Nenek-Kakek Bikin Kudeta
Besar Kecil Normal 
TEMPO.CO, Jakarta--Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia membantah akan melakukan 
kudeta pada tanggal 25 Maret 2013 mendatang. MKRI mengaku hanya akan meminta 
pemerintahan SBY-Boediono untuk lengser secara baik-baik.

"Mosok iya kudeta dilakukan oleh kakek-kakek dan nenek-nenek," ujar anggota 
Presidium MKRI Permadi di bilangan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat 22 Maret 
2013. Menurut dia, MKRI tidak memiliki kemampuan untuk melakukan kudeta 
bersenjata.

"Kami ini cuma berapa orang sih? Apa iya kami bisa kudeta?" kata Permadi. 
Politikus Partai Gerindra ini menilai isu kudeta yang ditujukan pada 
kelompoknya sangat berlebihan.

Ketua Presidium MKRI Ratna Sarumpaet menyebut SBY menyadari kalau dirinya 
salah. "Dia (SBY) tahu banyak salah, dan dia tahu juga kami tahu kesalahannya," 
ujar Ratna.

MKRI dalam aksinya tanggal 25 Maret nanti berencana untuk mendesak Pemerintahan 
SBY-Boediono turun. "Pemerintah sekarang ini sudah gagal, dan sudah 
inkonstitusional," kata Ratna.

"Untuk itu kami ingin meminta SBY-Boediono untuk turun secara baik-baik," ujar 
anggota Presidium MKRI Hatta Taliwang. "Kami mau SBY resign saja jadi 
presiden," lanjut Hatta. 

Sebelumnya, muncul isu akan ada kudeta untuk menggulingkan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono pada 25 Maret mendatang. Isu kudeta sebenarnya sudah kerap 
diembuskan pada 2011 dan 2012 lalu. Semuanya tidak pernah terjadi. . Simak 
hembusan isu kudeta di sini.

++++++

http://www.antaranews.com/berita/364500/ksad-saya-jamin-tidak-ada-kudeta

KSAD: saya jamin tidak ada kudeta
Kamis, 21 Maret 2013 14:47 WIB | 2804 Views

Pewarta: Syaiful Hakim

 
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. 
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI 
Pramono Edhie Wibowo, menyayangkan beredarnya isu tentang kudeta terhadap 
pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dia yakini tidak akan 
terjadi.

"Saya jamin tidak ada kudeta. Memang biasanya kudeta dianggap disponsori oleh 
militer. Namun, dipastikan tak akan terjadi di tubuh TNI AD," kata Pramono di 
Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis.

Ia mengaku telah menyampaikan kepada seluruh juniornya di militer bahwa kudeta 
merupakan jalan pengambilalihan kekuasaan yang tidak baik dan bahwa pergantian 
kekuasaan harus dijalankan melalui demokrasi.

"Saya minta adik-adik saya junior untuk menjauhkan hal-hal seperti itu, tidak 
melakukan kudeta. Itu tidak baik, jangan. Ganti dengan cara yang smooth. Saya 
mengidamkan pergantian presiden seperti tentara, dihadiri semua, diucapkan anak 
buahnya. Itu kan indah," papar dia.

"Saya juga minta bagi mereka yang tidak memegang senjata, janganlah 
mengembangkan isu kudeta, jangan memberi cerita pada anak cucu kita dengan 
berita yang tidak baik," tambah dia.

Ketika ditanya tentang manuver para purnawirawan jenderal soal kudeta, Pramono 
mengatakan seorang KSAD dengan empat bintang yang punya jaring komando saja tak 
boleh melakukannya. 

"Apalagi bagi yang sudah tak aktif. Saya bukan hendak mengecilkan para 
purnawirawan, yang saya hormati," ujarnya.

Sebelumnya Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan para 
purnawirawan jenderal TNI menolak pemberhentian pemerintahan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono di tengah jalan karena dinilai tidak konstitusional.

KSAD mengatakan, isu kudeta bisa berdampak hingga ke perekonomian, karena 
berpotensi membuat penanam modal tahun melakukan investasi di Indonesia.

"Bayangkan yang mau investasi ke Indonesia juga mulai takut. Sekitar 15.000 
pegawai dan buruh di Jakarta bisa tak dapat gaji karena beberapa perusahaan 
akan hengkang," tuturnya.


Editor: Maryati


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke