http://www.antaranews.com/berita/364954/warga-ntt-di-yogyakarta-minta-jaminan-keamanan

Warga NTT di Yogyakarta minta jaminan keamanan
Sabtu, 23 Maret 2013 18:12 WIB | 1933 Views

Pewarta: Sutarmi

  ... warga NTT yang tinggal di DIY minta jaminan keamanan dan hukum... " 


 
Sleman, Yigyakarta (ANTARA News) - Warga NTT yang tinggal di Daerah Istimewa 
Yogyakarta meminta jaminan perlindungan keamanan pasca insiden Lapas Cebongan, 
Sleman. Empat warga NTT tersangka pelaku pengeroyokan hingga tewas anggota Grup 
2 Kopassus TNI AD, tewas di sel tempat mereka ditahan, di LP Cebongan, Sleman, 
Sabtu dini hari ini.

Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta sekaligus kerabat 
dari korban insiden LP Cebongan, Yongki Laurensius, di Sleman, Sabtu, 
mengatakan, kejadian yang melibatkan warga NTT bukan pertikaian suku. 

"Kami warga NTT yang tinggal di DIY minta jaminan keamanan dan hukum. Kami 
tidak mau terkena dampak dalam insiden ini dan disangkutkan dalam berbagai 
kejadian di DIY," kata Laurensius, di RSUP dr Sardjito. Terdapat ribuan 
putera-puteri asal NTT yang tengah berkuliah di berbagai perguruan tinggi di 
Yogyakarta dan sekitarnya.

Selain itu, dirinya berharap tidak ada intimidasi dalam bentuk apapun terhadap 
warga NTT. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, langsung ke Yogyakarta, mengurusi 
warganya yang semula tersangka tindak pidana menjadi korban penyerbuan 
bersenjata itu.

Sementara kerabat dekat korban lain insiden di penjara itu, Adrianus Candra 
Galaga alias Dedi (33), Piter Joko menyayangkan sistem pengamanan LP Cebongan.

Joko juga mempertanyakan alasan pemindahan Dedi, dari Markas Polda DIY ke LP 
Cebongan, Sleman. Sebab, Dedi belum tiga hari tiga hari ditangkap polisi. Ia 
mengatakan, "Pemindahan Dedi tidak dikomunikasikan dengan pihak keluarga."

Empat tersangka yang menjadi korban penembakan, yakni Angel Sahetapi alias Deki 
(31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), Gameliel Yermiayanto Rohi alias 
Adi (29) dan Yohanes Yuan (38). (*)

Editor: Ade Marboen


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke