http://www.antaranews.com/berita/365040/asrama-mahasiswa-ntt-di-yogyakarta-dikosongkan


Asrama mahasiswa NTT di Yogyakarta dikosongkan
Minggu, 24 Maret 2013 12:21 WIB | 

 
Keterangan Pangdam Diponegoro Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI 
Hardiono Saroso (tengah) memberikan keterangan pers usai memimpin upacara 
penutupan Dikmaba TNI AD Tahap I TA 2012 di Kodam IV/Diponegoro di Lapangan 
Rindam, Magelang, Jateng, Sabtu (23/3). Dalam pernyataannya Hardiono Saroso 
memastikan anggotanya tidak terlibat penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 
empat tahanan tersangka pelaku pembunuhan seorang anggota Kopassus. (FOTO 
ANTARA/Anis Efizudin) ()

  Sejak dibangun asrama di wilayah kami, tidak ada keributan atau masalah. 
Mereka dekat dengan masyarakat sekitar asrama 
Yogyakarta (ANTARA News) - Asrama Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) di 
Yogyakarta dikosongkan sejak selasa 19 Maret setelah insiden terbunuhnya 
anggota TNI AD dari Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura Sersan Satu 
Santoso (31) di Hugos Cafe Maguwoharjo, Sleman.

"Asrama sudah kosong sejak Selasa atau 6 hari yang lalu," kata Ketua RT 53 
Tegal Panggung, Danurjan, Kota Yogyakarta, Budiono di Kota Yogyakarta, Minggu.

Ia mengatakan jumlah mahasiswa yang tinggal di asrama sekitar 10 hingga 20 
mahasiswa. Mereka dikenal ramah dengan masyarakat dan tidak pernah membuat 
masalah atau keributan.

"Sejak dibangun asrama di wilayah kami, tidak ada keributan atau masalah. 
Mereka dekat dengan masyarakat sekitar asrama," katanya.

Meski ada insiden Hugo`s Cafe dan Lapas Cebongan yang menewaskan empat orang 
tersangka pembunuhan anggota Kopassus, kata Budiono, wilayah tetap aman dan 
tidak ada penjagaan khusus.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Kodim 
Kota Yogyakarta dan Polsek Danurjan.

"Biasa saja. Kondisi keamanan di wilayah kami masih kondusif. Tidak ada 
pengamanan atau siskampling yang berlebihan," katanya.

Sementara seorang warga yang dekat asrama, Atiek Iriandi mengatakan asrama 
sudah dikosongkan sejak Selasa 19 Maret sekitar 07.00 WIB.

Pada 10.00 WIB di waktu yang sama, puluhan orang berpakaian preman melakukan 
penggeledahan asrama. 

"Kami sangat kaget dan syok, melihat orang berpakain preman memanjat dinding 
asrama. Seumur hidup, saya baru melihat kejadian seperti itu," kata Iriandi.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke