http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/03/24/mk5slg-umat-islam-jauh-dari-masjid-inilah-akibatnya

Umat Islam Jauh dari Masjid, Inilah Akibatnya
Minggu, 24 Maret 2013, 16:48 WIB 
Komentar : 0  Republika/Yasin Habibi 
 
Menteri Agama Suryadharma Ali 
A+ | Reset | A- 
REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Runtuhnya nilai-nilai Islam dan turunnya idealisme 
umat Islam dinilai karena umat Islam sudah  jauh dan bahkan tidak mengenal 
masjid. 

Artinya, meskipun beragama Islam, masjid sebagai pusat peradaban semakin 
ditinggalkan umat. Kondisi itu juga diperparah dengan faktor ekonomi umat Islam 
yang lebih rendah dibandingkan umat pemeluk agama lain. 

Pernyataan itu dilontarkan Menteri Agama Suryadharma Ali saat meresmikan masjid 
Al Munawariyah di Pondok Pesantren Al Munawariyah Kabupaten Malang, Ahad 
(24/3). Menurut dia, kemiskinan yang dialami oleh umat Islam berdampak yang 
sangat panjang. 

''Kemiskinan dalam Islam juga dapat mendekatkan dengan kekufuran,'' cetus 
Suryadharma.

Akibat kekufuran ini, kata dia, menyebabkan banyak Muslim terjerumus dalam 
tindakan maksiat. Seperti menjadi pelaku kriminal. Bahkan, lebih parah lagi, 
karena faktor kemiskinan, banyak umat yang menjadi murtad. Meskipun 
persoalannya hanya sepele, seperti akibat 10 bungkus mie instan, sebuah tas 
sekolah, beasiswa belajar, atau karena rumah ibadah umat lain diubah menjadi 
tempat bermain anak-anak.

"Masjid harus dijadikan sentral kegiatan umat Islam, bukan hanya tempat 
ibadah," kata Suryadharma Ali 

Suryadharma menambahkan, masjid harus dikembalikan sebagai pusat kegiatan umat 
Islam. Masjid jangan hanya dijadikan tempat ibadah saja. Bahkan, kata Menteri 
dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, kalau ada anak-anak yang bermain 
di dalam masjid jangan dilarang. Pasalnya, itu menjadi sarana pengenalan anak 
pada rumah ibadah umat Islam.

Menurut Suryadharma, masjid jangan tertutup bagi umat muslim. Kalau masjid 
tertutup, umat semakin lama menjauh dari mengenal masjid. 

Menteri Agama mengkritik masjid yang ada disebagian kota besar di Indonesia. 
Terlebih masjid-masjid yang ada di Jakarta. Pasalnya, sebagian masjid di kota 
besar sangat tertutup untuk diakses kaum muslim.

"Bahkan lebih parah lagi, kalau di kota, masjid tertutup dan diberi jam buka," 
tambah Suryadharma Ali.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke