http://www.hidayatullah.com/read/27896/28/03/2013/hotline-pendidikan-temukan-banyak-siswa-hamil.html



Hotline Pendidikan Temukan Banyak Siswa Hamil 


Kamis, 28 Maret 2013 


Hidayatullah.com—Berita kurang menggembirakan kembali datang dari Surabaya. 
Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 tanggal 15 April mendatang, 
daftar siswa tingkat akhir jenjang SMA yang hamil terus bertambah.


Jika sebelumnya Hotline Pendidikan Surabaya telah mengumpulkan ada tiga siswi 
yang hamil di Surabaya. Kini, jumlahnya bertambah menjadi tujuh siswi. Artinya 
bertambah empat orang dalam sebulan terakhir.

“Adanya peningkatan kehamilan siswa dalam 3 bulan terakhir,” ujar Isa Ansori 
dari Hotline Pendidikan Surabaya kepada hidayatullah.com, Kamis (28/03/2013).

Menurut Isa, data yang masuk di hotline pendidikan peningkatannya 100 %. Selama 
bulan Pebruai ada 3, bulan Maret ada 7 kasus.

Menurut Isa, musibah ini  diyakini sebagai fenomena puncak gunung es di Kota 
Pahlawan.

Berdasar hasil survei yang dilakukan oleh Hotline Pendidikan bekerjasama dengan 
Yayasan Embun Surabaya (YES), Telepon Sahabat Anak (TESA) dan Lembaga 
Perlindungan Anak Jawa Timur (Jatim) pada akhir tahun 2012, sekitar 16 persen 
dari 450 pelajar mengakui pernah berhubungan seks.

“Masalah yang tampak terkait siswi hamil itu hanyalah sebagian kecil dari 
problem yang lebih besar. Apalagi hasil survei yang pernah dilakukannya bersama 
beberapa yayasan itu menyebutkan, sedikitnya 16 persen pelajar Kota Surabaya 
pernah melakukan hubungan yang pantas dilakukan oleh pasangan suami istri itu.”

Menurut Isa, saat ini,  Hotline Pendidikan melakukan pendampingan kepada para 
siswi tersebut.
Peran Negara

Selain itu, Hotline Pendidikan  meminta kesadaran semua pihak baik sekolah, 
orangtua dan terlebih lagi negara harus tegas terhadap penyebab ekses dari 
perilaku tersebut. Ia berharap Negara bisa tegas menutup tempat hiburan yang 
melanggar dan memperbolehkan anak berada di tempat tersebut. Disamping juga 
negara harus menyediakan tempat layanan bagi mereka yang sudah menjadi korban.

Selain itu, kepada para orangtua, diharapkan lebih intens mendidik anak, tentu 
saja harus lebih banyak mengetahui dengan siapa dan di mana anak - anak mereka 
bergaul.

“Pada akhirnya adalah sikap tegas dan membangun kesadaran diperlukan untuk 
membangun kesadaran anak agar tidak terjerumus pada perilaku yang menyimpang,” 
tambahnya.*

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke