Ceng Beng, Ritual Sembahyang Kubur
Rabu, 27 Maret 2013 10:43

Ritual Ceng Beng. 


108Jakarta.com - Ceng Beng atau sembahyang kubur merupakan ritual tahunan yang 
penting bagi etnis Tionghoa selain Imlek. Ceng Beng merupakan wujud nyata umat 
Konghucu mengekpresikan perasaan berbakti kepada para leluhur. 
 
Mereka membersihkan dan sembahyang di makam leluhur mereka serta menyajikan 
hidangan yang disukai almarhum dikala masih hidup. Ritual Ceng Beng juga 
merupakan acara berkumpulnya keluarga besar, karena mereka yang pergi jauh atau 
merantau akan kembali pada saat Ceng Beng Tiba. Ceng Beng tahun ini  jatuh pada 
tanggal 12 April, dan setiap tahun kabisat.
 
Untuk menyambut hari itu, mereka biasanya pergi ke kuburan-kuburan untuk 
memperbaiki atau membersihkan makam-makam sanak keluarganya yang telah 
meninggal.
 
Biasanya, pada hari besar itu warga keturunan Cina melengkapi rumah tangganya 
dengan berbagai makanan dan kue-kue yang kemudian dibawa ke makam keluarga. 
Setelah mereka melakukan sembahyang, makanan tersebut mereka makan bersama-sama 
dengan sanak saudara.
 
Namun, sembahyang dan membawa makanan ke kuburan keluarga tidak diharuskan. 
Kebiasaan itu bisa dilakukan di rumah atau vihara-vihara terdekat. Yang penting 
dalam acara Ceng Beng adalah ingat kepada sanak keluarga yang telah meninggal. 
Sebab, jika kita selalu ingat kepada mereka, khususnya leluhur, maka hidup kita 
di masa mendatang akan bertambah berkah.
 
Bagi yang mampu, untuk memeriahkan Ceng Beng, layaknya Lebaran atau Natal, ada 
yang pulang ke kampung halaman. Setibanya di kampung halaman, mereka juga 
memperbaiki makam keluarga. Tapi bagi mereka yang tidak mampu, cukup 
memperingati hari tersebut dengan bersembahyang dan makan-makan di rumah. (ary)

Kirim email ke