RALAT : situs yang benar untuk berita ini adalah sebagai berikut :

http://www.antaranews.com/berita/366245/kantor-pemkot-palopo-dibakar-massa


Kantor Pemkot Palopo dibakar massa
Minggu, 31 Maret 2013 16:06 WIB | 2489 Views

Pewarta: Muh Hasanuddin

 
Ilustrasi (whatsupfinland.org)


Kebakaran Pedongkelan 
Makassar (ANTARA News) - Kantor Pemerintah Kota Palopo dan sejumlah kantor 
pemerintahan lainnya menjadi sasaran amuk massa calon Wali Kota dan Wakil Wali 
Kota nomor urut lima Haidar Basir-Thamrin (Hatita) yang tidak menerima hasil 
rekapitulasi perhitungan suara.

"Memang betul telah terjadi pembakaran kantor wali kota dan sejumlah kantor 
pemerintahan lainnya dan itu diduga dengan situasi politik di Kota Palopo," 
ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi di Makassar, Minggu.

Kombes Endi Sutendi menjelaskan kronologis pembakaran itu terjadi setelah massa 
yang diduga dari kubu Hatita ini mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Kota 
Palopo tempat rapat pleno perhitungan suara putaran kedua.

Proses perhitungan suara di kantor KPU sudah mendapat pengawalan ketat dari 
aparat kepolisian yang dibantu dari TNI serta unsur lainnya, namun jumlah massa 
yang lebih besar suasana menjadi rusuh.

"Awalnya berjalan kondusif dari pagi hingga siang hari, namun setelah 
perhitungan selesai dilakukan, massa yang berjumlah lebih dari 500 orang itu 
datang dan langsung melempar serta membakar," katanya.

Aparat gabungan yang berada di lokasi berusaha memukul mundur massa dari 
pasangan nomor urut lima ini, namun beberapa saat saling lempar terjadi, 
kebakaran tiba-tiba muncul dari kantor Wali Kota Palopo.

Sebelum api padam yang diikuti dengan kebakaran di tempat lainnya, antara lain 
kantor Partai Golkar, Kantor Panitia Pengawasan (Panwas) Kantor Camat Wara 
Timur serta kantor Media Palopo Pos secara bersamaan juga ikut terbakar.

Massa tandingan dari pemenang putaran kedua, Judas Amir-Ahmad Syarifuddin (JA) 
yang jumlahnya hampir sama dengan massa nomor urut lima itu kemudian saling 
lempar bom molotov serta menggunakan benda lainnya berhasil dipukul mundur oleh 
pasukan pengamanan.

"Hingga saat ini, situasi sudah mulai terkendali, tetapi anggota pengamanan 
masih tetap siaga mengantisipasi terjadinya kerusuhan lanjutan," tegas mantan 
Wakapolrestabes Makassar Endi Sutendi.  
Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2013


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke