http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/31/2/142747/Tarif-Listrik-Naik-Pusat-Perbelanjaan-Naikkan-Biaya-Pelayanan

EKONOMI
Tarif Listrik Naik, Pusat Perbelanjaan Naikkan Biaya Pelayanan
Minggu, 31 Maret 2013 | 22:16 WIB
TERKAIT
  a.. Pemadaman Listrik hanya Satu Hari 
  b.. Penaikan TDL Harus Dibarengi Jaminan Pasokan Bahan Bakar 
  c.. SUTET Cirebon-Bandung Diperbaiki, akan Ada Pemadaman Listrik di Jakarta 
dan Jabar 
  d.. Pemadaman Listrik Bergilir di Balikpapan hingga Mei 
  e.. Listrik di Bali Naik lagi 4,3% Mulai April
Metrotvnews.com, Jakarta: Sesuai rencana pemerintah, per 1 April akan ada 
kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tahap kedua. Sudah pasti, penaikan tersebut 
akan berimbas ke dunia usaha, salah satunya pusat-pusat perbelanjaan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia 
(APPBI) Handaka Santosa mengatakan pihaknya telah menaikkan biaya pelayanan 
(service charge) terhadap penyewa kios ataupun toko di 240 trade center dan mal 
yang bernaung di bawah asosiasinya. 

Penaikan itu telah dilakukan pada kenaikan listrik tahap pertama. Sebelum 
kenaikan, alokasi service charge per penyewa berkisar Rp70 ribu-Rp140 ribu. 
"Sekarang rata-rata naiknya 10%-20%," ujar Handaka saat dihubungi Media 
Indonesia, Minggu (31/3).

Handaka mengungkapkan penyewa dikenakan dua biaya listrik. Pertama, biaya 
listrik untuk masing-masing kios dan kebutuhan umum seperti penerangan koridor 
atau toilet yang masuk ke dalam kompenen service charge. Untuk kebutuhan umum 
dananya dikumpulkan secara kolektif.

Meski begitu, ia belum bisa memerkirakan kenaikan biaya pelayanan saat penaikan 
TDL tahap dua resmi diterapkan. Ia juga tidak bisa menyebutkan besaran kenaikan 
harga sewa kios atau toko karena hal tersebut tergantung kebijakan 
masing-masing pemilik.

Yang pasti, lanjutnya, ada dua kemungkinan apabila kenaikan TDL berlanjut. 
Pertama, penjual akan sulit menaikkan harga dagangan. Akibatnya, profit akan 
turun yang berpengaruh terhadap pajak penghasilan (PPh). Kedua, pedagang 
menaikkan harga sehingga terjadi inflasi.

"Kami sudah menyurati pemerintah sejak dua bulan yang lalu tetapi belum ada 
tanggapan," katanya. Penaikan TDL, ungkap Handaka, merupakan keputusan sepihak 
tanpa memperhitungkan kondisi penyewa. 

Menurutnya, para penyewa merupakan pedagang ritel skala kecil tapi harus 
menanggung tarif listrik golongan B3. "Mereka pikir yang masuk mal itu glamour 
padahal banyak yang kios-kios kecil," ucapnya.

Sebagai alternatif pengadaan listrik, Handaka mengaku, sejumlah pusat 
perbelanjaan sudah mempunyai gas engine. Tenaga listrik dihasilkan dari pasokan 
gas. Namun, menurutnya, ini tidak efisien apabila hal tersebut harus diterapkan 
di semua pusat perbelanjaan. "Seharusnya pasokan energi (listrik) dari 
pemerintah," tuturnya.

Di sisi lain, Handaka mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan antisipasi 
terkait rencana pemadaman bergilir yang akan dilakukan PT Perusahaan Listrik 
Negara (PLN). Rencana itu bergulir selama proses perbaikan menara saluran udara 
tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kiloVolt (kV) di Sumedang, Jawa Barat.

"Sejak beberapa hari yang lalu PLN sudah sosialisasi. Sebetulnya rencana 
pemadaman itu enggak masalah karena kami akan menyediakan genset," katanya. 
(Anshar Dwi Wibowo)


Editor: Wisnu AS

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke