Ref: Apakah selama ini umat Katolik kurang atau tidak saling menasihi? 

http://www.suarapembaruan.com/nasional/umat-katolik-hendaknya-saling-mengasihi/33022

Perayaan Paskah
Umat Katolik Hendaknya Saling Mengasihi
Jumat, 29 Maret 2013 | 10:09

 Umat Katolik Kristus Terang Dunia Waena sedang mengikuti prosesi kisah 
sengsara Yesus atau Jalan Salib, Jumat (29/4) pagi di halam gereja [SP/Rpbert 
Isidorus] 


JAYAPURA] 1000-an umat Katolik Kristus Terang Dunia Waena pukul 8.00 WIT 
memperingati Kisah Sengsara Yesus Kristus (jalan salib) dari Pengadilan Pontius 
Pilatus dimana dirinya  dijatuhi hukuman mati, memikul salib sampai di Golgota 
dan wafat dikayu salib yang dipimpin Pastor Paroki Andreas Trismadi. 

1000-an umat Kristus Terang Dunia Waena mengadakan via dolorosa (jalan 
penderitaan) dihalaman gereja, sekaligus memberkati sarana-sarana rohani yang 
dibuat dalam menjalankan Tahun Iman yang dicanangkan oleh Bapa Paus Benediktus 
VI dari tanggal 11 Oktober 2012-24 November 2013  diantaranya Patung Rohani 
Kristus Terang Dunia, Taman Getsemani, Replika Via Dolorosa, Gua Maria Ratu 
Rosariao dan Delapan Sabda Bahagia. 

Dalam prosesi kisah sengsara Yesus dimulai dari perenungan peristiwa terakhir 
Yesus berdoa ditaman Getsemani lalu ditangkap sampai pada pemberhentian ke 14 
dimana  Yesus dimakamkan. Dalam prosesi tersebut dijalani  umat dengan penuh 
sujud dimana prosesi ini dibuat untuk merenungkan  Kasih Yesus yang begitu 
besar buat hidup manusia, sampai mengorbankan dirinya dikayu salib. 

Dimana Salib yang sebelumnya adalah lambang  penghinaan menjadi tanda 
keselamatan serta kemenangan. Dan Pastor Andreas Trismadi mengajak umat untuk 
memberikan penghormatan khusus kepada Salib Kristus.  Usai memimpin kisah 
Sengsara Yesus, Pastor Andreas Trimadai kepada wartawan, Jumat (29/3) pagi 
mengatakan, puncak penghormatan adalah pada hari Jumat Agung ini. 

“Tiada lain  yang dibuat pada hari ini kecuali memberi penghormatan kepada 
salib dengan memandang patung Yesus pada pemberhentian ke 12 dan memandang 
patung Bunda Maria dengan  Yesus yang telah wafat dipangkuannya di 
pemberhentian ke 13,”ujarnya. 

Ia mengaharapkan umat  selalu mengandalkan salib dalam kehidupan, karena salib 
adalah tanda kemenangan umat manusia. Dan meneladani Yesus dan Maria dalam 
kehidupan  dengan membiarkan  kehendak Bapa terjadi dalam diri kita. Seperti 
yang dibuat Yesus seperti doanya di taman Getsemani. “Ya Bapaku jikalau Engkau 
mau, ambilah cawan ini daripadaKu, tetapi bukanlah kehendaKu, melainkan 
kehendakMulah yang terjadi. Juga   Bunda Maria kerika menerima kabar dari 
Malaikat Gabriel dengan mengatakan Aku  ini hamba Tuhan, jadilah padaku  
menurut kehendakMu,”kata Pastor. 

Lanjut dia,  dari retret agung dari Rabu Abu sampai Jumat Agung dalam Tahun 
Iman ini, umat Paroki Kristus Terang Dunia Waena menjadi umat yang selalu 
mengandalkan kehendak Bapa disurga. “Maka umat paroki akan menciptakan umat 
yang mandiri, misioner dengan saling mengasihi satu sama lain sesuai kehendak 
Bapa di Surga.  Mari kita pergi diutus dan biarlah Kehendak Bapa yang terjadi 
pada diri kita. Amin,”ujarnya. [154]    

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke