Dari sekian banyak media massa dan pers, kayaknya baru media Okezone.com yang sadar dan terpanggil utk menyuarakan keberatan dari rakyat kecil.
Memang benar sih, kalo raport masih merah, masih berani nekad minta naik, ya kalo bukan karena tidak tau malu, mungkin rada nggak waras. Dan anehnya, Pemerintah Pusat sampai sekarang diam saja ya. Wakil Rakyat yang duduk di kursi DPR RI juga diem - seperti kompak neh. Kalo sdh begini, rakyat kecil rame rame aja pada berdoa pada Tuhan, semoga Tuhan sendiri yang turun tanga menegor mereka semua dan memberikan hukuman setimpal yg layak untuk mereka semua. ---------------------------------------- Listrik Masih Byar Pet Kok Nekat Naik! Ade Hapsari Lestarini - OkezoneSenin, 01 April 2013 11:15 wib TARIF dasar listrik (TDL) mulai naik (lagi) per hari ini. Berharap realita ini hanya April Mop belaka, namun sayangnya tidak. Pemerintah pun mengaku kenaikan tarif listrik ini sudah berdasarkan hasil kesepakatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Melalui PT PLN (Persero), kenaikan TDL per hari ini sebesar 4,3 persen tersebut berlaku sampai Juni 2013. Setelah pertengahan bulan, lagi-lagi tarif listrik kembali naik. Apesnya, kenaikan TDL ini seiring dengan pemadaman listrik bergilir karena saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kilovolt (kv) tergerus amblesnya tanah sehingga membuat menara tersebut bengkok. Praktis, PLN menghentikan arus listrik sementara secara bergiliran dari arah Bandung Selatan ke Mandirancan pada 1-5 April 2013. Mau tak mau, pelanggan kembali dirugikan. Baru naik, eh sudah kena pemadaman bergilir. Tapi kali ini mungkin tidak sepenuhnya salah PLN, ketika alam berbicara, siapapun tak mampu menolaknya. Dalam kenaikan TDL, persentase penghematan subsidi listrik ini dalam tiap golongannya berbeda beda. Memang pada awalnya kenaikan sebesar 15 persen diberlakukan untuk semua golongan, kecuali kelompok pelanggan 450 voltampere (VA) dan 900 VA. Kenaikan listrik tersebut secara total pada tahun ini sebesar 15 persen, yang akan dilakukan selama tiga bulan sekali. Kenaikan tersebut diklaim untuk menghemat subsidi listrik. Selain itu juga dilakukan untuk menurunkan subsidi listrik yang angkanya sudah menembus Rp90 triliun. Di samping juga untuk menaikkan rasio elektrifikasi Indonesia yang baru 75 persen. Kendati demikian, pihak PLN yang diwakili Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengaku tidak memukul rata semua golongan yang mengalami kenaikan. Kenaikan hanya digunakan untuk pelanggan listrik di atas 900 VA. PLN mengklaim, golongan yang tidak naik ini sebanyak 38,8 juta pelanggan atau 79 persen dari total 49,1 juta pelanggan PLN. Sementara pelanggan daya 450 VA dan 900 VA adalah kelompok masyarakat yang kurang mampu, bahkan di antaranya adalah mereka yang baru mendapatkan layanan listrik PLN. Berangkat dari sini, kenaikan ini bisa menimbulkan inflasi sekira 0,3-0,5 persen. Biarpun kenaikan TDL April ini diiringi dengan pemadaman listrik bergilir yang "tidak disengaja", tetap saja para pelanggan menjadi korbannya. Wong, di luar ini saja listriknya masih sering byar pet. Pelayanan pun dianggap masih minus. Lalu, dengan kenaikan TDL kali ini, akankah PLN memperbaiki atau bahkan meningkatkan kinerjanya? Yah, mari kita tunggu saja. (mbs) http://suar.okezone.com/read/2013/04/01/59/784233/listrik-masih-byar-pet-kok-nekat-naik
