http://www.shnews.co/detile-17292-orang-miskin-jadi-korban.html


Orang Miskin Jadi Korban 
Tutut Herlina | Kamis, 04 April 2013 - 13:32:00 WIB

: 141 



(dok/antara)

Banyak orang miskin yang sedang menjalani perawatan tidak mendapatkan Jamkesmas 
lagi.


JAKARTA – Pemerintah menerbitkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) 
baru untuk menggantinya yang lama. 

Namun, banyak orang miskin yang sedang menjalani perawatan tidak mendapatkan 
Jamkesmas lagi. Akibatnya, mereka mulai kesulitan berobat. Bahkan, baru-baru 
ini sudah ada pasien miskin yang meninggal akibat ditolak rumah sakit (RS). 

Kondisi ini dialami Nurul Mahmudah Binti Suwakir (4). Pasien asal Semarang itu 
mengalami kesulitan untuk kontrol di RS Jantung Harapan Kita, Rabu (3/4) 
Jakarta. 

Padahal, pasien ini baru saja menjalani operasi by pass jantung dengan kartu 
Jamkesmas beberapa waktu lalu. Dia diharuskan untuk kontrol, namun mendapatkan 
kesulitan administrasi setelah masa berlaku kartu Jamkesmas lama berakhir pada 
31 Maret lalu. 

“Kata petugas, pasien harus bayar, kalau mau kontrol saja. Itu karena kartu 
Jamkesmas-nya tidak berlaku lagi,” demikian diungkapkan Ketua (Dewan Kesehatan 
Rakyat (DKR) Jakarta Barat, Mohammad Rochman yang mendampingi di RS Jantung 
Harapan Kita, Rabu (3/4) di Jakarta. 

Ia menjelaskan, pasien tidak pernah tahu sebelumnya kalau kartunya sudah tidak 
berlaku lagi. Petugas meminta agar pasien dibawa pulang untuk mengurus kartu 
Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) di Semarang. 

“Lah kalau ada apa-apa di tengah jalan, terus gimana nasib pasien? Pengurusan 
kartu Jamkesda juga tidak bisa cepat dan syaratnya banyak,” katanya. Pasien dan 
Rohman kembali mendatangi RS Harapan Kita, Kamis (4/4) pagi ini berharap supaya 
masih bisa mendapatkan kontrol. 

Sebelumnya seorang pasien Jamkesmas asal Depok juga ditolak oleh RSUD Depok 
dengan alasan kartunya sudah tidak berlaku lagi pada 1 Mei mendatang. Pasien 
dari Beji Depok bernama Arif Mahdi (14 tahun) akhirnya meningggal di RSUD 
Depok. Pasien ditolak mendapatkan fasilitas karena pasien Jamkesmas. 

“Dulu kartu Jamkesmas menjadi andalan rakyat miskin karean bisa berobat dibayar 
negara secara penuh di rumah sakit seluruh Indonesia. Sekarang rumah sakit 
ramai-ramai menolak pasien Jamkesmas,” kata Ketua DKR Jaarta Bogor Depok Bekasi 
(Jabodebek), Roy Pangharapan. 

Sebelumnya, Direktur Bina Upaya Kesehatan (BUK) Akmal Taher memastikan 
Departemen Kesehatan akan tetap mengurus semua pasien Jamkesmas dengan kartu 
lama walaupun belum menerima kartu Jamkesmas baru. 

“Kesehatan adalah hak rakyat. Tugas pemerintah adalah memenuhinya. Jamkesmas 
adalah program untuk memenuhi hak rakyat tersebut,” katanya. 

Sumber : Sinar Harapan

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke