http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=6046
Kamis, 04 April 2013 , 17:24:00
Peredaran Senjata Gelap Diduga Libatkan Aparat
Kapolda Papua, Irjen Pols. M. Tito Karnavian,MA saat diwawancarai wartawan di
Mapolda Papua, kemarin (3/4).
Kapolda: Itu Oknum, Bukan Institusi
JAYAPURA – Kapolda Papua, Irjen Pols. M. Tito Karnavian,MA, menegaskan bahwa
senjata ilegal yang banyak dimiliki oleh kelompok yang berseberangan di Papua
ini umumnya adalah hasil rampasan dari anggota TNI dan Polri yang bertugas di
wilayah Pegunungan Papua.
“Senjata dan amunisi-amunisi yang masuk ke Papua sudah jelas, yaitu hasil
rampasan dari para anggota TNI dan Polri. Mereka (kelompok yang berseberangan
itu) memanfaatkan anggota kita yang lengah, dan itu sangat tidak dibenarkan,’
tegas Kapolda saat ditemui wartawan di Mapolda Papua, Rabu (3/4).
Meski begitu, Kapolda mengakui, maraknya peredaran gelap senjata itu juga ada
yang melibatkan anggota TNI dan Polri. ‘Yang dari penjualan oknum-oknum
TNI/Polri juga pernah terungkap. Kita nggak bisa menjamin, tapi itu oknum bukan
institusi,” jelasnya.
“Selaku pimpinan saya belum bisa menjamin seratus persen kalau anggota saya
tidak terlibat, pasti ada yang terlibat,” ujarnya.
Sementara mengenai langkah yang akan diambil, Kapolda menyatakan pihaknya
pasti akan melakukan pengecekan ke seluruh anggota yang bertugas.
“Tapi itu cukup sulit. Sebab bisa saja anggota mengaku kalau ada kontak
senjata dan (amunisi) yang keluar misalnya 15, tapi dia mengaku 20. 5-nya
dikantongi. Jadi kita nggak bisa menjamin seratus persen. Kemungkinan kebocoran
itu selalu ada. Kalau itu terjadi, nggak mungkin dalam jumlah besar, paling
jumlah kecil,” paparnya.
Kapolda menjelaskan, kalau bicara masalah senjata yang dimiliki oleh
kelompok sipil bersenjata dari mana, sumber paling utama itu jelas dari hasil
rampasan.
“Jadi sangat jarang adanya peredaran senjata. Yang paling banyak justru
sumbernya itu dari perampasan senjata operasional TNI/Polri. Banyak sekali
senjata senjata yang dirampas. Mereka ambil kesempatan anggota lengah,”
ucapnya.
Pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan anggota agar selalu waspada. “Kita kan
serba salah. Anggota nggak dikasih senjata, dia terancam. Dikasih senjata jadi
target untuk dirampas. Karena itu tinggal bagaimana anggota saja jangan sampai
lengah. Yang repot lagi kalau nanti ada yang mabuk lagi kan?,” tuturnya.
(ro/fud)
[Non-text portions of this message have been removed]