http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/05/2/144108/Apindo-Kalau-Buruh-Tuntut-Upah-Tinggi-Mending-Pakai-Mesin


EKONOMI
Apindo: Kalau Buruh Tuntut Upah Tinggi, Mending Pakai Mesin
Laporan: Fario Untung
Jum'at, 05 April 2013 | 20:31 WIB



Fario Untung
Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyuarakan 
penolakan atas tuntutan serikat buruh perihal kenaikan upah 30% setiap tahun. 

Jika hal itu dikabulkan oleh pemerintah, Apindo memilih menggunakan mesin 
ketimbang harus membayar tinggi buruh.

"Kalau mereka (buruh) mau ngomong, boleh-boleh saja, tapi apa mereka ngerti dan 
paham soal persaingan ekonomi," tegas Ketua Apindo Sofjan Wanandi ketika 
dihubungi Metrotvnews.com di Jakarta, Jumat (5/4).

Apindo juga meminta agar buruh menjelaskan bagaimana perhitungan dan alasan 
dari permintaan kenaikan upah buruh sebesar 30% per tahun selama pertumbuhan 
ekonomi Indonesia di angka 6%. Sofjan pun menuding tuntutan buruh semakin tidak 
masuk akal.

"Kita juga harus tahu apa alasan mereka minta naik upah terus, apalagi sampai 
30% tiap tahun. Apa memang ekonomi kita bisa menerima itu?. Kalau memang bisa 
ya tentu kita akan bayar. Namun kalau kenyataannya tidak bisa, mau gimana?" 
jelas Sofjan.

Tidak hanya itu, akibat dari tuntutan buruh yang terlalu berlebihan itu, Sofjan 
mengaku pengusaha berencana untuk tidak memperkerjakan buruh dan memilih 
membeli mesin. 

Meskipun harga mesin-mesin industri terbilang mahal, tindakan tersebut lebih 
efektif ketimbang terus mengikuti kemauan buruh.

"You mau terus minta kenaikan upah yang tinggi, akhirnya para pengusaha 
memikirkan daripada pakai buruh, mending kita pakai mesin," sambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia 
(KSPI) menuntut pemerintah untuk menaikan upah buruh sebesar 30% per tahun.



Tuntutan tersebut diajukan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat 
sehingga kenaikan upah seharusnya juga makin membaik.


Editor: Asnawi Khaddaf

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke