Ref: Kalau dilihat sejarah zaman Hindia Belanda  maka ditemukan banyak hal yang 
tidak besar perbedaannya dengan masa sekarang atau lebih jelas penjajahan dari 
zaman ke zaman tidak banyak berubah sifatnya, ciri-cirinya pada rakyat jajahan  
antara lain ialah “sudh miskin, diabaikan pula”.

http://www.suarapembaruan.com/nasional/ribuan-kilometer-jalan-di-ntt-rusak-berat/33389

Sudah Miskin, Diabaikan Pula

Ribuan Kilometer Jalan di NTT Rusak Berat

Jumat, 5 April 2013 | 8:19
 Keindahan alam NTT, seperti di Labuan Bajo, Flores, NTT, ternyata tidak 
didukung infrastruktur jalan yang memadai. [Dok.SP] [KUPANG] Masyarakat Nusa 
Tenggara Timur (NTT) keluhkan kondisi jalan  yang rusak parah akibat bencana 
alam dan buruknya kualitas aspal. 

Sekitar 60 persen dari 1.700 kilometer ruas jalan yang berada di NTT, dalam 
kondisi rusak berat. Jika tidak segera diperbaiki, provinsi miskin itu akan 
semakin terpuruk.       

“Kerusakan ruas jalan itu, akibat bencana alam yang melanda wilayah ini,” kata 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W Koreh kepada SP di Kupang, Jumat, 
(5/4).   

Menurut Andre W Koreh, kondisi yang paling parah adalah ruas jalan 
kabupaten/kota di provinsi kepulauan itu. Dari 14.000 km panjang jalan, hanya 
sekitar 30 persen dalam kondisi baik, sedangkan sisanya dalam kondisi rusak 
berat atau parah.   

Sedangkan untuk kondisi jalan Nasional, kata Andre W Koreh, dari panjang ruas 
jalan 1.400 km, sekitar 90 persen dalam kondisi baik. 

Dia mengakui, keterbatasan alokasi anggaran yang mengakibatkan pihaknya sulit 
memperbaiki ruas jalan yang rusak. 

“Bahkan melalui APBD provinsi yang dialokasikan setiap tahun sangat tidak cukup 
untuk pekerjaan jalan tersebut,” katanya. 

Saat ini yang bisa dilakukan pemeliharaan terhadap ruas jalan terutama yang 
berhubungan dengan akses ekonomi masyarakat melalui Unit Pemeliharaan Rutin 
(UPR) yang ada di setiap kabupaten/kota di wilayah itu.   

Andre W Koreh, mencontohkan kondisi ruas jalan di Pantai Utara (Pantura) 
Ende-Maumere saat ini dalam kondisi rusak berat. Kerusakan tersebut terjadi di 
sejumlah titik, dan hingga saat ini belum ada yang diperbaiki secara permanen, 
bahkan ada yang belum disentuh sama sekali.   

Pihaknya telah membahas dan mengusulkan rencana perbaikan jalan tersebut 
melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013. 

“Mudah-mudahan usulan itu bisa diakomodir oleh pemerintah pusat,” jelasnya.   

Robert Das, warga Manggarai Timur, Flores, NTT mengatakan, pemerintah pusat 
harus serius memperhatikan kondisi jalan dan kehidupan masyarakat NTT."Nasib  
NTT ini memang sial, sudah miskin diabaikan pula," katanya. [YOS/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke