Ref: Masih belum begitu serius jika cuma keracunan makanan dan dapat ditolong, tetapi bila dibandingkan dengan anak-anak di Papua yang malang, mereka mati kelaparan. Kemanakah hasil kekayaan alam yang dikeruk selama 60 tahun lebih merdeka –merdeka tetapi rakyat tidak bebas dari kemiskinan?
http://www.suarapembaruan.com/nasional/400-siswa-sd-kupang-keracunan-makanan-bantuan-pnpm-mandiri/33441 400 Siswa SD Kupang Keracunan Makanan Bantuan PNPM Mandiri Sabtu, 6 April 2013 | 7:35 Ilustrasi korban keracunan makanan yang mendapatkan perawatan. [google] [KUPANG] Sekitar 400 siswa Sekolah Dasar (SD) dan empat ibu hamil di Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/4), keracunan setelah mengkonsumsi makanan bantuan Program Generasi Cerdas dan Sehat (GCS) dari Program PNPM Mandiri. “Mereka keracunan setelah komsumsi makanan yang beri melalui BCS program PNPM Mandiri,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kupang, Stefanus Baha, kepada wartawan, Sabtu (6/4). Para siswa sekolah dasar itu berasal dari SD Inpres Oelusapi dan SD GMIT Nawen yang menjadi sasaran bantuan dari program tersebut. Berdasarkan laporan dari kepala desa setempat, setiap awal bulan sejak Januari 2013 lalu, dilakukan pemberian makanan tambahan untuk anak-anak sekolah dan ibu hamil di wilayah kecamatan yang mendapat program PNPM Mandiri. Sumber makanan yang diberikan, katanya, dari pangan lokal, seperti pisang dan umbi-umbian. Sedangkan bahan makanan tambahan lainnya dibeli dari Kota Kupang seperti telur ayam dan susu. Setalah mengkonsumsi makanan tersebut, lanjutnya, ratusan siswa dan ibu hamil mengalami mual serta muntah-muntah dan langsung dibawa ke Puskemas pembantu (Pustu) setempat. Stefanus, mengatakan, dari hasil analisa tim kesehatan yang dikirim ke lokasi kejadian, sumber makanan yang menyebabkan ratusan orang keracunan adalah telur ayam yang didatangkan dari Kota Kupang dan sudah tidak layak dikonsumsi. “Mencermati kasus itu, instansi teknis dinas kesehatan diminta melakukan pemantauan dan sosialisasi ke sejumlah desa di wilayah tersebut, yang juga mendapatkan program yang sama,” katanya. [Yos/L-8] [Non-text portions of this message have been removed]
