Ref: Bagaimana dengan panglima tertinggi?  

http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/403088-lipi--pangdam-harus-dihadirkan-di-mahkamah-militer

LIPI: Pangdam Harus Dihadirkan di Mahkamah Militer
"Bukan Mustahil jika Mayjen Hardiono tahu peristiwa itu akan terjadi."
ddd
Sabtu, 6 April 2013, 15:48 


VIVAnews - Pengamat Militer Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar 
Nusa Bhakti, menilai sanksi pencopotan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor 
Jenderal Hardiono Saroso belum cukup.

Menurutnya, Mahkamah Militer seharusnya memanggil Hardiono sebagai saksi dalam 
persidangan nanti. "Dari awal dia selalu menentang tidak ada. Bukan mustahil 
jika dia tahu peristiwa itu akan terjadi," kata Ikrar di Warung Daun, Jakarta, 
Sabtu 6 April 2013.

Ikrar menilai, sebagai seorang Pangdam, Hardiono seharusnya mampu mencegah 
terjadinya peristiwa penyerangan itu. Namun kenyataannya yang bersangkutan 
gagal."Buat saya itu hukuman paling ringan yang diberikan petinggi TNI," 
ujarnya.

Ikrar memahami tindakan yang dilakukan oleh para pelaku penyerangan itu. 
Sebagai seorang Kopassus yang biasanya melakukan tugas-tugas berat, dibunuh 
oleh preman merupakan suatu penghinaan.
"Dan karena itu mereka membalas dendam dengan cara yang keji," tuturnya.

Terkait dengan sikap Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Agus 
Sutomo, Ikrar memberikan apresiasinya. Secara tegas, Agus sebagai atasan, siap 
bertanggung jawab atas apa yang dilakukan anak buahnya.

"Buat saya apa yang disampaikan Agus adalah sebuah jiwa kesatria. Dan apalagi, 
jiwa korsa Kopassus itu sangat tinggi, lebih baik mati daripada gagal dalam 
tugas. Makanya apalagi jika ada salah satu personelnya mati, dan dibunuh secara 
keji apalagi oleh preman, dia tidak akan ada ampun," ujar dia.

Agus Sutomo bertanggung jawab terhadap bawahannya yang berada di Grup 1 di 
Serang, Banten; Grup 2 di Solo; Grup 3 Pusdik di Batujajar, Grup 4 Sandhi Yudha 
di Cijantung. Sebanyak 11 pelaku pembunuhan empat napi di lapas Cebongan adalah 
prajurit Grup Dua, Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah.

Atas kelakuan anak buahnya, Sutomo mengatakan akan bertanggungjawab. "11 orang 
itu anak buah saya. Kopassus itu kan ada komandannya, nah komandannya itu 
Jenderal Kopassus, ya sayalah orangnya," ujar Agus di Markas Kopassus 
Cijantung, kemarin.

Keterlibatan personel Kopassus ini diungkapkan Tim Investigasi TNI AD untuk 
kasus peyerangan Lapas Cebongan, Brigjen (CPM) Unggul K Yudhoyono. Penyerangan, 
kata Unggul, didasari jiwa korsa, reaksi seketika atas tewasnya Serka Heru 
Santoso akibat dikeroyok empat anggota kelompok preman di Hugo's Cafe.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke