Ref: Apakah orang yang tidak baik bisa menjadi jenderal prolisi, maka oleh 
karena itu dianjurkan oleh PDIP supaya jangan pilih orang yang salah? Untuk 
supaya tidak dilupakan bahwa pada pemerintahan dimana Megawati (PDIP) menjadi 
presiden NKRI, beliau mengangkat Jenderal Firman Gani, mantan Kapolda Maluku, 
pendukung Laskar Jihd Sunnah Wal Jamaah menjadi Kapolda di Jakarta. 

http://www.centroone.com/news/2013/04/2v/pdip-ingatkan-sby-jangan-salah-pilih-kapolri/

PDIP Ingatkan SBY Jangan Salah Pilih Kapolri 
News ยป Law 
Rabu, 10 Apr 2013 - 16.50 WIB

Jakarta - Presiden SBY berencana akan melakukan pergantian Kapolri menjelang 
pemilu 2014. SBY pun diingatkan agar tidak kembali salah pilih dalam menunjuk 
Kapolri.  

Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari menegaskan, bahwa pergantian Kapolri 
merupakan hak prerogratif Presiden. Namun, dia hanya mempertanyakan apa alasan 
Presiden mengganti Kapolri.  

"Saya dengar penggantian ini untuk persiapan pemilu. Kan kita juga shock ya, 
karena beliau dalam waktu bersamaan beliau juga ketua umum Partai Demokrat. 
Masa melakukan keputusan-keputusan untuk kepentingan partainya, bukan karena 
sebagai presiden," ujar Eva di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/04/2013).  

Politisi PDI P mengaku setuju jika penggantian Kapolri berdasarkan pada kinerja 
yang selama ini ditunjukkan oleh Jendral Timur Pradopo. Menurut dia, kinerja 
yang ditunjukkan Timur selama menjabat sebagai Kapolri memang tidak memuaskan.  

"Saya setuju (Kapolri diganti). Khususnya dalam kasus-kasus yang melanda kaum 
minoritas dalam menjalankan ibadah, membuat keputusan yang tidak benar, dan 
kepolisian dibawah Kapolri Timur Pradopo sangat gagal," cetusnya.  

Lebih jauh Eva mengingatkan kepada Presiden SBY agar kesalahan dalam pemilihan 
Kapolri seperti yang terjadi saat menunjuk Timur Pradopo, tidak terulang 
kembali.  

Terlebih Eva menambahkan, tantangan Kapolri ke depan sangat berat dan harus 
memenuhi kebutuhan masyarakat.  

"Misalkan, beliau (Timur Pradopo) dipilih waktu itu, referensi dari Presiden 
apa? Ternyata tidak tepat dengan kepolisian sendiri. Nah jangan sampai hal ini 
terulang lagi. Apakah figur pengganti kapolri sesuai dengan kebutuhan mabes 
atau untuk kebutuhan Presiden," pungkas Anggota BAKN DPR RI ini.   

Oleh: Luki Junizar - Editor: Vivi Irmawat


++++

http://berita.plasa.msn.com/nasional/jpnn/demi-pemilu-pergantian-kapolri-dipercepat-1


Updated: Thu, 11 Apr 2013 02:03:00 GMT | By JPNN
Demi Pemilu, Pergantian Kapolri Dipercepat
KARTA--Kapolri Jenderal Timur Pradopo akan mengakhiri masa jabatannya pada 
Januari 2014 nanti. Namun, dikabarkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) akan mengganti posisi Timur sebagai Kapolri lebih cepat dari masa 
pensiunnya. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha tidak menampik adanya 
kabar itu. 

"Yang jelas Presiden ingin dalam menjaga efektivitas penanganan keamanan, 
khususnya dalam persiapan penyelenggaraan pemilu 2014 tentunya akan lebih baik 
bila itu dipersiapkan lebih awal artinya setahun lebih atau setahun untuk 
persiapan bagi pejabat baru untuk bisa lebih memastikan penyelenggaraan pemilu 
aman, lancar, dan tertib," tutur Julian di kompleks Istana Negara, Jakarta, 
Rabu (10/4). 

Selain itu, pergantian juga dilakukan karena faktor usia Kapolri yang memang 
sudah memasuki masa pensiun. Julian menampik bahwa pergantian dilakukan karena 
kinerja kepolisian yang tidak memuaskan selama ini. 

"Jangan missunderstanding. Bilamana memang telah memasuki usia pensiun tentu 
akan dilakukan proses persiapan pensiun. Namun kita tahu bahwa itu tidak 
terjadi dalam satu dua bulan kedepan. Bukan dikaitkan dengan hal-hal lain," 
kata Julian. 

Menurut Julian, selama ini kerja Kepolisian RI sudah lebih baik. Kapolri sudah 
menjalankan tugasnya. Hanya saja Presiden ingin ada pejabat baru yang siap 
mengamankan Pemilu 2014. 

"Selama ini kan semua bisa diatasi dengan baik oleh kepolisian, meskipun ada 
hal-hal yang terus muncul. Namun tetap ditangani dengan baik. Pemerintah ingin 
agar pada saat pemilu 2014 berjalan sebagaimana diharapkan bersama dari sisi 
keamanan kelancaran," pungkas Julian. (flo/jpnn) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke