http://www.tempo.co/read/news/2013/04/13/078473218/Ini-Hasil-Pertemuan-Kalla-dengan-Gubernur-Aceh

Sabtu, 13 April 2013 | 17:58 WIB
Ini Hasil Pertemuan Kalla dengan Gubernur Aceh

Seorang warga menunjukkan bendera bulan bintang di Banda Aceh, Senin (1/4). 
Pawai bendera diikuti oleh seribuan warga yang menginginkan bulan bintang 
menjadi bendera Provinsi Aceh. TEMPO/Adi Warsidi


Topik
  a.. #Gerakan Aceh Merdeka | GAM dan permasalahannya 

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah 3 jam bertemu dengan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, 
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan ada beberapa hal yang patut 
menjadi pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh untuk kembali membahas qanun 
lambang dan bendera Aceh. 

Mengenai masalah bendera yang akhir-akhir ini menjadi masalah konflik secara 
nasional, Kalla mengatakan, semangat semua pihak untuk menyelesaikan ini adalah 
untuk menjawab perdamaian. "Jangan ada yang berpikir, bahwa apa yang terjadi 
masalah bendera itu, akan merusak perdamaian,tidak," kata Kalla, usai bertemu 
dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Jakarta, Sabtu, 13 April 2013.




Kalla menyatakan:




1. Harus dipahami secara nasional, perubahan lambang dan bendera Aceh ini, 
bukan untuk mengganti bendera Merah Putih di Aceh. Kalla mengatakan, Ia dan 
pemerintahan Aceh sepakat bahwa NKRI tetap menjadi bagian dari perjuangan 
bersama. Bendera merah putih tetap diakui sebagai bendera nasional. "Bendera 
yang dibicarakan ini, ialah bendera tentang wilayah, yang melambangkan 
kebanggaan, dan persatuan daerah," kata Kalla.

2. Lambang dan bendera Aceh ini, tidak berbeda seperti lambang dan bendera DKI 
Jakarta dan daerah lain yang memilikinya. Namun, Kalla menilai, yang membuat 
pemerintah pusat membahasnya secara mendalam karena adanya PP No. 77 yang 
menyatakan bahwa itu tidak boleh sama dengan lambang gerakan sparatis. 

3. Pemerintah seharusnya melihat perbedaan pergerakan GAM yang berbeda dengan 
gerakan sparatis lain seperti RMS dan DI/TII. Kalla menilai, GAM menempuh jalan 
damai, amnesti. "Tidak sama ujungnya," kata dia. Sudah berdamainya GAM dengan 
pemerintah, menurut Kalla membuat semuanya terlarang 100 persen.

4. Perbedaan pandangan antara pemerintahan pusat dan Aceh ini, harus ditanggapi 
dengan baik untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan. Jangan sampai ada 
kesalahpahaman yang menghubungkan antara bendera Aceh dengan tuntutan 
kemerdekaan Aceh.




TRI ARTINING PUTRI




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke