'Perang' SMS Ketua MA vs Mahfud MD Soal Tak Ada Pejabat Bersih

Jakarta - Didatangi Mahfud MD saat masih menjabat Ketua Mahkamah 
Konstitusi (MK), Harifin Tumpa yang saat itu menjabat Ketua Mahkamah 
Agung (MA) akhirnya kirim SMS. Hal ini dipicu pernyataan Mahfud MD di berbagai 
media soal integritas pejabat negara Indonesia.

Dalam sebuah kesempatan, Harifin melontarkan pernyataan ke media massa 
yaitu pejabat di Indonesia tidak ada yang bersih. Hal ini dijawab Mahfud
 MD dalam sebuah kolom di sebuah koran nasional yang menyatakan, jika 
ada pejabat yang tega mengatakan bahwa tidak ada pejabat bersih berarti 
secara terang-terangan dia mengakui dirinya tidak bersih.

Hal ini ternyata menyinggung Harifin Tumpa dan mengirim sebuah pesan pendek ke 
ponsel Mahfud MD.

"Saya baru saja membaca tulisan Anda. Saya tahu bahwa Anda pasti 
tersinggung dengan pernyataan saya tersebut. Tetapi saya berani 
menyatakan itu karena saya punya bukti bahwa Anda tidaklah sebersih apa 
yang selama ini Saudara ceritakan," kata Harifin.

Hal ini 
terungkap dalam buku Biografi Mahfud MD 'Terus Mengalir' halaman 527 
yang ditulis wartawan senior Rita Triana Budiarti seperti dikutip 
detikcom, Senin (15/4/2013).

"Coba ingat berapa kali Anda 
mengantar orang menemui saya untuk minta tolong perkara. Nota Anda minta
 tolong perkara sampai saat ini masih ada saya simpan. Apa perlu saya 
buka ke publik," sambung SMS Harifin.

SMS ini diterima Mahfud 
saat berkunjung ke Yayasan An-Nuur, Pekanbaru pada 24 September 2011 
pukul 08.44 WIB. Atas SMS ini, Mahfud malah menantang Harifin untuk 
membuka secara bersama-sama kasus itu ke publik.

"Bapak Harifin
 yang terhormat. Saya minta maaf kalau ternyata tulisan saya membuat 
Bapak tersinggung. Tapi saya tidak keberatan, malah senang jika nota 
saya dibuka ke publik biar bisa diurai ketidakberesan dalam kasus-kasus 
itu. Bagus kalau 5 hal itu dibuka ke publik agar masalahnya bisa 
dibeber. Hormat," balas Mahfud MD 3 jam setelah SMS diterima.

Atas SMS ini, Harifin Tumpa hanya menjawab pendek pukul 15.12 WIB. Yaitu
 Tks. Saya sudah senang karena Bapak sudah mengaku. Mendapat jawaban 
pendek ini, Mahfud buru-buru membalas tiga menit setelahnya.

"Terimakash juga Bapak. Saya tidak berbasa-basi, sungguh-sungguh lebih 
senang kalau nota dan kunjungan saya diumumkan ke publik. Ada setumpuk 
masalah di balik nota dan orang-orang yang saya antar itu yang mungkin 
bagus bagi dunia penegakkan hukum kalau kita buka ke publik," tulis 
Mahfud dalam SMS ke Harifin.

SMS balasan Mahfud ini tak 
bersahut. Terdorong emosi, transkrip SMS itu lalu dibagikan ke para 
hakim konstitusi dan meminta masukan 8 hakim konstitusi apakah perlu 
dibuka ke publik atau tidak.

"Sudahlah Pak. Tidak usah. Bapak 
sudah benar karena SMS terakhir Harifin mengatakan tidak bersedia 
buka-bukaan ke publik, padahal semula dia sendiri yang mengajak buka ke 
publik," ujar seorang hakim konstitusi.

Mahfud sendiri sudah 
purna tugas sebagai Ketua MK pada 1 April 2013 lalu. Adapun Harifin 
Tumpa pensiun sebagai Ketua MA pada Maret 2012. Kini Ketua MK dijabat 
Akil Mochtar sedangkan Harifin digantikan Hatta Ali.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke