----- Original Message ----- 
From: ASAHAN 
To:
  
LOGIKA "ORBIA"(Orde Biadab)suharto

Kalau 7 perwira tinggi dibunuh oleh yang juga tentara maka tebusannya 3 juta 
manusia tanpa dosa harus dibunuh oleh tentara sambil menyalahkan PKI dan 
memfitnahnya. Sekarang tentara membunuh beberapa orang yang pernah membunuh 
seorang tentara sebagai balas dendam dan itupun mereka belum puas dan minta 
perbuatannya dihalalalkan kemanusiaan. Apakah hal ini akan selalu terjadi? Ya, 
akan selalu terjadi selama ORBIA belum dilenyapkan dari bumi Indonesia. Para 
algojo mereka masih hidup dan akan terus mewariskan DNA haus darah mereka pada 
generasi selanjutnya.
ASAHAN.

----- Original Message ----- 
From: Lusi D. 
To: 
Cc: 
Sent: Saturday, April 13, 2013 12:53 PM
Subject:  Gawat! Komnas HAM Dipaksa Nyatakan Cebongan Bukan Pelanggaran HAM

Kalau memperhatikan seragam yang mereka gunakan, orang pasti ingat
seragamnya organisasi Pemuda Pancasila dalam filmnya Jushua "Jagal"
itu. Apa mereka ini sejenis kelompok itu juga?
Nah problemnya sekarang ini siapa yang akan mereka teror selanjutnya.
Mungkin mereka mengira, bahwa rakyat tidak akan melawan kalau
diperlakukan tidak adil dan semena-mena seperti pada awal ordebaru
dulu. Untuk melawan ketidak adilan rakyat itu punya banyak akal dan
inisiatifnya.

Am Sat, 13
Apr 2013 09:27:49 +1000 schrieb

> Artikel 3 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal
> Declaration ofHuman Rights) Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1948
> yang diakui oleh Indonesia setelah 50 tahun dan tertuang dalam Tap
> MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia, berbunyi: "Semua
> individu berhak untuk hidup, untuk menikmati kebebasan dan keamanan
> bagi pribadinya"
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: awind 
> To: 
> Sent: Saturday, April 13, 2013 8:09 AM
> Subject: Gawat! Komnas HAM Dipaksa Nyatakan Cebongan
> Bukan Pelanggaran HAM
> 
> 
> 
> 
> http://www.gatra.com/hukum-1/28129-komnas-ham-dipaksa-nyatakan-cebongan-bukan-pelanggaran-ham.html
> 
> Gawat! Komnas HAM Dipaksa Nyatakan Cebongan Bukan Pelanggaran HAM 
> a.. 
> b.. 
> Details 
> Friday, 12 April 2013 23:59 
> Published Date 
> Jakarta, GATRAnews - Ratusan massa berseragam loreng dari Forum
> Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI)
> serta Pemuda Panca Marga (PPM) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi
> Manusia (Komnas HAM), memaksa Komnas HAM menarik pernyataan insiden
> Cebongan merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
> 
> 
> 
> "Jadi, di sini kami sudah sepakat, komnas HAM harus mencabut
> pernyataan, bahwa telah terjadi pelanggaran HAM yang dilakukan 11
> anggota Kopassus terhadap 4 tahanan," tegas salah seorang dari
> perwakilan kedua organisasi tersebut saat menyampaikan sikapnya dalam
> audiensi dengan Komnas HAM di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat,
> Jumat, (12/4).
> 
> 
> 
> Menurut kedua organisasi masyarakat tersebut, insiden pembantaian 4
> tahanan titipan Polda Daerah Istimewa Yogyakara (DIY) dalam Lapas
> Cebongan, merupakan peristiwa kriminal yang berujung kematian karena
> dilatar belakangi balas demdam, bukan pelanggaran HAM sebagaimana
> dikatakan Komnas HAM.
> 
> 
> 
> Selain itu, FKPPI dan PPM merasa, hasil temuan awal Tim Investigasi
> TNI AD atas kasus Cebongan sudah jelas dan terang, sehingga Komnas
> HAM tidak perlu melalukan investigasi ulang. Sebelum beraudiensi,
> ratusan pria berseragam loreng dan mengenakakan atribut layak tentara
> tersebut, menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Komnas HAM. Dalam
> orasinya, mereka meminta Komnas HAM menghentikan investigasi dan
> membongkar tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian aparat
> TNI-Polri saat bertugas.
> 
> 
> 
> Dalam pernyataan mereka, peristiwa penyerangan dan pembantaian 4
> tahanan titipan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta adalah peristiwa
> kriminal yang berujung kematian karena dilatar belakangi balas
> dendam. Sebelumnya, Tim Investigasi TNI AD (Tim Sembilan)
> menyebutkan, bahwa hasil investigasi yang menyatakan pelaku
> penyerangan dan pembantaian 4 tahanan adalah oknum anggota Kopassus
> dan merupakan hasil investigasi awal. Keterangan tersebyt disampaikan
> Ketua Tim Investigasi TNI AD, Brigjen Unggul K Yudoyono saat
> mengumumkan hasil investigasi sementara TNI AD atas pembantaian di LP
> Cebongan, di Jakarta Pusat, Kamis, (4/4).(IS)
> 
> 
> 

Kirim email ke