----- Original Message ----- From: ASAHAN To: Sent: Tuesday, April 16, 2013 2:05 PM Subject: Majalah Tempo Hilang dari Peredaran
----- Original Message ----- From: ASAHAN To: Sent: Tuesday, April 16, 2013 2:03 PM Subject: Fw: Majalah Tempo Hilang dari Peredaran Cara pembredelan gerilya di mana wajah negara tidak tampak memang lebih aman dilakukan dalam sebuah negara "DEMOKRATIS" Indonesia sekarang. Buku-buku saya ketika baru saja terbit di Jakarta, baru beberapa waktu masuk toko buku besar lantas cepat diamankan, hilang dari papan penjualan. Tentu ada perundingan gelap antara toko buku dengan pihak yang ditugaskan. Itu salah satu cara. Cara yang lain, penerbitnya didatangi langsung dan ditekan oleh petugas: jangan menjual buku saya, simpan saja di rumah dan macam-macam cara lain lagi yang sesungguhnya pembredelan karna alasan politik. Tapi negeri anti Komunis bukan hanya Indonesia saja. Di negeri di mana saya numpang tinggal adalah salah satu negeri yang sudah matang anti Komunisnya dan lebih beradab dalam membiadabi orang-orang Komunis. Asal yang namanya ASAHAN... atau dicoret atau tidak terdapat dalam komputer mereka karena sudah diTABUkan. Dalam semua kegiatan kebjudayaan/kesusasteraan yang menyangkut Indonesia, saya tidak pernah mereka undang, tapi mereka mengecualikan bekas komunis lainnya, terutama yang klas kader yang mereka anggap sudah dijinakkan. TEMPO tentu saja bukan majalah kiri tapi kalau mereka anggap sudah kebablasan, TEMPO juga harus dibekam. Di sini membuktikan bahwa anti komunis hakekatnya adalah anti rakyat. Buktinya, komunis sudah disapu bersih tapi rakyat masih ada dan kalau ada yang berani menyuarakan kepentingan rakyat maka otomatis akan diperlakukan seperti komunis... DORRRR!!! ASAHAN. ----- Original Message ----- From: Chan CT To: Sent: Monday, April 15, 2013 11:45 AM Subject: Majalah Tempo Hilang dari Peredaran Majalah Tempo Hilang dari Peredaran TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Tempo edisi 15-21 April 2013 menghilang dari peredaran, Senin, 15 April 2013. Menurut Kepala Regional Sirkulasi Tempo Bagian Selatan, Iman Sukarnadi, majalah Tempo diborong oleh sejumlah orang. »Laporannya, sejak tadi subuh sudah mulai diborong,” kata Iman. Iman sendiri belum berhasil menemukan satu eksemplar pun majalah Tempo di tangan agen atau pengecer pinggir jalan. Meski dia sudah menyusuri sejumlah agen yang ada di kawasan Blok M dan Blok A. "Tapi semuanya juga sudah habis dan tidak ada satu eksemplar pun.” Wilayah sirkulasi majalah Tempo di Jakarta Selatan meliputi kawasan Blok M, Panglima Polim, dan Blok A. Setiap pekan, sekitar 5.000 eksemplar majalah Tempo didistribusikan ke 20 agen untuk dijual kepada masyarakat. »Ada juga pengecer yang ambil ke agen,” kata dia. Untuk alur distribusi majalah Tempo, sebagian besar agen mengambil langsung ke percetakan TemPrint, sehari sebelum diedarkan. »Sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 majalah Tempo mulai diambil,” ujarnya. "Ada juga beberapa agen yang mendapat kiriman dari percetakan TemPrint." Iman menduga pemborongan majalah terjadi hampir di seluruh wilayah Jakarta. Soalnya, dia tidak melihat satu pun lapak yang menjual majalah Tempo, mulai dari Blok M, Blok A, hingga kawasan Pramuka, Jakarta Timur. »Dari beberapa lampu merah, tidak satu pun yang jual,” katanya. Soal motif, Iman belum mengetahuinya. Tapi ia menduga pemborongan terkait berita yang dimuat majalah Tempo. Dalam edisi 15-22 April 2013, majalah Tempo menulis dugaan keterlibatan Ketua Fraksi sekaligus Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam kasus korupsi PON Riau. Laporan utama ini menemukan indikasi Setya ikut mengatur proyek itu. Setya juga diduga terlibat perkara kartu tanda penduduk elektronik. DIMAS SIREGAR Source: http://id.berita.yahoo.com/majalah-tempo-hilang-dari-peredaran-050138468.html Ini Kesaksian Loper Soal Pemborong Majalah Tempo TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Tempo hilang dari peredaran. Agen majalah Tempo di kawasan Blok M menyatakan, majalah Tempo edisi 15-21 April 2013 habis diborong seseorang. "Orang itu bukan pelanggan saya," kata pengelola agen koran dan majalah, Sumino, 34 tahun, Senin, 15 April 2013. Menurut dia, orang yang datang sekitar pukul 05.00 itu memborong 100 eksemplar majalah Tempo. Setiap pekan, lanjut Sumino, lapaknya menerima 500 eksemplar majalah Tempo. Sayangnya, pada pekan ini, dia mengaku hanya menerima 100 eksemplar dan semuanya dibeli orang misterius tadi. Agen koran dan majalah lainnya di Terminal Blok M juga menyatakan bahwa majalah Tempo diborong pagi tadi. "Pemborongnya bilang dia dari perusahaan," ujar Kezia Sitompul, pengelola agen. Kezia menerima 50 eksemplar majalah Tempo pada pukul 05.00, dan semuanya langsung dibeli orang tersebut. "Mungkin sedang ramai beritanya," ujarnya. Yogi Gesang, 33 tahun, petugas sirkulasi majalah Tempo, menyatakan, di wilayah Jakarta Selatan, ada tiga agen melaporkan aksi borong majalah edisi pekan ini. Tiga agen penjualan majalah Tempo itu ada di Liston Agensi, Jakarta Timur; Van Agency, Tangerang; dan agen di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Majalah Tempo edisi 15-21 April 2013 memuat laporan tentang "Bandar Proyek Partai Beringin". Edisi majalah dengan sampul berwarna kuning ini mengulik kisah tentang Bendahara Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Setya Novanto, yang diduga mengatur suap penambahan anggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau. Source: http://id.berita.yahoo.com/ini-kesaksian-loper-soal-pemborong-majalah-tempo-062803057.html http://synergyprofit.com
