Pemimpin model begini yang patut ditiru oleh semua pemimpin lainnya di 
Indonesia. Bukan cuma niru cara kampanyenya tapi cara kerjanya setelah 
terpilih. Pemimpin model begini yang dicintai warganya dan ditakuti oleh 
birokrat yang korup. 


Kisah Penyamaran Basuki Saat Sidak Rusun Marunda

"Waktu itu, kami sedang antre pendaftaran calon penghuni. Ada ratusan orang di 
situ. Tidak ada yang sadar kalau di situ ada Pak Ahok (sapaan Basuki, red)," 
kata Edward Rumambi, penghuni Kluster B Blok 11 Unit 1-10 Rusun Marunda.

Edward yang kerap disapa Boy menuturkan, saat itu, seorang pria berperawakan 
tinggi datang dan duduk di warung pecel lele di kompleks rusun. Pria itu 
mengenakan sandal jepit, memakai topi, dan kacamata hitam. Saat itu, masih 
terdapat ratusan orang yang berada di sekitar kantor pengelola rusun meskipun 
kantor itu sudah ditutup pada pukul 17.00 WIB.

"Menurut pedagang pecel lele, orang itu menanyakan ke dia, 'Kenapa tidak 
tinggal di rusun?'," tutur Boy.

Pedagang itu dengan polosnya mengaku bahwa dirinya belum memiliki cukup uang 
untuk membayar uang muka penyewaan rusun. Ia lantas menerangkan, beberapa orang 
yang dikenalinya harus menyetor uang sebanyak Rp 5 juta sampai belasan juta 
rupiah untuk mendapatkan unit di rusun milik pemerintah itu.

Menurut Jaenudin, ia mendapat informasi bahwa Ahok, sapaan Basuki, turun dari 
mobilnya di depan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda. "Dari situ, dia 
naik ojek ke rusun," tambah Jaenudin.

"Bahkan, beberapa hari kemudian Pak Wagub datang lagi dan mendobrak pintu unit 
yang enggak ada penghuninya," kata Boy. (kompas.com)


Kirim email ke