Ref: Apakah ada kemungkinan pembangunan kapitalisme mendatangkan kesejahteraan 
pada rakyat, jika rezim berkuasa dan kaum elitnya tidak pro aktif pada 
kepentingan rakyat dan juga rakyat tidak  dibekali dengan ilmu yang dibutuhkan 
untuk perubahan perbaikan ke tingkat hidup menada dalam lingkungan alam yang 
nyaman, sehat dan aman?

http://indonesiarayanews.com/news/nasional/04-16-2013-21-03/emil-salim-pola-pembangunan-kapitalisme-harus-diubah


Editor: 
Risnawati Avin
Emil Salim: Pola Pembangunan Kapitalisme Harus Diubah
Tuesday, April 16, 2013 - 21:03
Nasional

SHARE

inShareShare 
@IRNewscom I Jakarta: GURU Besar Universitas Indonesia yang juga pakar 
lingkungan hidup Emil Salim menegaskan pembangunan dengan pola kapitalisme 
harus diubah dengan pembangunan ekonomi dan nilai sosial plus kepentingan 
lingkungan.

"Sudah lewat masanya, perjuangan tidak lagi berdasar kapitalisme. Harusnya 
berubah, pembangunan ekonomi plus sosial plus lingkungan," kata Emil Salim 
dalam diskusi Kedaulatan Rakyat Dalam Politik Ekonomi Perubahan Iklim di 
Megawati Institute, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, untuk dapat melakukan pembangunan ekonomi, sosial, plus lingkungan 
secara bersamaan maka pasar harus diintervensi dengan menggunakan "Reducing 
emissions from deforestation and forest degradation and enhancing forest carbon 
stock in developing countries" (REDD+) dan pembangunan hijau.

Ia mengatakan pembangunan ekonomi hijau adalah pola pembangunan yang mengelola 
sumber daya alam dengan memperhitungkan daya dukung ekosistem sebagai sistem 
penopang kehidupan alam, termasuk manusia.

REDD+, menurut mantan Menteri Lingkungan Hidup ini, menjaga keutuhan ekosistem 
hutan dalam pembangunan Produk Domestik Bruto (PDB). Maka fungsi REDD+ 
merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi hijau.

"Tapi untuk melaksanakan itu butuh perubahan konstitusi yang jelas," ujar dia.

Ekonomi komersial mengandalkan mekanisme pasar yang tidak menampung isyarat 
ekosistem hutan, sehingga menurut dia, diperlukan intervensi pemerintah untuk 
melakukan koreksi pasar.

REDD+, lanjutnya, juga menyusun satu peta rujukan geospasial yang juga memuat 
peta masyarakat adat. Melalui moratorium kelola hutan dan gambut ijin 
eksploitasi hutan ditertibkan agar sesuai dengan REDD+.

Untuk itu, ia mengatakan perlu diutamakan pengelolaan hutan sesuai dengan 
kearifan lokal dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.[ant]

Berita Terkait: 
Emil Salim: Perlu Kepercayaan Kelola Citarum
Pengelolaan Lingkungan di Kabupaten Perlu Dikaji
UI Tambah Dua Guru Besar Teknik
Ini Dia Guru Besar Termuda UGM
Nasib Tutor Kurang Diperhatikan 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke