----- Forwarded Message -----

Sent: Wednesday, April 17, 2013 6:00 PM
Subject: Rachel Amanda, Wimar Witoelar bergabung! Yuk sebar lagi!
 


 
  
 
   
Kamu pasti sadar, sampah plastik bikin bumi menderita. Limbahnya sulit diurai. 
Saluran air mampet, lalu banjir. Tapi berapa banyak orang seperti kamu?  
Lindungi Bumi Yuk!   

Di luar dugaan, petisi www.change.org/pay4plastic sudah didukung 4000 orang 
lebih. Tapi kenapa sih, supermarket-supermarket itu belum menjawab tuntutan 
kita?

Padahal sekarang setiap orang memakai kantong plastik 700 lembar per tahun. 
Greeneration Indonesia mencatat 100 milyar kantong plastik per tahun. Ada 4000 
ton sampah plastik per hari: setara 16 pesawat Boeing 747!
Kamu pasti sadar, ini membuat bumi menderita. Limbahnya sulit diurai oleh alam. 
Saluran air mampet, lalu banjir! Tapi berapa banyak orang seperti kamu?
Ajak mereka yuk, tandatangani petisi www.change.org/dietplastik (sama aja :) 
Sebentar lagi 22 April, hari Bumi Sedunia. Melihat realitas ini, betapa 
sedihnya Bumi pertiwi kita. Saya ingin kita lebih giat lagi. 

Mungkin ini tak cuma tanggungjawab supermarket. Kita pun berlebihan 
mengkonsumsinya. Saya tak ingin pasrah, apalagi menyalahkan satu pihak saja, 
misalnya supermarket. Saya percaya setiap orang punya rasa tanggungjawab, bisa 
membuat perubahan, dan itu berarti pihak berkekuatan besar seperti supermarket 
bisa kita gerakkan untuk perubahan.
Minggu lalu, saya dan suami ikutan kampanye diet plastik The Body Shop. Seru! 
Semua berkomitmen lindungi bumi. Rachel Amanda, Laura Muljadi, Toto Sugito 
Bike2Work, Suzy Hut, Wimar Witoelar ajak masyarakat tandatangani petisi 
pay4plastic. Makin seru saat kita “rampok” plastik orang-orang di area 
car-free-day Bundaran HI. Mereka kaget, tapi paham dan makin sayangi bumi :)

Minggu besok, 21 April jam 8 pagi, ada lagi. Mari ramaikan! Ajak siapa saja 
untuk meminta penentu kebijakan supermarket-supermarket itu diet plastik. 
Selain itu, saya sudah antar surat resmi ke pak Jokowi untuk meminta waktu 
audiensi dan dukungan bagi diet kantong plastik. Semoga berbuah!
Salam bumi,

Tiza Mafira  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke