Ref: Goblok! Yang dibutuhkan  oleh masyarakat bukan opsi-opsian, dua atau 
sepuluh obsi, tetapi hanya satu obsi bercatatan persedian BBM selalu ada dan 
mudah dapat dibeli oleh semua lapisan masyarakat tanpa tergantung dari besarnya 
ketebalan dompet.

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/presiden-ada-dua-opsi-subsidi-bbm/34591


Presiden: Ada Dua Opsi Subsidi BBM
Jumat, 26 April 2013 | 16:51

 Presiden SBY [abror] 


Berita Terkait

  a.. Pertamina: Subsidi Sebaiknya Dialihkan Untuk Pendidikan Dan Kesehatan 
  b.. Presiden Bahas Pengurangan Subsidi BBM Di Cipanas 
  c.. Aviliani: Subsidi BBM Dikompensasikan Ke Pajak 
[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pilihan kebijakan 
terkait pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM), yang akan diputuskan 
dalam waktu dekat, mengerucut pada dua opsi.

"Ini bukan sekadar putuskan saja apa yang a dan b. Saya tahu konsekuensi bagi 
saudara kita yang tidak mampu. Secara moral saya wajib pastikan apapun pilihan 
dalam waktu dekat, rakyat yang tidak mampu harus kita bantu dan lindungi," kata 
Presiden dalam keterangan pers di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, usai 
rapat terbatas, Jumat (26/4).

Presiden mengatakan, opsi yang pertama adalah kebijakan dua harga BBM, satu 
yang mendapat subsidi penuh dan harga lainnya disubsidi sebagian.

"Laporan dari Menteri ESDM atas yang dilakukan beberapa hari terakhir ini 
menguji upaya pengurangan subsidi BBM, kenaikan harga BBM pada batas tertentu, 
saya kira rakyat sudah ketahui apa dan bagaimana. Apakah memungkinkan untuk 
sistem dua harga," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan, sistem dua harga dimaksudkan agar masyarakat yang 
tidak mampu masih bisa menggunakan BBM bersubsidi, sementara masyarakat yang 
mampu menggunakan BBM yang tidak disubsidi sepenuhnya, untuk keadilan.

"Kebijakan yang adil, subsidi BBM hanya diberikan pada yang tidak mampu, yang 
mampu dan kaya mesti dikurangi, (sementara harga BBM subsidi, Red) yang tidak 
mampu sementara dipertahankan sampai daya beli memungkinkan," tutur Presiden.

Sementara opsi lainnya adalah pilihan satu harga, menaikkan harga BBM dengan 
memastikan rakyat miskin mendapatkan bantuan untuk menjamin agar tidak terkena 
imbas kenaikan harga BBM.

"Meski ada opsi dengan satu harga, yang dilaporkan ke saya, meski satu dua hari 
lagi laporan lengkap apakah memungkinkan secara teknis di lapangan dua harga, 
bila risiko terlalu besar dan tidak bisa dijalankan dengan bertujuan menjaga 
kesehatan fiskal, dan mengurangi subsidi BBM, dan harus menaikkan harganya maka 
rakyat yang tidak mampu harus mendapatkan bantuan langsung," kata Presiden. 
[Ant/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke