Ref: Kalau menteri buruk  berarti kepala pemerintahan juga buruk,  sebab selama 
masa jabatan sang kepala memakai oknom yang tidak becus menjadi menteri dan 
oleh sebab itu sepatutnya  menteri dan  sang kepala di-reshuffle.

http://www.indopos.co.id/index.php/berita-politik/339-menteri-buruk-reshuffle-saja


Menteri Buruk Reshuffle Saja 

Wednesday, 12 December 2012 13:28 
Written by Adityo 

 
Kabinet Tinggal 1,5 Tahun, PPP Tidak Setuju

JAKARTA–Pasca mundurnya Andi Mallarangeng dari jabatannya sebagai Menpora, kini 
DPR RI mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melakukan reshuffle 
kabinet.

Bukan saja untuk mengisi jabatan Menpora, melainkan menteri-menteri yang diduga 
tersangkut korupsi dan tidak fokus menjalankan tugasnya. Itu yang sebaiknya 
diganti, agar pemerintahan ke depan makin baik dan tidak terganggu de ngan 
kerja-kerja politik menjelang Pemilu 2014.

Pendapat tersebut disampaikan politisi Partai Demokrat yang juga anggota Dewan 
Pembina PD, Hayono Isman. ”Saya kira kemungkinan besar ada reshuffle kabinet 
karena beliau punya tanggungjawab untuk memastikan pemerintahan berjalan 
efektif. Walau pun tahun 2013 masuk tahun politik, reshuffle kabinet jangan 
dikesampingkan walau pemerintahan SBY tinggal 1,5 tahun lagi,” ujar Ha yo no, 
di Gedung DPR, Selasa (11/12).

Menurut Hayono, Presiden SBY mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan 
periode kedua pemerintahannya dengan baik dan maksimal. ”Sehingga mengganti 
pembantu yang kinerjanya tidak maksimal menjadi sangat penting.

Pemerintahan tidak boleh terganggu dengan dinamika politik menjelang 2014. 
Pemerintah harus tetap melayani rakyat. Pemerintahan tidak boleh ter ganggu 
oleh para menteri yang kebetulan adalah pimpinan dan atau sebagai pengurus 
teras parpol,” papar mantan Menpora di era Presiden Soeharto itu.

Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung juga mengatakan Presiden SBY selain harus 
segera mencari pengganti Andi Mallarangeng sebagai Menpora. Namun sebaiknya SBY 
juga mengganti menterimenteri yang tidak efektif menjalankan tugasnya. ”Ini 
momentum beliau untuk melakukan perbaikan kinerja kabinet.

Jadi reshuffle itu tidak hanya yang berkaitan dengan Menpora, tapi juga untuk 
menteri yang kinerjanya tidak memenuhi harapan,” tegas politisi PDIP ini. 
Pramono menilai, sisa waktu pemerintahan SBY yang hanya sekitar 18 bulan lagi 
harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukan kerja-kerja efektif untuk 
rakyat.

”Sisa waktu itu tidak boleh dibiarkan berlalu sia-sia dengan kinerja tidak 
maksimal dari menteri-menteri. Sisa waktunya itu tidak lama lagi. Karena itu 
jangan sampai perbaikan ekonomi dan pembangunan terganggu karena kinerja 
menteri yang buruk,” papar Pramono.

Diakui Pramono pula, kalau memang ada beberapa menteri yang kinerjanya tidak 
maksimal. ”Rakyat pun tahu dan mencatat ada beberapa menteri yang kinerjanya 
buruk, karena sibuk dengan kerjakerja politik sebagai pimpinan parpol.

Saya kira Presiden SBY harus berani dan tegas menyikapi menteri yang mengganggu 
jalannya pemerintahan ini,” lontar Pramono yang enggan menyebut nama siapa saja 
menteri yang dicatat rakyat karena berkinerja buruk itu.

Namun desakan reshuffle kabinet dari pentolan PDIP maupun PD itu ditolak PPP. 
Wakil Ketum PPP Lukman Hakim berargumen kalau usulan reshuffle kabinet sudah 
kontraproduktif kalau dipaksakan dilakukan sekarang ini. ”Usia pemerintahan 
(SBY) ini tinggal 1,5 tahun lagi. 

Bila terjadi reshuffle beberapa portofolio, maka justru akan kontra produktif,” 
ujar Lukman. Pergantian menteri, menurut Lukman, justru akan menghambat kerja 
pemerintah. ”Sebab menteri-menteri baru itu tentu butuh waktu lagi untuk 
adaptasi. Lalu kapan produktifnya?” katanya bertanya.

Untuk diketahui kalau partai berlambang Ka’bah ini menempatkan dua kadernya 
menduduki kursi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Yaitu Menteri 
Agama Suryadharma Ali dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. (ind)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke