----- Original Message ----- From: ASAHAN To: Sent: Sunday, April 28, 2013 1:49 PM Subject: Klarifikasi Ahok Soal Sebut Warga Waduk Pluit Komunis
Ahok telah sangat terburu nafsu untuk memproklamirkan dirinya sebagai wakil Gubernur Jakarta Raya yang anti komunis. Tentu dia bermaksud ambil muka di hadapan pemerintah penerus ORBIA (Orde Biadab)suharto. Kebiasaan menjilat penguasa bagi orang sejenis Ahok bukanlah hal yang langka. Tapi kali ini dia terperosok dalam sambil menunjukkan wajah aslinya sebagai penerus politik anti komunisnya suharto. Dia tuduh siapa saja yang menentang kebijaksanaan politikanya sebagai komunis, sama persis seperti suharto melakukannya ketika dia masih berkuasa. Ini lagi-lagi sebuah peringatan serius bagi rakyat Indonesia. Rakyat akan dengan serta merta mendapat tuduhan komunis bila telah dianggap tidak sesuai dengan kebijakan politik pemerintah dan itu berarti hutang nyawa di kemudian hari yang tak jelas kapan.Tapi sementara, ada hal yang juga positif bagi rakyat, bahwa Ahok telah memperlihatkan dirinya sebagai tokoh anti komunis yang tidak tedeng aling-aling dan berani mengancam rakyat karena punya modal kuasa sebagai wakil Gubernr sebuah ibu kota besar seperti Jakarta. Rakyat akan menarik pengalaman bahwa orang-orang seperti Ahok ini tidak boleh lolos masuk kekuasaan. Coba perhatikan Ahok dalam pakaian seragam wakil gubernur, mirip mirip seperti Tjiang Kai Sek di masa mudanya. ASAHAN. ----- Original Message ----- From: Chan CT To: GELORA_In Sent: Saturday, April 27, 2013 12:12 PM Subject: #sastra-pembebasan# Klarifikasi Ahok Soal Sebut Warga Waduk Pluit Komunis Menurut saya, klarifikasi yang diberikan Ahok atas pernyataan warga Waduk Pluit yang digusur sebagai Komunis, tetap tidak bisa dibenarkan! Pertama, setuju dengan sikap Ahok untuk menertibkan, orang-orang yang membangun Rumah dilahan Negara, dan lebih-lebih didaerah yang perlu dibersihkan untuk mencegah banjir, ... bagi kaum miskin (yang menyewa tumah) sudah betul dipindahkan ke RUSUN, sedang bagi “pemilik” rumah yang menyewakan rumah itu, apa perlu diganti rugi? Orang itu jelas membangun rumah dilahan negara secara illegal, lalu menyewakan pada orang juga illegal tanpa bayar pajak, juga jelas orang itu punya rumah lain yang cukup nyaman, jadi boleh saja rumah itu digusur TANPA harus ganti rugi! Sebaliknya dia harus bayar ongkos pembokaran rumah, ... Kedua, Sikap ngotot mempertahankan rumah yang dibangun dilahan negara demikian, sedikitpun tidak ada hubungan dengan ideologi komunis. Sikap begitu lebih pantas disebut bandit, garong! Sedang komunis dahulu merampas kelebihan tanah milik tuan tanah dan dibagikan pada tani miskin, tani penggarap, ... Setelah Komunis berkuasa, saat menggusur perumahan-perumahan rakyat yang harus digusur untuk pembangunan lain, entah jalan, waduk atau Gedung pencakar-langit yang diperlukan, tentu harus ganti rugi sesuai harga pasar didaerah itu, atau lebih dahulu membangun perumahan untuk memindahkan mereka, ... Salah satu contoh, jutaan penduduk didaerah tepi Sungai Yang Tse yang akan terendam dalam rangka pembangunan waduk raksasa 3 Gorges Sungai Yang Tse, harus dipindahkan sebelum air dinaikkan sampai 180 meter. Juga ada beberapa % penduduk yang tidak hendak pindah keperumahan baru diatas gunung, khususnya orang-tua yang sudah puluhan tahun hidup disitu. Pemerintah setempat juga harus sabar dan membiarkan mereka melihat bagaimana kehidupan diperumahan baru yang cukup modern dengan peembagian tanah ladang dan serba lebih praktis dengan adanya air ledeng dan listrik, ... akhirnya juga pindah dan, justru menyatakan kegembiraan dan kepuasan setelah pindah. Yang patut diperhatikan, adanya orang yang “dibeli” oleh sementara LSM untuk ngaco, ngotot tidak mau pindah. Lalu radio/TV asing berteriak RRT melakukan penggusuran yang menginjak-injak HAM. Tidak berprikemanusiaan, ... Begitu saat menghadapi penggusuran daerah pembangunan Stadion & Perumahan Olympic di Beijing 2008 yl. Sekalipun sudah tiba batas waktu untuk pindah, ada 3-5 rumah TIDAK HENDAK pindah, ... Pemerintah mengambil cara, menghentikan listrik dan air-ledeng, masih tidak pindah. Lalu mengeduk foundasi disekitar rumah itu, ... barulah mereka pindah karena sudah tidak mungkin untuk bertahan lebih lama, gak bisa masuk dan keluar rumah lagi. Heheheee, ... Salam, ChanCT http://news.liputan6.com/read/571914/klarifikasi-ahok-soal-sebut-warga-waduk-pluit-komunis Klarifikasi Ahok Soal Sebut Warga Waduk Pluit Komunis oleh Luqman Rimadi Posted: 26/04/2013 16:31 Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Liputan6.com/Danu Baharuddin) Liputan6.com, Jakarta : Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama membantah menuding warga Waduk Pluit yang akan digusur sebagai Komunis. Namun, Ahok menilai keinginan warga yang meminta lahan di kawasan lain dan menolak tinggal di rusun seperti pemikiran komunis. "Saya gak marahin warga Pluit bilang komunis. Itu kan LSM dateng, mereka membawa proposal minta bagi lahan. Saya bilang mana bisa bagi lahan, itu kan tanah negara. Mereka ngotot, kalau ngotot itu ideologi komunis dong," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (26/4/2013). Menurut Ahok, jika lahan milik pemerintah dibagikan begitu saja kepada warga Pluit, maka sama saja pemerintah menghalalkan penjarahan tanah negara oleh warga. "Sama saja rakyat boleh menjarah lahan. Sekarang kalau gitu sekalian saja anda dudukan Balaikota sama Monas, nanti saya juga minta bagi juga semuanya. Lumayan kan? Ya dia berhak marah kan? Dia mau tuntut ya tuntut saja gitu lho," kata Ahok dengan nada tinggi. Ahok mencontohkan, bila dirinya mempunyai rumah kemudian dibongkar oleh dinas P2B maka dia tidak akan mendapatkan penggantian dari pemerintah. Sedangkan di satu sisi warga Waduk pluit mendirikan bangun di tanah negara. "Sudah di atas tanah negara, kemudian disewain dan tidak bayar pajak, tetapi malah minta ganti harga per meter waktu dilakukan pembongkaran, ini apa," kata dia. Sebelumnya, Ahok menyesalkan protes ratusan warga yang menolak penggusuran rumah di bantaran Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, hingga memblokir jalan. Sebab penggusuran itu dilakukan di atas tanah negara dan untuk mencegah banjir. Sehingga penolakan warga dinilai terlalu berlebihan. "Kalau saya pakai logika. Kalau saya bangun rumah di tanah yang bukan milik saya tanpa izin, dibongkar P2B, saya minta ganti rugi nggak sama pemerintah? Dapat? Mana ada? Ya mampus semuanya. Udah bangun salah, dikasih duit gitu lho. Terus saya bangun di tanah negara, terus saya sewa-sewain sama orang, dibongkar, minta ganti rugi. Mana ada hukumnya? Itu komunis namanya!" ketus Ahok. Ia menambahkan, pembongkaran bangunan yang berada di bantaran kali itu dilakukan sebagai bagian dari proyek normalisasi Waduk Pluit untuk mencegah terjadinya banjir di Jakarta. "Masak nggak boleh pake tanah sendiri," tukas Ahok. (Ary) [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
