SHNEWS.CO: Staf Khusus Presiden Minta Ahok Belajar ke China
----- Original Message ----- From: ASAHAN Subject: Fw: E-mail met bijlage (attachment): SHNEWS.CO Staf Khusus Presiden Minta Ahok Belajar ke China ----- Original Message ----- From: ASAHAN Sent: Saturday, April 27, 2013 11:59 PM Subject: E-mail met bijlage (attachment): SHNEWS.CO Staf Khusus Presiden Minta Ahok Belajar ke China Ahok keluar monyetnya. Ahirnya Ahok memperlihatkan keasliannya sebagai pemimpin baru yang ANTI KOMUNIS penerus dan ahli waris ORBIA (ORDE BIADAB) suharto. Dia tidak mau tahu sejarah berdarah Mei 1998 yang membantai saudara-saudara se etnisnya yang dilakukan oleh Orde biadab suharto. Agaknya dia terlalu awal menjadi arogan dan mengumumkan dirinya sebagai fasis anti komunis Indonesia. Kita lihat saja masa depannya sebagai tokoh anti komunis, anti rakyat. Memang dia punya modal tidak bisa disentuh siapapun kalau tidak berani mendapat tuduhan rasialis. Dia tidak mau tahu tuduhan serupa itu sudah semakin rapuh karna sudah terlampau di vulgerkan, tapi apakah anti komunis itu lebih bisa dimaafakan daripa pada rasisme?. Ahok menganggap semua rakyat Indonesia yang berani menuntut keadialan dan menentang kesemen-menaan penguasa negara adalah komunis dan karenanya patut dikenakan undang-undang suharto yang anti komunis. Sungguh cemerlang masa depan Ahok. ASAHAN. FORUM Staf Khusus Presiden Minta Ahok Belajar ke China (dok/antara) Pembebasan tanah untuk infrastruktur terbaik di dunia dilakukan di China oleh pemerintahan Komunis. JAKARTA Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut rakyat di bantaran Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menolak digusur sebagai komunis. Pernyataan Ahok tersebut sangat disesalkan banyak pihak. Sebagai seorang pemimpin, Ahok tidak semestinya gampang memberikan stigma kepada rakyatnya sendiri. Seorang warga Jakarta Timur, Frimatus Dedy mengatakan, tindakan Ahok sebenarnya tidak beda jauh dengan mantan Presiden Soeharto. Orang yang berkuasa selama 32 tahun itu dengan mudah menggunakan stigma komunis kepada rakyat yang mengritik kebijakannya. Sebentar lagi Ahok tidak akan beda dengan Soeharto. Dia gunakan kekuasaannya untuk menstigma rakyatnya, sekalipun rakyat itu jadi korban atas kebijakannya, katanya, Kamis (25/4) malam, ketika menanggapi pernyataan Ahok itu. Staf Khusus Presiden Andi Arief juga mengkritik pernyataan Ahok. Menurutnya, menjadi seorang pemimpin bukan berarti memiliki tiket mengatasi persoalan masyarakat dengan gampang. Sebaliknya, pemimpin perlu menggunakan cara yang tepat untuk mengatasi persoalan, bukan menggunakan ancaman atau stigmatisasi. Peristiwa Ahok menyebut rakyatnya dengan stigma komunis, menggambarkan ia kehilangan akal menjadi pemimpin. Ini hal serius, katanya kepada SH, Kamis. Andi menjelaskan, kebiasaan masyarakat mempetahankan tanahnya merupakan sebuah kepastian. Oleh karena itu, perlu pendekatan, bukan justru melakukan serangan pagi-pagi dengan menyebut mereka yang ingin mempertahankan tanah dengan ganti rugi disebut komunis. Entah apa yang dipikirkan Ahok saat keluar kata tak pantas itu. Harusnya dia ingat 'tuntutlah ilmu sampai negeri China'. Pembebasan tanah untuk infrastruktur terbaik di dunia dilakukan di China oleh pemerintahan komunis dan masyarakat yang mayoritas komunis itu, katanya. Dia menambahkan, perbuatan Ahok tidak beda dengan perbuatan mengandung rasisme yang dilontarkan pengacara Farhat Abas. Ahok sama rasis dengan Farhat Abas di Twitter. Kini, dalam bentuk lain dia gunakan senjata stigma komunis kepada rakyat yang membela kepentingannya, paparnya. Cabut Dukungan Terpisah, menanggapi pernyataan Wakil Gubernur Bsuki Tjahaja Purnama, Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Arief Poyuono menegaskan bahwa Partai Gerindra akan meninjau bahkan mencabut dukungan pada pemerintahan Joko Widodo-Ahok yang belakangan menunjukkan sikap antirakyat. Ketua Prabowo telah memerintahkan, apabila pemerintah yang kita dukung berubah menjadi antirakyat dan menyakiti rakyat, maka kita akan mencabut dan menentang pemerintahan tersebut, demikian tegasnya kepada SH di Jakarta, Jumat (26/4). Menurutnya, Ahok tidak paham tentang komunisme dan sekadar menakut-nakuti rakyat korban gusuran agar tidak meminta ganti rugi. Sikap tersebut menurutnya bertentangan dengan komitmen Partai Gerindra terhadap rakyat. Kalau itu tanah negara, mengapa selama ini dibiarkan rakyat bermukin di situ. Itu hak rakyat untuk minta ganti rugi. Karena pemilik negara ini bukan Jokowi atau Ahok, tapi rakyat, termasuk rakyat miskin yang akan mereka gusur, tegasnya. Pernyataan Ahok tersebut menurutnya sangat menyakiti hati rakyat kecil yang mendukung Jokowi-Ahok dalam memenangkan Pilkada Jakarta lalu. Jangan arogan. Emangnya dia bisa jadi seperti ini kalau bukan didukung oleh rakyat yang sekarang akan digusur tanpa ganti rugi, tegasnya. (Web Warouw) Sumber : Sinar Harapan 1 Komentar : -------------------------------------------------------- Supardiyanto HP 26 April 2013 - 19:36:06 WIB Umumnya kita beli tanah begitu lihat bagus patok bayar tanpa melihat lagi peruntukannya dll dst dst lalu bangun urusan selanjutnya apa kata nanti ----------------------------------------------------- ------------------------------------ Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : [email protected] Kunjungi situs INTI-net http://groups.yahoo.com/group/inti-net Kunjungi Blog INTI-net http://tionghoanet.blogspot.com/ http://tionghoanets.blogspot.com/ Tulisan ini direlay di beberapa Blog : http://jakartametronews.blogspot.com/ http://jakartapost.blogspot.com http://indonesiaupdates.blogspot.com *Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan* CLICK Here to Claim your Bonus $10 FREE ! http://profitclicking.com/?r=kQSQqbUGUh Visit Profit Click Income http://profitclickincome.blogspot.com/ NEW Portal and Search Engine for ALL http://www.synergyprofit.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/inti-net/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
