Ref:  Mengapa harus diminta SBY untuk bela TKI? Bukankah  kewajiban seorang 
presiden untuk membela warganegaranya? Ataukah karena SBY takut dan 
jongkok-jongkok kepada raja Arab, maka oleh karena itu SBY mengkerut berlagak 
pilon dan harus didorong dengan permintaan tolonglah warganegaramu 
dikocok-kocok di tanah Arab?  

http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/29461-sby-diminta-bela-tki-terancam-hukuman-mati,-bukan-sibuk-urus-parpol.html

SBY Diminta Bela TKI Terancam Hukuman Mati, Bukan Sibuk Urus Parpol 

Wednesday, 01 May 2013 12:13 
Published Date 

 
Unjuk rasa ribuan buruh di Bundaran HI, Jakarta (GATRAnews/Adi Wijaya)
Jakarta, GATRAnews - Migrant CARE mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) agar fokus mengurus buruh, khususnya ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKl) 
yang terancam hukuman mati di luar negeri. 
Desakan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Migrant CARE, Anis Hidayah di 
Bundaran HI, Rabu, (1/5). Menurutnya, desakan tersebut dilakukan pada momentun 
perayaan hari Buruh Internasional (May Day) 2013, karena Presiden SBY lebih 
sibuk mengurus Partai Demokrat sejak ditetapkan sebagai Ketua Umum pada Kongres 
Luar Biasa (KLB) di Bali, dua bulan lalu, ketimbang mengurus buruh dan rakyat.



"Situasi ini semakin memperburuk perlindungan buruh migran yang memang selama 
ini kurang ditangani secara serius oleh pemerintahan SBY," tandasnya. 
Menurutnya, para pencari kekuasaan, setali tiga uang, baik di eksekutif 
(pemerintahan) dan legislatif (anggota dewan) yang akan berlaga pada Pemilu 
2014 mendatang, juga hanya menjadikan buruh migran sebagai komoditas untuk 
meraup suara semata.



Atas dasar itu, tandas Anis, pada peringatan May Day 2013 ini, Migrant CARE 
mendesak pemerintah, khususnya Presiden SBY dan para pembantunya, melaksanakan 
amanat rakyat Indonesia, yakni bertanggung jawab penuh dalam melindungi buruh 
migran. "Tidak menyibukan dirinya untuk urusan partai politik. SBY harus 
memiliki keberanian extra sebagai presiden dari negara yang berdaulat untuk 
menyelamatkan ratusan buruh migran yang terancam hukuman mati di luar negeri," 
tandas Anis.(IS)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke