http://www.antaranews.com/berita/372767/ratusan-tki-jatim-di-malaysia-dipulangkan


Ratusan TKI Jatim di Malaysia dipulangkan
Jumat, 3 Mei 2013 10:34 WIB | 1663 Views

Pewarta: Tunggul Susilo 

 

Mutlak, Perlindungan Bagi ...



 
Blitar (ANTARA News) - Ratusan tenaga kerja Indonesia di Malaysia yang 
dipulangkan secara paksa melalui Terminal Feri Pasir Gudang, Johor Bahru, 
menuju Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, tiba di beberapa daerah di Jawa Timur, 
seperti Kabupaten Blitar, Kamis (2/5).

Manto (48) salah seorang TKI yang baru sampai di rumahnya di Desa Wonorejo, 
Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jumat mengatakan, sekitar 300 TKI 
diberangkatkan dari Johor Bahru Sabtu (27/4), setelah sempat dikunjungi oleh 
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Penanggulangan Tenaga Kerja Indonesia 
(BNP2TKI) Jumhur Hidayat.

"Saya sudah 23 tahun bekerja dan berumahtangga di Malaysia, baru kali ini 
ditangkap aparat setempat dengan alasan surat izin kerja tidak lengkap. Setelah 
sempat ditahan bersama ratusan orang lainnya, kemudian mengikuti pemulangan 
paksa ini," katanya.

Manto yang tiba bersama Wawan (35), TKI asal Ponggok, Blitar, menceritakan 
bahwa perjalanan kapal dari Johor Bahru ke Tanjung Pinang memerlukan waktu 
lebih dari semalam.

Di Tanjung Pinang, ratusan TKI itu beralih menumpang KM Sirimau dan tiba di 
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (29/4) siang. Para TKI kemudian 
diangkut menggunakan beberapa unit Damri menuju pool bus itu di Kemayoran, 
Jakarta.

"Perjalanan sebelumnya lumayan enak, makan juga terjamin, tetapi begitu 
menumpang Damri, kami mulai merasakan pelayanan yang kurang menyenangkan. Kami 
telantar setengah hari di pool Damri, dengan alasan belum ada pembayaran bus. 
Baru malam harinya yang tujuan Surabaya diberangkatkan menggunakan empat unit 
Damri," katanya.

Menurut Manto, sepanjang perjalanan hingga sampai di kantor Dinas Tenaga Kerja, 
Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (1/5) sore, 
banyak TKI yang turun dan oleh awak bus dipungut Rp50.000. Namun sebagian TKI 
menolaknya, bahkan ada yang meminta kembali secara paksa uang pungutan tersebut.

Demikian pula di kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan 
Provinsi Jawa Timur, para TKI setelah diberikan makan dan uang masing-masing 
Rp40.000, sempat ada oknum yang melakukan pungutan, namun ditolaknya.

"Saya bersama ratusan TKI itu kemudian diantar menggunakan bus ke Terminal 
Bungurasih untuk mencari bus sesuai tujuan masing-masing, seperti ke Madura, 
Lombok, Nusa Tenggara Barat dan NTT. Kecuali tujuan Kangean kepulangannya 
ditunda esok paginya, agar dapat menumpang kapal," katanya.

Manto menambahkan, masih terdapat ratusan TKI di tempat penampungan di Johor 
Bahru yang menunggu giliran pemulangan paksa lebih lanjut. 

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2013


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke