http://www.indonesiamedia.com/2013/05/03/lima-orang-ditembak-papua-masih-siaga-satu/


Lima Orang Ditembak, Papua Masih Siaga Satu
Posted on May 3 2013 by Ferdinand Pandey / SH / IM 


Polisi menangkap 10 orang dan menyita sebuah bendera Bintang Kejora.

Jajaran Kepolisian Resor Mimika Papua masih meningkatkan pengamanan di sejumlah 
lokasi dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban setelah insiden 
pengibaran Bintang Kejora di Pasar Minggu, Kwamki Baru, Timika, Rabu (1/5) 
siang.

Kapolres Mimika Jeremias Rontini di Timika, Rabu, mengatakan secara umum 
situasi di Timika masih terkendali. Meski demikian, polisi masih memberlakukan 
status siaga satu di seluruh wilayah Papua. “Pengamanan tetap kami optimalkan. 
Siaga satu belum ditarik sampai situasinya normal kembali,” kata Rontini.

Pada Rabu siang, sekelompok warga berupaya mengibarkan Bintang Kejora di Pasar 
Minggu, Jalan Trikora, tepat depan SD Inpres Kwamki II. Aksi warga tersebut 
digagalkan aparat kepolisian dibantu sejumlah anggota garnizun TNI.

Aparat terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk memaksa warga 
menghentikan aksi nekatnya itu. Dalam kejadian itu polisi menangkap 10 orang 
dan menyita sebuah bendera Bintang Kejora.

Pengibaran bendera dilakukan saat warga datang ke lokasi itu untuk melayat 
salah seorang warga Kwamki Baru yang meninggal dunia. Namun, tak lama setelah 
pemakaman warga yang meninggal, sekelompok warga memblokade ruas Jalan Trikora 
kemudian berupaya mengibarkan Bintang Kejora.

Seorang saksi mata di Timika, Alpus Kayame, mengatakan peringatan hari aneksasi 
Papua Barat ke Negara Republik Indonesia yang ke-50 tahun di Papua, diwarnai 
penembakan dan penangkapan 13 aktivis dan masyarakat sipil oleh polisi 
Indonesia. Sepuluh di antaranya masih ditahan di Kantor Polres 32 Timika. 
Sementara itu, tiga lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat Karitas, 
Timika.

Sekitar pukul 12.00 waktu setempat, ratusan warga yang dikoordinasi oleh Komite 
Nasional Papua Barat (KNPB) di Timika, dibubarkan paksa dengan tembakan senjata 
api.

Alpius Kayame melihat lima truk polisi bersenjata lengkap dan beberapa mobil 
Avansa berkaca gelap–hitam, putih, abu-abu datang mengepung masa dari dua arah. 
Sebagian dari arah Gereja Tiga Raja dan sebagian dari arah Puskesmas Kwamki 
Baru. Saat itu, menurutnya, massa aksi sedang memulai kegiatannya dengan 
mengibarkan bendera Bintang Kejora.

“Saya lihat truk polisi itu datang saat bendera dinaikkan, dikibarkan di 
tiang,” kata Alpius kepada SH, Rabu. Menurutnya, polisi melakukan beberapa kali 
penembakan ke udara. Namun, dia memperkirakan ada pula yang menembak langsung 
ke masyarakat.

Pasalnya, dari 13 orang yang ditangkap, lima di antaranya menderita luka akibat 
tembakan senjata tajam. “Mereka, polisi keluarkan tembakan. Jadi, masyarakat 
itu langsung bubar. Ada lima orang yang kena tembak,” Alpius menjelaskan.

Lima orang yang menderita luka tembak itu adalah Elias Onawame terkena tembakan 
di punggung kanan, Manfret Beanal kehilangan tiga jari tangan kanannya, 
kelingking, jari manis, jari tengah, setelah ditembak.

Manfred Beanal juga Ketua KNPB di Timika. Alpius Uamang ditembak di bagian paha 
kiri. “Alpius Uamang sekarang dalam kondisi kritis karena dia langsung 
ditangkap dan dibawa ke kantor polisi,” tutur Alpius Kayame.

Ketiganya, Elias Onawame, Manfret Beanal, Alpius Uamang, saat ini sedang 
menjalani perawatan di RS Mitra Masyarakat Karitas, Timika. Sementara itu, dua 
korban luka tembak lainnya, Musa Elas dan Emeri, masih ditahan di kantor polisi 
32 Timika. Mereka tak dapat pengobatan.

Musa Elas dipukul hingga wajahnya berlumuran darah. Menurut Alpius, Musa Elas 
disiksa setelah ditangkap polisi tidak jauh dari lokasi kegiatan saat akan 
melarikan diri untuk menyelamatkan bendera Bintang Kejora. Bendera Bintang 
Kejora juga dibawa polisi. “Polisi pukul Musa sampai babak belur. Hidung dia 
berdarah, sama bibir pecah,” ujarnya.

Selanjutnya Emeri Kalkum. Dia ditembak di tangan kanannya, namun tidak dibawa 
ke rumah sakit. Sampai sekarang, dia masih ditahan di kantor polisi. Menurut 
Alpius, Emeri salah satu yang menjadi petugas pengibar bendera.

Sementara itu, nama-nama aktivis KNPB yang ditahan di Kantor Polisi 32 Timika, 
terdiri dari Noni Niwilingame, Domi Mom, Miriam Stenamum, Yakop Ona, Aminus 
Hagabal, Alpons, Hari Natal Hilimagay, dan Hisak Obagame.

Di Sorong, tim gabungan TNI-Polri yang melakukan patroli, Rabu dini hari 
sekitar pukul 02.00 WIT, diadang sekelompok orang di kawasan Aimas, Kabupaten 
Sorong Papua Barat. Akibatnya, seorang aparat, Pelda Sultoni, terluka.

Penembakan ini menurut Koordinator Nasional Papua Solidaritas (Napas), Samuel 
Awom, menunjukkan darurat militer sedang berlangsung di Papua dalam bentuk 
instruksi perang terselubung terhadap rakyat sendiri.

“Pemerintah SBY melegalkan penembakan dan pembunuhan secara kilat pada 
rakyatnya sendiri,” ujarnya.

This post was submitted by Ferdinand Pandey / SH / IM.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke