heeeheee professor ini ahli  dalam ilmu apa? 

http://www.indonesiamedia.com/2013/05/03/mari-berdoa-jangan-banyak-artis-masuk-dpr/

Mari Berdoa Jangan Banyak Artis Masuk DPR
Posted on May 3 2013 by SP / IM 

Pakar komunikasi politik, Prof Dr Tjipta Lesmana mengajak masyarakat untuk 
berdoa agar jangan banyak artis yang masuk menjadi anggota DPR RI.
 
Pasalnya, kebanyakan artis hanya akan membuat kualitas DPR makin merosot.

“Mari kita berdoa agar jangan banyak artis yang masuk DPR, karena mereka akan 
membuat kualitas DPR merosot. Cukup banyak anggota DPR saat ini yang tidak 
bunyi, apalagi artis. Yang bego itu partai politik. Masyarakat kita juga sakit 
kalau memilih artis yang tidak jelas,” kata Prof Tjipta dalam diskusi 
Dialektika Demokrasi bertema “Caleg Artis, Mampukah Meningkatkan Citra 
Parlemen?” yang digelar di Press Room DPR RI, Jakarta, Kamis (2/5).

Hadir sebagai pembahas Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung dan calon anggota DPR 
RI dari PDI-P, Yasmine Yuliantina Yessy Gusman.

Tjipta Lesmana menjelaskan, menjadi wakil rakyat itu pekerjaan berat, sangat 
serius, dan mulia, sehingga dituntut  kualitas wakil rakyat yang bagus.

Bagaimana cara mendapatkan wakil rakyat yang berkualitas bagus? Menurut Tjipta 
Lesmana, hal itu bisa dilakukan dengan mengungkap latar belakang sang caleg. 
Jangan pernah memilih caleg karena populer, karena kita butuh wakil rakyat yang 
berkualitas.

“Masyarakat kita sakit kalau pilih wakil rakyat karena populer. Kualitas itu 
nomor satu, bukan popularitas,” katanya.

Sementara itu, Pramono Anung mengatakan, dalam Pemilu 2014, banyak artis yang 
mencalonkan diri.  Tetapi tidak ada jaminan mereka lolos ke Senayan.

Pada pemilu sebelumnya, justru banyak artis yang gagal masuk DPR RI.

“Memang dalam Pemilu 2014 ini banyak nama caleg artis. Sepertinya parpol 
berlomba-lomba merekrut artis dan sekuter (selebritis kurang terkenal) menjadi 
caleg. Itu menunjukkan proses kaderisasi parpol mandeg, gagal, dan tak 
selektif, sehingga banyak orang yang tak punya gagasan, pemikiran dan, wawasan 
kebangsaan, tiba-tiba menjadi caleg. Anehnya, rakyat ini justru memilih artis,” 
keluh politisi PDI-P ini.

Pramono mengakui, PDI-P juga merekrut artis menjadi caleg, tetapi bukan untuk 
vote getters.

“Kami menyeleksi arti sangat serius. Yessy Gusman misalnya, dia bukan secara 
tiba-tiba menjadi caleg, melainkan sudah sekitar dua tahun menjadi kader PDI-P, 
sebagai pengurus yang membidangi masalah hukum,” katanya.

Sementara itu, Yessy Gusman mengakui, selama dua tahun belakangan dirinya sudah 
bergabung dengan PDI-P.

“Saya sudah pensiun dari artis, dan tak main film lagi. Sejak 1999 mendirikan 
taman bacaan anak-anak, membantu  pengadaan buku-buku gratis dengan masyarakat 
se-Indonesia. Jadi, saya banyak beraktivitas di bidang pendidikan dan sosial,” 
katanya.

Ketika ditawari masuk PDI-P, Yessy menyatakan, dirinya  sempat menolak, 
berpikir-pikir dulu. Akhirnya tawaran itu diterima dan siap dengan konsekuensi 
politik yang akan terjadi.

“Saya khawatir tak bisa berbuat sesuatu di partai. Untuk itu, saya berdoa dan 
akan terus berusaha agar bermanfaat bagi masyarakat,” harap Yessy.

This post was submitted by SP / IM.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke