http://www.tempo.co/read/news/2013/05/09/058479124/Dibawa-ke-Jakarta-Jenazah--Penuh-Luka

amis, 09 Mei 2013 | 14:09 WIB
Dibawa ke Jakarta, Jenazah Penuh Luka

Seorang dari dua tersangka teroris digiring Densus 88 di Halaman RS 
Bhayangkara, Semarang(9/5). Tiga tersangka teroris Sugiyanto, Iwan dan Abu 
Roban(tewas) dibawa ke Jakarta via darat. TEMPO/Budi Purwanto


Foto Terkait
 
Polisi Mengamankan Barang Bukti dan Tersangka Teroris dari Bandung

Video Terkait
 
11 Tahun, 700 Pelaku Teror Ditangkap

Topik
  a.. #Penggrebekan/Penangkapan Teroris 
Besar Kecil Normal 
TEMPO.CO, Semarang - Jenazah terduga teroris atas nama Untung Hidayat di bawa 
ke Jakarta oleh aparat kepolsian pada kamis siang 9 mei 2013. Hasil pantauan di 
rumah sakit RS Bayangkara sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah dibawa dengan mobil 
bertuliskan Disaster Victim Identification. Mobil itu dikawal aparat kepolisian 
bersenjata lengkap dengan kawalan mobil patroli. 

Kepala Sub Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jawa Tengah, Ajun Komisaris Besar 
Summy Hastri Purwanty, mengatakan jenazah selesai diotopsio Rabu malam 8 Mei 
2013. "Sudah selesai tadi malam, katanya masih ada dua lagi dari Kebumen, saya 
masih nunggu di RS Bhayangkara," ujar Summy.

Menurut Summy jenazah yang diotopsi atas nama Untung Hidayat dan sudah dibawa 
ke Jakarta. Untung merupakan terduga teroris yang tewas saat baku tembak dengan 
Densus 88 Antiteror Polri di Babadan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Rabu 
8 Mei, sekitar pukul 15.00 WIB. 

Seorang sumber yang engan disebutkan namanya menyatakan Untung Hidayat berusia 
39 tahun, asal kelurahan Cipulir RT 9 RW 01, Jakarta Selatan. Dari hasil 
otopsi, ia mengalami sejumlah luka tembakan masing-masing tangan kanan hingga 
tembus, bagian perut, kaki, punggung dan pantat.



"Ada luka sedalam dua centi meter di bagian tangan kanan hingga tembus, bagian 
perut juga ada lubang dan sobek masing-masing sedalam satu centimeter dan lima 
centi meter," ujar sumber tersebut. Adapun di kaki dan punggung terdapat luka 
tembak hingga tembus, serta pantat hingga sedalam dua centi meter. 

Tak lama setelah jenazah dibawa aparat, terdapat dua orang yang diduga teroris 
dibawa oleh aparat keluar dari rumah sakit, wajah mereka ditutup dan dinaikkan 
bus polisi. Masing-masing berkemeja putih dan mengenakan kaos bergaris.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris 
Besar Djihartono menyatakan belum mengetahui identitas para terduga teroris 
yang berhasil ditangkap itu. Meski begitu ia membenarkan pasukan dari Polda 
Jawa Tengah melakukan pengawalan. "Kami belum tahu identitas para terduga, tapi 
memang ada pengawalan," ujar Djihartono singkat.



EDI FAISOL 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke