http://www.gatra.com/hukum-1/30106-jurnalis-tv-ditikam-dan-dirampok-geng-motor.html

Jurnalis TV Ditikam dan Dirampok Geng Motor 

  Thursday, 09 May 2013 10:41 
  Published Date 
Makassar, GATRAnews - Geng motor masih merajalela di Kota Makassar, Sulawesi 
Selatan. Endi, kontributor Trans TV, dan Harun, wartawan Fajar TV, menjadi 
korban kebrutalan kelompok anak-anak muda liar itu. Endi dititikam pahanya dan 
dirampok.

"Saya ditikam dua kali oleh sekelompok anggota geng motor di Jalan Urip 
Sumoharjo. Mereka juga merampas kamera dan handphone saya," ujar Endi, ketika 
ditemui Antara, di RS Bhayangkara, Kamis (9/5).

Endi dan Harun, saat kejadian sedang melintas di Jalan Urip Sumoharjo, sekitar 
pukul 03.40 Wita dinihari, usai bertugas mencari berita di beberapa kantor 
polisi.

Endi bersama Harun berencana kembali ke kantornya, usai bertugas dan 
berkeliling mencari liputan. Namun di pertigaan Urip Sumoharjo dan Masjid Raya, 
mereka berpapasan dengan geng motor yang langsung menghentikan keduanya. 

Karena kalah jumlah, Endi dan Harun tidak berdaya. Ditambah para pemuda liar 
bermotor itu membawa senjata tajam, seperti badik (senjata tradisional Sulsel), 
anak panah dan ketapelnya, serta senjata api rakitan.

"Mereka langsung menghadang dan menyerang kami berdua. Harun berhasil melarikan 
diri setelah meninggalkan sepeda motornya, sedangkan saya ditikam dua kali di 
bagian paha," katanya.

Aparat Polsekta Makassar, yang mendapat laporan tentang kejadian itu, segera 
meluncur ke tempat kejadian perkara. Namun polisi kalah sigap. Geng motor itu 
sudah kabur.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Jurnalistik Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, 
Jumadi Mappanganro, menyesalkan aksi brutal yang dilakukan sekelompok anggota 
geng motor itu.

"Polisi harus melakukan pengusutan dan menangkap para pelaku geng motor itu 
yang tidak hanya meresahkan masyarakat tapi juga melakukan kegiatan yang 
membahayahan banyak orang," katanya. (TMA)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke