http://www.antaranews.com/berita/373669/190-perusahaan-asing-tarik-investasi-dari-indonesia

190 perusahaan asing tarik investasi dari Indonesia
Rabu, 8 Mei 2013 18:33 WIB | 2289 Views

Pewarta: Hanni Sofia

 
  Itu data yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian pada Mei 2013... 
Jakarta (ANTARA News) - Sekitar 190 perusahaan asing sedang bersiap-siap untuk 
menarik investasinya dari Indonesia karena terbebani kenaikan upah tenaga 
kerja, demikian disampaikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI).

"Itu data yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian pada Mei 2013, kondisi 
ini jelas akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia," kata Ketua Umum Dewan 
Pimpinan Pusat (DPP) HIPPI Suryani Sidik F. Motik, di Jakarta, Rabu.

Pihaknya sangat menyayangkan rencana ratusan perusahaan asing itu untuk 
hengkang dari Indonesia apalagi sebagian besar perusahaan asing itu berasal 
dari industri padat karya.Rencana hengkangnya perusahaan asing itu antara lain 
terjadi karena adanya ketidakpastian investasi, perlindungan terhadap investor 
yang rendah, hingga kebijakan terkait investasi yang masih kurang kondusif, 
tambahnya.

Perginya perusahaan asing, jelas Suryani, akan berdampak langsung pada naiknya 
angka pengangguran kita.Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan tingkat 
pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 6,32 persen atau 
7,61 juta orang.

Walaupun, kata dia, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan terutama di 
sektor perdagangan sekitar 780 ribu orang atau 3,36 persen, sektor keuangan 720 
ribu orang atau 34,95 persen.

"Namun ada sektor-sektor yang mengalami penurunan yakni sektor pertanian 1,3 
juta orang atau 3,01 persen dan sektor transportasi, pergudangan, dan 
komunikasi sebesar 380 ribu orang atau 6,81 persen," katanya.

Ia berpendapat, tingginya angka pengangguran jika tidak mendapatkan perhatian 
serius akan menimbulkan permasalahan sosial yang pelik yang akan mengganggu 
pembangunan di segala bidang dan stabilitas nasional.

"Ini sangat menghambat iklim investasi kita," katanya.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke