http://www.antaranews.com/berita/374002/calon-ksad-hak-prerogratif-presiden

Calon KSAD hak prerogratif presiden
Jumat, 10 Mei 2013 17:59 WIB | 

 
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (ANTARA/Andika 
Wahyu)


 
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan 
penunjukan Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang baru untuk menggantikan KSAD 
Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang memasuki masa pensiun pada Mei 2013 
adalah hak prerogatif Presiden.

"Itu nanti diproses di satu peta khusus, tetapi yang menentukan Bapak Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono. Beliau punya hak prerogratif menentukan, nanti 
Panglima TNI yang mengusulkan," kata Purnomo di Jakarta, Jumat.

Ia memperkirakan pengganti Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo berasal dari 
lulusan Akademi Militer antara tahun 1978 hingga 1981, merujuk fakta 
kepemimpinan TNI AD saat ini didominasi lulusan angkatan 1978, 1980, dan 1981.

Purnomo berharap Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang baru dapat memenuhi 
sejumlah kriteria penting, diantaranya kepemimpinan, senioritas, masih lama 
mengabdi dan perwira bintang tiga.  Semua itu demi pembinaan kekuatan angkatan 
kepada anak buahnya.

KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan ada sekitar tujuh perwira 
aktif berpangkat bintang tiga yang memenuhi syarat menjadi penggantinya dan 
sudah diajukan ke Presiden SBY.

"Semua sama. Tidak ada yang diunggulkan," kata Pramono Rabu lalu (8/5).

Pramono sudah pensiun sejak 5 Mei 2013 dan sebenarnya sudah mengajukan surat 
pemberitahuan pensiun sejak pertengahan Maret 2013. Akibat belum ditentukan 
penggantinya, sesuai dengan peraturan, Pramono masih dapat bertugas hingga 
tanggal terakhir pada bulan kelahirannya, yaitu 31 Mei 2013.

Beberapa calon dari jenderal bintang tiga di TNI AD yang santer disebut adalah 
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Moeldoko lulusan Akademi 
Militer 1981, Panglima Kostrad Letnan Jenderal M. Munir yang lulusan akademi 
militer 1983 dan sempat menjadi ajudan Presiden Yudhoyono.

Kemudian Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal Budiman 
yang lulusan akademi militer 1978,  Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan 
Nasional Letnan Jenderal Waris, Komandan Kodiklat TNI Letnan Jenderal Gatot 
Nurmantyo, dan Letnan Jenderal Gerhaan Lantara yang terkenal karena perannya 
dalam insiden Santa Cruz di Timur Timor 1991 dan penanganan bencana tsunami 
Aceh. 
Editor: Jafar M Sidik


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke