http://www.suarapembaruan.com/nasional/144-warga-banten-meninggal-akibat-hivaids/35302


144 Warga Banten Meninggal Akibat HIV/AIDS
Sabtu, 11 Mei 2013 | 7:43
 Ilustrasi penderita HIV/AIDS (Google) 


Berita Terkait

  a.. Penderita HIV/AIDS Kota Cilegon 286 Orang 
  b.. OdhaTuntut Perbaikan Sistem Distribusi Obat ARV 
  c.. Lokalisasi Ditutup, HIV/AIDS Makin Tak Terkontrol 
[SERANG] Selama kurang lebih 15 tahun terakhir atau sejak tahun 1998 sampai 
dengan Maret 2013, sebanyak 144 warga Banten yang meninggal akibat mengidap 
HIV/AIDS. 

Total warga Banten yang mengidap HIV/AIDS selama kurun waktu tersebut sebanyak 
2.731 orang yang terdiri atas 1.844 yang terjangkit HIV dan 887 yang terjangkit 
AIDS.   

Project Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten, Arif Mulyawan 
mengatakan, dari data yang didapat Dinas Kesehatan Provinsi Banten, untuk di 
Kabupaten Serang penderita HIV 350 orang, penderita AIDS sebanyak 60 orang dan 
kasus kematin akibat HIV/AIDS sebanyak 21 orang. 

Untuk di Kota Serang, penderita HIV sebanyak 45 orang, AIDS 71 orang dan kasus 
kematian 26 orang.   

Selanjutnya, di Kabupaten Pandeglang, penderita HIV sebanyak 48 orang, AIDS 22 
orang dan kasus kematian 13 orang; Kabupaten Lebak penderita HIV 46 orang, AIDS 
sebanyak 57 orang dan kasus kematian 13 orang; Kabupaten Tangerang, penderita 
HIV 487 orang, penderita AIDS sebanyak 239 orang dan kasus kematian 14 orang.   

Untuk di Kota Tangerang penderita HIV sebanyak 674 orang, AIDS 311 orang dan 
kasus kematian 21 orang; Kota Tangerang Selatan penderita HIV sebanyak 85 
orang, AIDS sebanyak 28 orang dan kasus kematian 1 orang.   

“Sedangkan untuk di Kota Cilegon, kasus HIV sebanyak 115 orang, AIDS sebanyak 
79 orang dan kasus kematian sebanyak 35 orang,” jelas Arif Mulyawan, di Serang, 
Jumat (10/5).   

Arif juga menyatakan, Provinsi Banten telah masuk 10 besar tertinggi kasus 
HIV/AIDS di Indonesia. Bahkan, estimasi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada 
di Banten saat ini sebanyak 5.250 orang. 

“Memang penanganan yang dilakukan oleh pemerintah harus serius, karena 
perkembangan kasus HIV AIDS ini begitu cepat," terangnya.   

Penularan penderita HIV/AIDS yang ada di Banten, umumnya karena prilaku seks 
yang tidak benar atau tidak dengan pasanganya.  “Penularanya lebih karena 
faktor seks bebas,” ujarnya.   

Bahkan dari informasi yang dihimpun, lima klinik Voluntary Counselimg and 
Testing (VCT) dan  Care, Support and Treatment (CST) untuk penanganan penderita 
HIV/AIDS, yaitu di RSUD Serang, RSUD Cilegon, RSUD Tangerang, RS Alkadar Kota 
Tangerang, RS Husada Insani Kota Tangerang dan RSUD Kabupaten Lebak vakum dalam 
melayani pasiennya. 

Hal itu terjadi, karena minimnya operasional untuk menjalankan klinik-klinik 
tersebut.   

Koordinator Klinik VCT dan CST  RSUD Serang, Santoso mengatakan, tidak semua 
klinik tersebut vakum. Namun dia mengakui, jika saat ini terdapat keterbatasan 
dana untuk operasional. [149]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke