Ada Kepentingan Asing Dibalik Rencana Penaikkan BBM

Niat pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) disinyalir untuk 
memuluskan  kepentingan asing di sektor hilir migas. Hal tersebut dikemukakan 
oleh Pengamat Ekonomi dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan 
UGM, Revrisond Baswir.

"Dikuranginya subsidi secara terus-menerus
 sampai mendekati harga pasar, nantinya hanya untuk kepentingan 
multinasional yang masuk ke industri hilir migas (minyak dan gas)," 
katanya kepada Aktual.co, Senin (13/5).

Menurutnya masih banyak 
urusan pemerintah yang harus diselesaikan dibandingkan menaikkan BBM. 
Sebagai contoh adalah memperbaiki Undang-undang Minyak dan Gas (Migas).

"UU
 Migas harus seluruhnya diperbaiki, mulai dari pengelolaan, penetapan 
harga, di Undang-undang kan tidak boleh diserahkan pasar, dan harus 
diatur oleh negara tapi ini pelan-pelan diserahkan ke pasar," jelasnya.

Seperti
 diberitakan Aktual.co, hari ini Senin, 13 Mei 2013,  Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan DPR 
guna untuk membahas Rencana APBN Perubahan 2013. Termasuk rencana 
menaikkan harga BBM subsidi. Pertemuan akan dilakukan di kantor presiden
 pukul 08.30. 

BBM Naik Gara-gara APBN Jebol Mengada-ada

Alasan akan jebolnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang 
dikemukakan pemerintah untuk mencabut dana subsidi Bahan Bakar Minyak 
(BBM) dinilai terlalu mengada-ada.

Menurut Ekonom dari Pusat 
Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Revrisond Baswir, kelebihan kuota dan 
subsidi BBM tersebut terjadi karena pemerintah menganggarkan terlalu 
kecil.

"ketika dianggarkan angkanya terlalu kecil untuk konsumsi 
BBM, yang salah bukan realisasinya," katanya ketika dihubungi oleh 
Aktual.co, Senin (4/5).

Revrisond juga mengatakan bahwa nilai 
subsidi dalam perkembangannya terus mengalami penurunan. Sehingga 
dirinya berpendapat bahwa penurunan subsidi bukan karena masalah APBN.

"Perkembangan
 nilai subsidi terus melakukan penurunan, liat nilai relatif terus 
menerus mengalami penurunan, jadi saya lihat upaya penurunan subsidi 
bukan karena APBN,niat semula untuk melepas ke pasar," tambahnya.

Ekonom: Cabut Subsidi BBM Tak Banyak Pengaruhi APBN

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 
dinilai tidak akan memberikan manfaat banyak bagi kondisi fiskal. Hal 
ini dikemukakan oleh pengamat ekonomi ECONIT, Hendri Saparini ketika di 
hubungi Aktual.co, Senin (13/5).

"Kenaikkan BBM tidak akan banyak
 berpengaruh terhadap APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Hal
 ini terjadi karena tidak ada upaya pemerintah dalam penataan konsumsi 
sehingga permintaan kuota akan tetap terlampaui," kata dia.

Pencabut subsidi terhadap kendaraan pelat hitam tersebut, menurut Hendri akan 
sangat mengganggu sektor industri.

"Usaha
 Kecil Menengah yang akan menggunakan mobil pribadi sebagai alat 
distribusi pasti mau tidak mau akan terkena dampaknya," tambahnya.

Argumen
 pemerintah yang mengatakan bahwa BBM bersubsidi banyak dinikmati orang 
kaya juga dinilai tidak tepat. Menurut Hendri, definisi orang kaya 
jangan hanya dipersempit pada orang yang memakai mobil.

"Orang 
kaya itu tidak hanya naik mobil, tapi juga  importir minyak, dan orang 
yang menikmati bocoran lalu menjualnya ke industri-industri besar itu 
kan juga orang kaya," jelasnya.

Oleh karena itu, jika pemerintah 
tidak ingin BBM subsidi dinikmati orang kaya, jangan hanya mencabut 
subsidi,"tapi juga harus melakukan perlakuan yang sama bagi importir dan
 orang yang menikmati bocoran BBM tersebut," tambahnya.

Seperti 
diberitakan Aktual.co, hari ini Senin, 13 Mei 2013,  Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan DPR 
guna untuk membahas Rencana APBN Perubahan 2013.Termasuk rencana 
menaikkan harga BBM subsidi. Pertemuan akan dilakukan di kantor presiden
 pukul 08.30.

Note :
Konon kabarnya Hatta Rajasa dalam sidang kabinet terbatas telah memerintahkan 
Kepala BPH Migas untuk menghitung ulang Besaran BBM PSO (Subsidi) yang selama 
ini didistribusikan oleh PT. Pertamina dan diperkirakan akan semakin membuka 
peluang Swasta Nasional / Asing 
untuk menyalurkan BBM PSO, kalo hal ini terjadi .... cepat atau lambat 
usaha hilir Pertamina akan Gulung Tikar, pertanyaannya : kenapa BBM 
Bersubsidi dibiarkan dikelola oleh Swata Murni ?

baca Juga :
MENGUPAS MODUS PENCURIAN MINYAK/BBM BERNILAI TRILIUNAN RUPIAH PERTAHUNNYA ==> 
http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/05/medianusantara-mengupas-modus-pencurian.html


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke