Ref: Siapa yang mendukung kepentingan asing sehingga harus dinaikan harga BBM?

http://www.aktual.co/ekonomibisnis/123334ada-kepentingan-asing-dibalik-rencana-penaikkan-bbm


Ada Kepentingan Asing Dibalik Rencana Penaikkan BBM
Arnold Sirait
13 May 2013 12:30:30
 
Berita Sebelumnya
  a.. BBM Naik Gara-gara APBN Jebol Mengada-ada 
  b.. Ekonom: Cabut Subsidi BBM Tak Banyak Pengaruhi APBN 
  c.. Menteri Jero: BLSM Cuma Turun Enam Bulan 
  d.. BBM Naik Tak Dorong Permintaan Kredit 
  e.. Subsidi BBM Bisa Turunkan Peringkat Indonesia 
  f.. Gerindra: Dana Kompensasi BBM Cuma Buat Raup Suara Demokrat 
BBM bersubsidi (Foto: Aktual.co/Tino Oktaviano)
Jakarta, Aktual.co — Niat pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar 
Minyak(BBM) disinyalir untuk memuluskan  kepentingan asing di sektor hilir 
migas. Hal tersebut dikemukakan oleh Pengamat Ekonomi dari Pusat Studi Ekonomi 
Kerakyatan UGM, Revrisond Baswir.

"Dikuranginya subsidi secara terus-menerus sampai mendekati harga pasar, 
nantinya hanya untuk kepentingan multinasional yang masuk ke industri hilir 
migas (minyak dan gas)," katanya kepada Aktual.co, Senin (13/5).

Menurutnya masih banyak urusan pemerintah yang harus diselesaikan dibandingkan 
menaikkan BBM. Sebagai contoh adalah memperbaiki Undang-undang Minyak dan Gas 
(Migas).

"UU Migas harus seluruhnya diperbaiki, mulai dari pengelolaan, penetapan harga, 
di Undang-undang kan tidak boleh diserahkan pasar, dan harus diatur oleh negara 
tapi ini pelan-pelan diserahkan ke pasar," jelasnya.

Seperti diberitakan Aktual.co, hari ini Senin, 13 Mei 2013,  Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan DPR guna untuk 
membahas Rencana APBN Perubahan 2013. Termasuk rencana menaikkan harga BBM 
subsidi. Pertemuan akan dilakukan di kantor presiden pukul 08.30. 

Ari Purwanto

++++

http://www.aktual.co/ekonomibisnis/120857bbm-naik-gara-gara-apbn-jebol-mengada-ada

BBM Naik Gara-gara APBN Jebol Mengada-ada
Arnold Sirait
13 May 2013 12:06:00
 
BBM (Foto: Aktual.co)
Jakarta, Aktual.co — Alasan akan jebolnya Anggaran Pendapatan dan Belanja 
Negara (APBN) yang dikemukakan pemerintah untuk mencabut dana subsidi Bahan 
Bakar Minyak (BBM) dinilai terlalu mengada-ada.

Menurut Ekonom dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Revrisond Baswir, 
kelebihan kuota dan subsidi BBM tersebut terjadi karena pemerintah 
menganggarkan terlalu kecil.

"ketika dianggarkan angkanya terlalu kecil untuk konsumsi BBM, yang salah bukan 
realisasinya," katanya ketika dihubungi oleh Aktual.co, Senin (4/5).

Revrisond juga mengatakan bahwa nilai subsidi dalam perkembangannya terus 
mengalami penurunan. Sehingga dirinya berpendapat bahwa penurunan subsidi bukan 
karena masalah APBN.

"Perkembangan nilai subsidi terus melakukan penurunan, liat nilai relatif terus 
menerus mengalami penurunan, jadi saya lihat upaya penurunan subsidi bukan 
karena APBN,niat semula untuk melepas ke pasar," tambahnya.

Ari Purwanto

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke