http://www.shnews.co/detile-19809-buruh-tani-di-indramayu-makin-berkurang.html

Buruh Tani di Indramayu Makin Berkurang 
Rabu, 22 Mei 2013 - 10:33:17 WIB

: 53 
Share 



(Foto:dok/ist)
Ilustrasi. 
Generasi muda banyak yang merantau, bahkan menjadi TKI di luar negeri.

INDRAMAYU - Para petani pemilik lahan di daerah Pantura Kabupaten Indramayu, 
Jawa Barat, mengaku semakin sulit mencari buruh tani karena jumlah mereka 
semakin berkurang.

"Memasuki musim tanam padi kedua para petani pemilik lahan semakin sulit 
mencari buruh tani, karena mereka semakin berkurang sehingga mempengaruhi waktu 
tanam," kata Rastim salah seorang petani di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (22/5).

Ia menuturkan, rendahnya minat menjadi buruh tani di Kabupaten Indramayu akibat 
generasi muda banyak yang merantau ke Jakarta, Bandung bahkan menjadi tenaga 
kerja Indonesia di luar negeri.

Menurut dia sebelumnya mencari 100 buruh tani untuk tanam dua hektare sawah 
cukup mudah, kini mendapatkan 30 buruh sudah beruntung akibat jumlah mereka 
semakin berkurang.

Rendahnya upah buruh tani, kata dia, memicu mereka untuk mencari penghasilan 
lain, dampaknya pemilik lahan kesulitan mencari buruh harian lepas tersebut.

Petani berharap teknologi mampu mengurangi ketergantungan pada buruh tani, 
sehingga tidak mempengaruhi musim tanam padi.

Sementara itu di perbatasan Kabupaten Cirebon dan Indramayu memasuki musim 
tanam padi, para pemilik lahan mengalami hal serupa kesulitan mencari buruh 
harian lepas.

Karta, petani di sentra pertanian Kapetakan Kabuaten Cirebon Rabu mengatakan, 
semakin sulit mencari buruh tani, karena sebagian generasi muda memilih bekerja 
di sektor lain seperti buruh bangunan dan kuli di Jakarta.

Menurut dia, mencari buruh tani yanag usia produktif sudah semakin sulit, 
harapannya pemerintah menyediakan teknologi tani yang bisa mengurangi 
ketergantungan pada buruh tani.

"Semakin berkurang buruh tani pemilik lahan harus bersaing dan untuk 
menadapatkan buruh tani harus berani membayar lebih mahal," katanya.

Sarnadi, buruh petani yang ditemui di Cirebon, Rabu, menuturkan, para buruh 
tani di desanya banyak yang beralih profesi menjadi buruh bangunan di Jakarta 
dan Bandung. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke