Ref: Mengapa rendah? Benarkan kalau mutu berbasa rendah bisa menyebabkan tidak 
mengerti pertanyaan ujian, jadi tidak lulus.

http://www.shnews.co/detile-19906-nilai-un-bahasa-indonesia-rendah-.html

Nilai UN Bahasa Indonesia Rendah 

Agus Sana’a | Kamis, 23 Mei 2013 - 14:13:41 WIB

:



(dok/antara)

Nilai mata pelajaran bahasa Indonesia tidak berbeda jauh dengan hasil UN 2012.


KENDARI - Nilai Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia pelajar 
tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) rata-rata rendah dibandingkan dengan mata 
pelajaran lainnya, seperti Biologi, Matematika, atau Fisika. Ironisnya, pelajar 
yang mendapat nilai rendah tersebut mayoritas dari jurusan Bahasa. 

“Idealnya, setiap pelajar dari jurusan Bahasa bisa mendapatkan nilai bagus dari 
mata pelajaran bahasa Indonesia, sebab bahasa Indonesia selain diajarkan khusus 
oleh guru-guru bahasa Indonesia, juga bahasa ibu dari mayoritas pelajar,” kata 
Kepala Badan Bahasa Prof Dr Mahsun, MS, saat berbicara pada Rapat Koordinasi 
Kebahasaan se-Indonesia di Kendari, Rabu (22/5). 

Mahsun mengatakan hasil UN tahun 2013 ini baru akan diumumkan pada Jumat 
(24/5). Namun, hasilnya sudah disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan 
Kebudayaan sejak dua hari terakhir. Dari hasil UN yang sudah disampaikan kepada 
Menteri Pendidikan, nilai mata pelajaran bahasa Indonesia tidak berbeda jauh 
dengan hasil UN 2012. Nilai mata pelajaran bahasa Indonesia dari pelajar 
jurusan bahasa rata-rata rendah. 

“Hasil UN tahun 2012 lalu, pelajar jurusan bahasa yang tidak lulus mata 
pelajaran bahasa Indonesia 25 persen, sedangkan pelajar dari jurusan IPA yang 
tidak lulus mata pelajaran bahasa Indonesia hanya sekitar 12 persen dan jurusan 
IPS sebanyak 19 persen,” katanya. 

Fakta ini harus menjadi bahan renungan dari guru-guru mata pelajaran bahasa 
Indonesia. Melalalui rapat koordinasi kebahasaan itu, guru-guru bahasa 
Indonesia dapat menemukan formulasi yang tepat, untuk mengajarkan bahasa 
Indonesia sehingga lebih mudah dipahami pelajar. 

“Kelemahan guru-guru kita, terutama guru bahasa Indonesia, kurang membangun 
konstruksi pemikiran anak didik dalam mengajarkan bahasa Indonesia. Karena 
memang, kurikulum pendidikan kita selama ini tidak terintegrasi antara satu 
mata pelajaran dengan pelajaran lainnya,” katanya. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tutur Mahsun, telah memperbaiki berbagai 
kelemahan tersebut ke dalam kurikulum pendidikan nasional tahun 2013 yang akan 
diluncurkan pada tahun ajaran baru 2013 ini. 

Dalam kurikulum tersebut, semua mata pelajaran bahasa Indonesia dibuat 
terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya. Dengan demikian, ketika guru 
mengajarkan materi bahasa Indonesia pada tingkat sekolah dasar, harus 
mengintegrasikan materi mata pelajaran lain, seperti Matematika, Fisika atau 
Pendidikan Kewarganegaraan. 

UN Dicabut 

Terkait UN ini, Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menolak untuk 
dilanjutkan. Anggota DPD Alvius Lomban menyatakan penolakan itu mengacu 
Keputusan DPD tentang Hasil Pengawasan DPD atas Pelaksanaan UU No 20 Tahun 2003 
tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), berkenaan dengan pelaksanaan 
UN. 

“DPD menolak UN sebagai satu-satunya penentu lulus/tidaknya peserta didik, 
sebab UN seharusnya dipergunakan untuk melakukan pemetaan terhadap mutu 
pendidikan dan tidak perlu dilakukan setiap tahun," katanya. 

Dia menambahkan, berdasarkan keputusan DPD No 24/DPD RI/III/2009/2010 tentang 
Pengawasan DPD yang juga merujuk pada Sisdiknas yang ditandatangani Irman 
Gusman, disimpulkan UN telah melanggar prinsip-prinsip pedagogis, psikologis, 
dan sosiologis, serta pemborosan keuangan negara sehingga menimbulkan berbagai 
dampak buruk bagi pembangunan sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter 
kuat. 

"Segala peraturan pelaksanaan yang berkenaan dengan UN harus dicabut," katanya. 
(Novie Waladow) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke