Ref: Masa dunia kegelapan paling cocok buat NKRI?

http://www.republika.co.id/berita/nasional/nusantara-nasional/12/04/20/m2rqg3-ratusan-mahasiswa-tolak-ruu-kesetaraan-gender

Ratusan Mahasiswa tolak RUU Kesetaraan Gender
Friday, 20 April 2012, 15:04 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Ratusan aktivis kampus dari berbagai Universitas di 
Surabaya berunjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan 
Gender (RUU KKG), Jum'at (20/4). Sedikitnya 300 aktivis mahasiswa muslimah ini 
menggelar poster dan berorasi didepan Grahadi Surabaya.

Mereka menuntut agar dihentikannya pembahasan RUU KKG. Sebab, menurut mereka, 
RUU ini merupakan sistem yang diadopsi dari negara imperialis seperti Eropa dan 
Amerika. Koordinator aksi, Nurul Sa'adah mengatakan, sistem kesetaraan gender 
yang diterapkan di Eropa membawa pengaruh buruk bagi kondisi di Indonesia. 
Pasalnya, sejak diterapkan sistem Kesetaraan gender di Inggris, jumlah 
kelahiran dari pernikahan hanya 40 persen. Selebihnya, adalah kelahiran akibat 
seks bebas.

RUU KKG yang tengah dibahas di DPR merupakan adopsi dari sistem barat seperti 
Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women 
(Cedaw), Beijing Platform for Action (BPFA), dan Millenium Development Goals 
(MDGs). Oleh sebab itu, kata Nurul, isi RUU KKG ini lebih banyak menyerang 
ajaran Islam. Hal itu ditunjukkan dalam pasal 3 huruf f, pasal 8 huruf b, pasal 
9 ayat 1, pasal 20, dan lainnya.

"Misalnya salah satu pasal akan menyamakan peran laki-laki dan perempuan dalam 
semua bidang," katanya pada Republika.

Lebih lanjut, Nurul mengatakan hal tersebut sangat bertentangan dengan ajaran 
Islam. Pasalnya secara kodrat dan fisik, laki-laki dan perempuan memiliki 
perbedaan. Hal tersebut sangat jelas berdasarkan ciri fisik dan kekuatan 
mereka. Jadi penyamaan peran dalam segala urusan adalah hal yang bertentangan 
dengan ajaran Islam. Selain itu, tambah mahasiswi Unair tersebut, ada pasal 
yang menyatakan bahwa hak laki-laki dan perempuan sama. Bahkan dalam hal 
reproduksi.

Dari kajian Forum Aktivis Kampus untuk Peradaban, angka perceraian meningkat 60 
persen sejak merebak ide RUU KKG tersebut. Bahkan, di Eropa telah terjadi 
depresi perempuan yang meningkat 2 kali lipat sejak 40 tahun terakhir. 
Sebabnya, karena kesetaraan gender ini menciptakan beban luar biasa yang 
menyebabkan kesulitan menyeimbangkan peran domestik keluarga, dan karir bagi 
perempuan.
      Reporter : Agus Raharjo 
      Redaktur : Hafidz Muftisany 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke