http://www.suarapembaruan.com/home/banggar-terima-uang-4-kardus-dari-proyek-simulator-2010/36210


Banggar Terima Uang 4 Kardus dari Proyek Simulator 2010
Selasa, 28 Mei 2013 | 17:04
 Ilustrasi stop korupsi [antara] 


Berita Terkait

  a.. Teddy: Uang 4 Kardus dari Kantong Djoko Susilo 
  b.. Sidang Lanjutan Simulator Hadirkan Wakakorlantas 
  c.. Kubu Djoko Susilo Bantah Terlibat Kredit PT CMMA 
  d.. Djoko Susilo Bantah Berikan Rekomendasi PT CMMA 
  e.. Djoko Susilo Rekomendasi PT CMMA Dapat Kredit BNI 
[JAKARTA] Badan Anggaran (Banggar) DPR RI disebut menerima jatah uang sebanyak 
empat kardus dari proyek pengadaan driving simulator tahun 2010 di Korlantas 
Mabes Polri. Hal itu dikatakan saksi AKBP Teddy Rusmawan saat bersaksi dalam 
sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (28/5).

Ketika bersaksi untuk terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo, Teddy selaku Ketua 
Panita Pengadaan proyek simulator tahun 2011 mengaku diperintahkan oleh 
Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo untuk menyerahkan uang sebanyak empat kardus 
kepada koordinator Banggar, yaitu Muhammad Nazaruddin.

"Ada 4 kardus untuk kelompok Banggar. Di kumpulkan di Nazaruddin. Katanya, 
koordinatornya Nazaruddin," kata Teddy.

Menurut Teddy, uang sebanyak empat kardus yang tidak diketahui jumlahnya 
tersebut diberikan karena Nazaruddin menagih jatah untuk proyek pengadaan 
simulator tahun 2010.

Selain Nazaruddin, Teddy mengatakan bahwa dalam pertemuan di restoran bernama 
Basara juga dihadiri oleh beberapa anggota dewan lainnya, yaitu Wakil Ketua 
Komisi III fraksi Golkar, Aziz Syamsuddin, anggota komisi III dari fraksi 
Golkar Bambang Soesatyo, anggota komisi III dari fraksi PDI-P Herman Herri, dan 
anggota komisi III dari fraksi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa.

"Tetapi yang hadir bukan Nazaruddin saja. Saat di Basara ada Nazaruddin, 
Bambang Soesatyo, Desmon Mahesa, Herman Herri dan Aziz Syamsuddin," ujar Teddy.

Sebelumnya, diketahui bahwa ada pertemuan di restoran king krab di kawasan 
Bisnis Sudirman tahun 2010 yang dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Nazaruddin, 
Djoko Susilo, Teddy Rusmawan dan Budi Susanto dari PT Citra Mandiri Metalindo 
Abadi (CMMA).

Selain itu, ada juga pertemuan di Hotel Dharmawangsa yang dihadiri oleh Djoko 
Susilo, Teddy, Nazaruddin, Anas, Saan Mustofa, Benny K Harman dan I Gede Pasek 
Suardika.

Sementara itu, diduga ada aliran dana dari proyek simulator ke beberapa anggota 
DPR, yaitu Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Herman Herri, dan Benny K Harman 
sebesar Rp 4 miliar. Uang tersebut diduga diberikan oleh Bendahara Korlantas, 
Kompol Legimo. (N-8)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke