http://www.arrahmah.com/news/2013/10/23/majelis-mujahidin-pemerintah-cabut-izin-acara-syiah-idul-ghadir.html


Majelis Mujahidin minta pemerintah cabut izin acara Syiah Idul Ghadir


A. Z. Muttaqin Rabu, 18 Zulhijjah 1434 H / 23 Oktober 2013 14:3

- 

Ustadz M. Talib

Ustadz M. Thalib

Yokyakarta (Arrahmah.com) Kelompok sesat dan menyesatkan Syiah akan mengadakan 
acara Idul Ghadir di Jakarta Selatan Sabtu (26/102013).

Majelis Mujahidin meminta agar pemerintah mencabut izin acara tersebut, karena 
menodai umat Islam Indonesia yang ahlussunah wal jama’ah.

Berikut ini adalah pernyataan sikap resmi Majelis Mujahidin yang diterima 
redaksi arrahmah.com, siang ini Rabu (23/10/2013).

Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin

Mewaspadai Perayaan Idul Ghadir Syi’ah di Indonesia

Ekspansi ideologi transnasional Syiah, yang dilakukan sejak tahun 80-an, mulai 
menuai hasilnya di Indonesia. Para propagandis Syi’ah berani tampil terbuka, 
tidak lagi bersembunyi di balik taktik taqiyah. Ketika pemerintah sibuk 
memberantas terorisme, propagandis Syiah menyelusup dan menguasai basis 
strategis di pemerintahan, menjadi anggota legislatif, pejabat negara, persis 
seperti yang dilakukan kader-kader komunis, dan berpura-pura anti terorisme.

Pendekatan kekerasan diganti dengan diplomasi, termasuk mengundang tokoh 
masyarakat, para pejabat negara untuk berkunjung ke Iran, dan mendirikan Iran 
Corner di berbagai lembaga perguruan tinggi negeri dan swasta. Mereka menyusup 
ke basis-basis strategis umat melalui berbagai macam lembaga, ormas keagamaan, 
MUI, serta memanfaatkan secara optimal potensi negara basis Iran dengan misi 
deplomasi Kedutaannya di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya dalam 
rangka memenuhi pesan imam besar mereka Khomeini mengekspor Revolusi Syiah ke 
Negara-negara Islam.

Untuk tujuan ekspansi ideologi ini pula, pada tanggal 26 Oktober 2013, akan 
diselenggarakan Idul Ghadir dengan tema: Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu 
Umat, di SMESCO (SME) Convention  Hall Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta 
Selatan. Sudah berulangkali acara seminar Syi’ah di tolak di Makasar, Solo, 
bahkan belum lama ini terjadi konflik komunal di Sampang, Madura dan Jember 
Jawa Timur.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi konflik komunal antar ormas keagamaan, 
Majelis Mujahidin menyampaikan sikap berkenaan rencana penyelenggaraan Idul 
Ghadir sebagai berikut:

Perayaan Idul Ghadir sebagai hari paling agung untuk mendewakan Ali, melebihi 
Idul Fitri dan Idul Adha, tidak dikenal dalam Islam. 
Kegiatan ritual-ritual Syiah yang semarak di Indonesia adalah bentuk ekspansi 
ideologi Transnasional Syiah yang disusupkan dengan bantuan Keduataan besar 
Iran di Indonesia, dengan melakukan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam. 
Segala aktivitas Syiah di Indonesia membawa misi ekspor revolusi Syiah Iran ke 
negara-negara muslim, diawali dengan penyusupan  ajaran-ajaran Syiah 
(intervention), sehingga tatanan Islam menjadi rusak (distruction) yang 
akhirnya mereka bisa menggalang loyalitas Syiah (sabotage) terhadap penguasa, 
pejabat, rakyat dan pemerintah Indonesia. 
Pemerintah Indonesia agar senantiasa mewaspadai ideologi transnasional Syi’ah 
demi menjaga stabilitas keamanan serta menjaga keutuhan bangsa dan negara 
Indonesia dari intervensi asing. 
Pemerintah cq. Kepolisian dan pihak terkait supaya mencabut izin acara perayaan 
Idul Ghadir bertema  “Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat” tersebut karena 
mencederai dan melecehkan Islam dan umatnya serta kewibawaan Negara RI. 

Demikian pernyataan ini dibuat agar mendapatkan perhatian Kepolisian serta 
aparat keamanan terkait.

Yogyakarta, 23 Oktober 2013

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

                                                                    

Irfan S. Awwas                                                           M. 
Shabbarin Syakur

      Ketua                                                                     
        Sekretrais

                                           Menyetujui

                               Amir Majelis Mujahidin

                            Al-Ustadz Muhammad 

- See more at: 
http://www.arrahmah.com/news/2013/10/23/majelis-mujahidin-pemerintah-cabut-izin-acara-syiah-idul-ghadir.html#sthash.NpZqOz7U.dpuf

Majelis Mujahidin minta pemerintah cabut izin acara Syiah Idul Ghadir


A. Z. Muttaqin Rabu, 18 Zulhijjah 1434 H / 23 Oktober 2013 14:35 


Ustadz M. Thalib

YOGYAKARTA (Arrahmah.com) Kelompok sesat dan menyesatkan Syiah akan mengadakan 
acara Idul Ghadir di Jakarta Selatan Sabtu (26/102013).

Majelis Mujahidin meminta agar pemerintah mencabut izin acara tersebut, karena 
menodai umat Islam Indonesia yang ahlussunah wal jama’ah.

Berikut ini adalah pernyataan sikap resmi Majelis Mujahidin yang diterima 
redaksi arrahmah.com, siang ini Rabu (23/10/2013).

Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin

Mewaspadai Perayaan Idul Ghadir Syi’ah di Indonesia

Ekspansi ideologi transnasional Syiah, yang dilakukan sejak tahun 80-an, mulai 
menuai hasilnya di Indonesia. Para propagandis Syi’ah berani tampil terbuka, 
tidak lagi bersembunyi di balik taktik taqiyah. Ketika pemerintah sibuk 
memberantas terorisme, propagandis Syiah menyelusup dan menguasai basis 
strategis di pemerintahan, menjadi anggota legislatif, pejabat negara, persis 
seperti yang dilakukan kader-kader komunis, dan berpura-pura anti terorisme.

Pendekatan kekerasan diganti dengan diplomasi, termasuk mengundang tokoh 
masyarakat, para pejabat negara untuk berkunjung ke Iran, dan mendirikan Iran 
Corner di berbagai lembaga perguruan tinggi negeri dan swasta. Mereka menyusup 
ke basis-basis strategis umat melalui berbagai macam lembaga, ormas keagamaan, 
MUI, serta memanfaatkan secara optimal potensi negara basis Iran dengan misi 
deplomasi Kedutaannya di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya dalam 
rangka memenuhi pesan imam besar mereka Khomeini mengekspor Revolusi Syiah ke 
Negara-negara Islam.

Untuk tujuan ekspansi ideologi ini pula, pada tanggal 26 Oktober 2013, akan 
diselenggarakan Idul Ghadir dengan tema: Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu 
Umat, di SMESCO (SME) Convention  Hall Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta 
Selatan. Sudah berulangkali acara seminar Syi’ah di tolak di Makasar, Solo, 
bahkan belum lama ini terjadi konflik komunal di Sampang, Madura dan Jember 
Jawa Timur.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi konflik komunal antar ormas keagamaan, 
Majelis Mujahidin menyampaikan sikap berkenaan rencana penyelenggaraan Idul 
Ghadir sebagai berikut:

Perayaan Idul Ghadir sebagai hari paling agung untuk mendewakan Ali, melebihi 
Idul Fitri dan Idul Adha, tidak dikenal dalam Islam. 
Kegiatan ritual-ritual Syiah yang semarak di Indonesia adalah bentuk ekspansi 
ideologi Transnasional Syiah yang disusupkan dengan bantuan Keduataan besar 
Iran di Indonesia, dengan melakukan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam. 
Segala aktivitas Syiah di Indonesia membawa misi ekspor revolusi Syiah Iran ke 
negara-negara muslim, diawali dengan penyusupan  ajaran-ajaran Syiah 
(intervention), sehingga tatanan Islam menjadi rusak (distruction) yang 
akhirnya mereka bisa menggalang loyalitas Syiah (sabotage) terhadap penguasa, 
pejabat, rakyat dan pemerintah Indonesia. 
Pemerintah Indonesia agar senantiasa mewaspadai ideologi transnasional Syi’ah 
demi menjaga stabilitas keamanan serta menjaga keutuhan bangsa dan negara 
Indonesia dari intervensi asing. 
Pemerintah cq. Kepolisian dan pihak terkait supaya mencabut izin acara perayaan 
Idul Ghadir bertema  “Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat” tersebut karena 
mencederai dan melecehkan Islam dan umatnya serta kewibawaan Negara RI. 

Demikian pernyataan ini dibuat agar mendapatkan perhatian Kepolisian serta 
aparat keamanan terkait.

Yogyakarta, 23 Oktober 2013

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

                                                                    

Irfan S. Awwas                                                           M. 
Shabbarin Syakur

      Ketua                                                                     
        Sekretrais

                                           Menyetujui

                               Amir Majelis Mujahidin

                            Al-Ustadz Muhammad Thalib

(azmuttaqin/arrahmah.com)

- See more at: 
http://www.arrahmah.com/news/2013/10/23/majelis-mujahidin-pemerintah-cabut-izin-acara-syiah-idul-ghadir.html#sthash.NpZqOz7U.dpuf

Majelis Mujahidin minta pemerintah cabut izin acara Syiah Idul Ghadir


A. Z. Muttaqin Rabu, 18 Zulhijjah 1434 H / 23 Oktober 2013 14:35 


Ustadz M. Thalib

YOGYAKARTA (Arrahmah.com) Kelompok sesat dan menyesatkan Syiah akan mengadakan 
acara Idul Ghadir di Jakarta Selatan Sabtu (26/102013).

Majelis Mujahidin meminta agar pemerintah mencabut izin acara tersebut, karena 
menodai umat Islam Indonesia yang ahlussunah wal jama’ah.

Berikut ini adalah pernyataan sikap resmi Majelis Mujahidin yang diterima 
redaksi arrahmah.com, siang ini Rabu (23/10/2013).

Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin

Mewaspadai Perayaan Idul Ghadir Syi’ah di Indonesia

Ekspansi ideologi transnasional Syiah, yang dilakukan sejak tahun 80-an, mulai 
menuai hasilnya di Indonesia. Para propagandis Syi’ah berani tampil terbuka, 
tidak lagi bersembunyi di balik taktik taqiyah. Ketika pemerintah sibuk 
memberantas terorisme, propagandis Syiah menyelusup dan menguasai basis 
strategis di pemerintahan, menjadi anggota legislatif, pejabat negara, persis 
seperti yang dilakukan kader-kader komunis, dan berpura-pura anti terorisme.

Pendekatan kekerasan diganti dengan diplomasi, termasuk mengundang tokoh 
masyarakat, para pejabat negara untuk berkunjung ke Iran, dan mendirikan Iran 
Corner di berbagai lembaga perguruan tinggi negeri dan swasta. Mereka menyusup 
ke basis-basis strategis umat melalui berbagai macam lembaga, ormas keagamaan, 
MUI, serta memanfaatkan secara optimal potensi negara basis Iran dengan misi 
deplomasi Kedutaannya di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya dalam 
rangka memenuhi pesan imam besar mereka Khomeini mengekspor Revolusi Syiah ke 
Negara-negara Islam.

Untuk tujuan ekspansi ideologi ini pula, pada tanggal 26 Oktober 2013, akan 
diselenggarakan Idul Ghadir dengan tema: Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu 
Umat, di SMESCO (SME) Convention  Hall Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta 
Selatan. Sudah berulangkali acara seminar Syi’ah di tolak di Makasar, Solo, 
bahkan belum lama ini terjadi konflik komunal di Sampang, Madura dan Jember 
Jawa Timur.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi konflik komunal antar ormas keagamaan, 
Majelis Mujahidin menyampaikan sikap berkenaan rencana penyelenggaraan Idul 
Ghadir sebagai berikut:

Perayaan Idul Ghadir sebagai hari paling agung untuk mendewakan Ali, melebihi 
Idul Fitri dan Idul Adha, tidak dikenal dalam Islam. 
Kegiatan ritual-ritual Syiah yang semarak di Indonesia adalah bentuk ekspansi 
ideologi Transnasional Syiah yang disusupkan dengan bantuan Keduataan besar 
Iran di Indonesia, dengan melakukan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam. 
Segala aktivitas Syiah di Indonesia membawa misi ekspor revolusi Syiah Iran ke 
negara-negara muslim, diawali dengan penyusupan  ajaran-ajaran Syiah 
(intervention), sehingga tatanan Islam menjadi rusak (distruction) yang 
akhirnya mereka bisa menggalang loyalitas Syiah (sabotage) terhadap penguasa, 
pejabat, rakyat dan pemerintah Indonesia. 
Pemerintah Indonesia agar senantiasa mewaspadai ideologi transnasional Syi’ah 
demi menjaga stabilitas keamanan serta menjaga keutuhan bangsa dan negara 
Indonesia dari intervensi asing. 
Pemerintah cq. Kepolisian dan pihak terkait supaya mencabut izin acara perayaan 
Idul Ghadir bertema  “Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat” tersebut karena 
mencederai dan melecehkan Islam dan umatnya serta kewibawaan Negara RI. 

Demikian pernyataan ini dibuat agar mendapatkan perhatian Kepolisian serta 
aparat keamanan terkait.

Yogyakarta, 23 Oktober 2013

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

                                                                    

Irfan S. Awwas                                                           M. 
Shabbarin Syakur

      Ketua                                                                     
        Sekretrais

                                           Menyetujui

                               Amir Majelis Mujahidin

                            Al-Ustadz Muhammad Thalib

(azmuttaqin/arrahmah.com)

- See more at: 
http://www.arrahmah.com/news/2013/10/23/majelis-mujahidin-pemerintah-cabut-izin-acara-syiah-idul-ghadir.html#sthash.NpZqOz7U.dpuf

YOGYAKARTA (Arrahmah.com) Kelompok sesat dan menyesatkan Syiah akan mengadakan 
acara Idul Ghadir di Jakarta Selatan Sabtu (26/102013).

Majelis Mujahidin meminta agar pemerintah mencabut izin acara tersebut, karena 
menodai umat Islam Indonesia yang ahlussunah wal jama’ah.

Berikut ini adalah pernyataan sikap resmi Majelis Mujahidin yang diterima 
redaksi arrahmah.com, siang ini Rabu (23/10/2013).

Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin

Mewaspadai Perayaan Idul Ghadir Syi’ah di Indonesia

Ekspansi ideologi transnasional Syiah, yang dilakukan sejak tahun 80-an, mulai 
menuai hasilnya di Indonesia. Para propagandis Syi’ah berani tampil terbuka, 
tidak lagi bersembunyi di balik taktik taqiyah. Ketika pemerintah sibuk 
memberantas terorisme, propagandis Syiah menyelusup dan menguasai basis 
strategis di pemerintahan, menjadi anggota legislatif, pejabat negara, persis 
seperti yang dilakukan kader-kader komunis, dan berpura-pura anti terorisme.

Pendekatan kekerasan diganti dengan diplomasi, termasuk mengundang tokoh 
masyarakat, para pejabat negara untuk berkunjung ke Iran, dan mendirikan Iran 
Corner di berbagai lembaga perguruan tinggi negeri dan swasta. Mereka menyusup 
ke basis-basis strategis umat melalui berbagai macam lembaga, ormas keagamaan, 
MUI, serta memanfaatkan secara optimal potensi negara basis Iran dengan misi 
deplomasi Kedutaannya di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya dalam 
rangka memenuhi pesan imam besar mereka Khomeini mengekspor Revolusi Syiah ke 
Negara-negara Islam.

Untuk tujuan ekspansi ideologi ini pula, pada tanggal 26 Oktober 2013, akan 
diselenggarakan Idul Ghadir dengan tema: Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu 
Umat, di SMESCO (SME) Convention  Hall Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta 
Selatan. Sudah berulangkali acara seminar Syi’ah di tolak di Makasar, Solo, 
bahkan belum lama ini terjadi konflik komunal di Sampang, Madura dan Jember 
Jawa Timur.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi konflik komunal antar ormas keagamaan, 
Majelis Mujahidin menyampaikan sikap berkenaan rencana penyelenggaraan Idul 
Ghadir sebagai berikut:

Perayaan Idul Ghadir sebagai hari paling agung untuk mendewakan Ali, melebihi 
Idul Fitri dan Idul Adha, tidak dikenal dalam Islam. 
Kegiatan ritual-ritual Syiah yang semarak di Indonesia adalah bentuk ekspansi 
ideologi Transnasional Syiah yang disusupkan dengan bantuan Keduataan besar 
Iran di Indonesia, dengan melakukan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam. 
Segala aktivitas Syiah di Indonesia membawa misi ekspor revolusi Syiah Iran ke 
negara-negara muslim, diawali dengan penyusupan  ajaran-ajaran Syiah 
(intervention), sehingga tatanan Islam menjadi rusak (distruction) yang 
akhirnya mereka bisa menggalang loyalitas Syiah (sabotage) terhadap penguasa, 
pejabat, rakyat dan pemerintah Indonesia. 
Pemerintah Indonesia agar senantiasa mewaspadai ideologi transnasional Syi’ah 
demi menjaga stabilitas keamanan serta menjaga keutuhan bangsa dan negara 
Indonesia dari intervensi asing. 
Pemerintah cq. Kepolisian dan pihak terkait supaya mencabut izin acara perayaan 
Idul Ghadir bertema  “Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat” tersebut karena 
mencederai dan melecehkan Islam dan umatnya serta kewibawaan Negara RI. 

Demikian pernyataan ini dibuat agar mendapatkan perhatian Kepolisian serta 
aparat keamanan terkait.

Yogyakarta, 23 Oktober 2013

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

                                                                    

Irfan S. Awwas                                                           M. 
Shabbarin Syakur

      Ketua                                                                     
        Sekretrais

                                           Menyetujui

                               Amir Majelis Mujahidin

                            Al-Ustadz Muhammad Thalib

- See more at: 
http://www.arrahmah.com/news/2013/10/23/majelis-mujahidin-pemerintah-cabut-izin-acara-syiah-idul-ghadir.html#sthash.NpZqOz7U.dpuf

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke