http://majalahselangkah.com/content/pesan-natal-bersama-pgi-dan-kwi-tahun-2013
Pers Release
Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2013
Penulis : Admin MS | Selasa, 24 Desember 2013 18:39
Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2013
PESAN NATAL BERSAMA
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TAHUN 2013
Datanglah, ya Raja Damai
(Bdk. Yes. 9:5)
Saudara-saudari terkasih,
segenap umat Kristiani Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
1. Kita kembali merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus Sang
Juruselamat dunia. Perayaan kedatangan-Nya selalu menghadirkan kehangatan dan
pengharapan Natal bagi segenap umat manusia, khususnya bagi umat Kristiani di
Indonesia. Dalam peringatan ini kita menghayati kembali peristiwa kelahiran
Yesus Kristus yang diwartakan oleh para Malaikat dengan gegap gempita kepada
para gembala di padang Efrata, komunitas sederhana dan terpinggirkan pada
jamannya (bdk. Luk. 2:8-12). Selayaknya, penyampaian kabar gembira itu tetap
menggema dalam kehidupan kita sampai saat ini, dalam keadaan apapun dan dalam
situasi bagaimanapun.
Tema Natal bersama PGI dan KWI kali ini diilhami suatu ayat dalam Kitab
Nabi Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putera telah
diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya
disebutkan orang; Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja
Damai. Kekuatan pesan sang nabi tentang kedatangan Mesias dibuktikan dari empat
gelar yang dijabarkan dalam nubuat tersebut, yaitu: 1). Mesias disebut
Penasihat ajaib, karena Dia sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati yang
membawakan hikmat sempurna dan karenanya, menyingkapkan rencana keselamatan
yang sempurna. 2). Dia digelari Allah yang perkasa, karena dalam DiriNya
seluruh kepenuhan ke-Allah-an akan berdiam secara jasmaniah (bdk. Kol. 2:9,
bdk. Yoh. 1:1.14). 3). Disebut Bapa yang kekal karena Mesias datang bukan hanya
memperkenalkan Bapa Sorgawi, tetapi Ia sendiri akan bertindak terhadap umat-Nya
secara kekal bagaikan seorang Bapa yang penuh dengan belas kasihan, melindungi
dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya (Bdk. Mzm. 103:3). 4). Raja Damai, karena
pemerintahan-Nya akan membawa damai bagi umat manusia melalui pembebasan dari
dosa dan kematian (bdk. Rm. 5:1; 8:2).
2. Seiring dengan semangat dan tema Natal tahun ini, kita menyadari bahwa
Natal kali ini tetap masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan untuk
beberapa situasi dan kondisi bangsa kita. Kita bersyukur bahwa Konstitusi
Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, dalam praktek kehidupan berbangsa
dan bernegara, kita masih merasakan adanya tindakan-tindakan intoleran yang
mengancam kerukunan, dengan dihembuskannya isu mayoritas dan minoritas di
tengah-tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan.
Tindakan intoleran ini secara sistematis hadir dalam berbagai bentuknya. Selain
itu, di depan mata kita juga tampak perusakan alam melalui cara-cara hidup
keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan seperti kurang peduli
terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi
besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan. Hal
yang juga masih terus mencemaskan kita adalah kejahatan korupsi yang semakin
menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tak pandang
bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang
sangat besar masih terus terjadi. Hal lain yang juga memprihatinkan adalah
lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan bahwa
integritas moral para pemimpin bangsa ini kian hari kian merosot. Disiplin,
kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh
kepentingan politik kekuasaan. Namun demikian, kita bersyukur karena Tuhan
masih menghadirkan beberapa figur pemimpin yang patut dijadikan teladan.
Kenyataan ini memberi secercah kesegaran di tengah dahaga dan kecewa rakyat
atas realitas kepemimpinan yang ada di depan mata.
3. Karena itu, Gema tema Natal 2013 Datanglah, Ya raja Damai menjadi
sangat relevan. Nubuat Nabi Yesaya sungguh memiliki kekuatan dalam ungkapannya.
Seruan ini mengungkapkan sebuah doa permohonan dan sekaligus harapan akan
datangnya sang pembawa damai dan penegak keadilan (bdk. Penasihat Ajaib).
Doa ini dikumandangkan berangkat dari kesadaran bahwa dalam situasi
apapun, pada akhirnya Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Dialah yang memiliki
otoritas atas dunia ciptaan-Nya. Dengan demikian, semangat Natal adalah
semangat merefleksikan kembali arti Kristus yang sudah lahir bagi kita, yang
telah menyatakan karya keadilan dan perdamaian dunia, dan karenanya pada saat
yang sama, umat berkomitmen untuk mewujudkan kembali karya itu, yaitu karya
perdamaian di tengah konteks kita. Tema ini sekaligus mengacu pada pengharapan
akan kehidupan kekal melalui kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim yang
Adil. Semangat tema ini sejalan dengan tekad Gereja-gereja sedunia yang ingin
menegakkan keadilan, sebab kedamaian sejati tidak akan menjadi nyata tanpa
penegakan keadilan.
Karena itu, dalam pesan Natal bersama kami tahun ini, kami hendak
menggarisbawahi semangat kedatangan Kristus tersebut dengan sekali lagi
mendorong Gereja-gereja dan seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk tidak
jemu-jemu menjadi agen-agen pembawa damai dimana pun berada dan berkarya. Hal
itu dapat kita wujudkan antara lain dengan:
a.. Terus mendukung upaya-upaya penegakkan keadilan, baik di lingkungan
kita maupun dalam lingkup yang lebih luas. Hendaklah kita menjadi
pribadi-pribadi yang adil dan bertanggung jawab, baik dalam lingkungan
keluarga, pekerjaan, gereja, masyarakat dan dimana pun Allah mempercayakan diri
kita berkarya. Penegakkan keadilan, niscaya diikuti oleh sikap hidup yang
berintegritas, disiplin, jujur dan cinta damai.
b.. Terus memberi perhatian serius terhadap upaya-upaya pemeliharaan,
pelestarian dan pemulihan lingkungan. Mulailah dari sikap diri yang peduli
terhadap kebersihan dan keindahan alam di sekitar kita, penghematan pemakaian
sumber daya yang tidak terbarukan, serta bersikap kritis terhadap berbagai
bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan semangat pelestarian lingkungan.
Dengan demikian kita juga berperan dalam memberikan keadilan dan perdamaian
terhadap lingkungan serta generasi penerus kita.
c.. Semangat cinta damai dan hidup rukun menjadi dasar yang kokoh dan
modal yang sangat penting untuk menghadapi agenda besar bangsa kita, yaitu
Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden-Wakil Presiden tahun 2014 yang akan
datang.
Saudara-saudara terkasih,
Marilah kita menyambut kedatangan-Nya sambil terus mendaraskan doa Santo
Fransiskus dari Asisi ini:
Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih
Bila terjadi penghinaan jadikanlah aku pembawa pengampunan
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
Sebab dengan memberi aku menerima
Dengan mengampuni aku diampuni
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya.
Amin.
SELAMAT NATAL 2013 DAN TAHUN BARU 2014
Jakarta, 18 November 2013
Atas nama
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI), KONFERENSI WALIGEREJA
INDONESIA (KWI),
Pdt. Dr. A.A. Yewangoe Mgr. I. Suharyo
Ketua Umum Ketua
Pdt. Gomar Gultom Mgr. J.M.
Pujasumarta
Sekretaris Umum
Sekretaris Jendral