Kebocoran Anggaran Rp 1000 Triliun, Prabowo Menuding SBY Dan Hatta Rajasa Yang 
Menikmatinya


Note : Kata prabowo sebelum ini ribuan triliun uang negara bocor, tapi kenapa 
dia berpasangan dgn hatta rajasa yg sebelum ini menko perekonomian? Kalau benar 
ribuan triliun uang negara bocor, seperti kata prabowo, hatta rajasa juga harus 
tanggungjawab, tapi malah dijadikan cawapresnya

Prabowo juga mengatakan ekonomi era SBY baik, tapi juga bilang bocor sampe 
triliunan, prabowo tegas dlm mencla-mencle

Tapi kalo Prabowo punya data yg akurat terkait SBY dan Hatta Rajasa yang 
menikmati kebocoran anggaran sampai mencaai Rp 1000 Triliun, saya dukung penuh 
Prabowo untuk membongkarnya

Presiden Pertanyakan Kebocoran Rp 1.000 Triliun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertanyakan pernyataan calon 
presiden (capres) Prabowo Subianto yang mengatakan kebocoran anggaran negara 
setiap tahun mencapai Rp 1.000 triliun.

Sejumlah pihak terkaget-kaget mendengar pemaparan Prabowo tersebut dan menuduh 
Presiden SBY dan jajaran kabinetnya selama ini, termasuk calon wakil presiden 
(cawapres) Hatta Rajasa, yang menikmati uang haram tersebut.

Istana pun kaget dengan pernyataan Prabowo Subianto.

Presiden SBY lewat Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Chairul Tanjung 
(CT) menilai pernyataan calon presiden Prabowo Subianto terkait dengan 
kebocoran anggaran hingga sekitar Rp7.200 triliun dinilai berlebihan.

"Mungkin saya katakan agak terlalu berlebihan," katanya kepada wartawan setelah 
mengantar keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bandara 
Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (17/6).

Sebagaimana diketahui, calon Presiden Prabowo Subianto berjanji akan menutup 
kebocoran uang negara yang kemudian digunakan kepentingan masyarakat banyak.

Dalam debat capres bertema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial di 
Jakarta (15/6), Prabowo mengutip berdasarkan data dari Ketua Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad bahwa kebocoran uang negara mencapai 
Rp7.200 triliun.

Menko Perekonomian mengingatkan bahwa APBN saja tidak mencapai angka tersebut 
sehingga kemungkinan yang dibicarakan adalah potensi kebocoran.

Chairul Tanjung juga mengingatkan bahwa pengawasan anggaran negara sudah luar 
biasa sebagaimana dilakukan sejumlah instansi seperti KPK, Kejaksaan Agung, 
BPK, dan BPKB.

Ia juga menyatakan bahwa Presiden Yudhoyono juga menyatakan angka kebocoran 
sebesar itu didapat dari mana.

"Mungkin harus ditanyakan ke Pak Hatta (Hatta Rajasa, calon wakil presiden 
Prabowo yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Perekonomian)," kata Chairul.

Sebelumnya, pakar hukum Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Suhaidi mengatakan, 
pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Hatta Rajasa seharusnya tidak 
hanya bertekad mengurangi kebocoran keuangan negara, tetapi juga harus 
mempertajam pemberantasan korupsi.

"Pemberantasan korupsi itu menjadi salah satu misi yang harus dijalankan secara 
tegas dan dipertajam oleh pasangan Prabowo-Hatta," katanya di Medan (22/5).

Dengan melaksanakan pemberantasan korupsi itu, menurut dia, tidak ada lagi 
terjadi penyelewengan dan penyimpangan keuangan negara yang selama ini membuat 
terbengkalainya pembangunan di Indonesia.

Sementara itu, juru bicara KPK Johan Budi menegaskan bahwa pihaknya tidak 
pernah menyebut angka kebocoran sebesar itu, melainkan angka dimaksud adalah 
potensi kebocoran anggaran

LINK : 
http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-pertanyakan-prabowo-soal-kebocoran-rp-1000-triliun/57626

Baca juga :
Kebocoran Anggaran Rp 1000 Triliun, Prabowo Menuding SBY Dan Hatta Rajasa Yang 
Menikmatinya ==> 
http://www.suarapembaruan.com/home/prabowo-menuding-sby-dan-hatta-rajasa-yang-menikmatinya/57583


KPK Klarifikasi Pernyataan Prabowo Subianto Soal Kebocoran Uang Negara Rp 7.200 
T

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto angkat bicara 
mengenai pernyataan Prabowo Subianto soal kebocoran negara. Prabowo sempat 
menyatakan adanya kebocoran keuangan negara senilai Rp 7.200 triliun dengan 
dalih mengutip pernyataan Ketua KPK Abraham Samad tahun 2013.

Menurut Bambang, apa yang diucapkan Ketua KPK tersebut merupakan potensi 
penerimaan negara atau potential revenue. "Saya terus terang agak kaget tentang 
itu. Saya coba cek kepada ketua (KPK) ternyata itu dari satu pertemuan di 
PDI-P. Ternyata yang dimaksud pak Ketua (KPK) adalah potential revenue," kata 
Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Bambang mengatakan negara dapat melipatgandakan penerimaan negara dari potensi 
yang terlihat. Sehingga hal itu bukan terkait kebocoran. "Kalau kebocoran itu 
dananya sudah ada lalu bocor," imbuhnya.

Potential revenue, kata Bambang, bisa didapat dari pajak batu bara dengan 
menghitung data impor dan ekspor yang dikeluarkan pemerintah. Selain itu juga 
bisa dilihat dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau Nomor Pokok Wajib 
Pajak (NPWP). "Dugaan saya dari itu," katanya.

Bambang menyanggah bila KPK tidak melakukan penyelamatan di bidang potensi 
penerimaan negara itu. Ia menyebut dalam 10 tahun terakhir pihaknya. 
menyelamatkan uang negara senilai Rp 260 triliun baik dari pencegahan maupun 
pidana.

Bambang mencontohkan pihaknya bersama lima departemen menyelamatkan potensi 
penerimaan dari sektor batubara di 33 provinsi. Temuan KPK dari 11 ribu 
perusahaan hanya sekitar 50-60 persen yang memiliki Izin Usaha Pertambangan 
(IUP).

"KPK masuk disitu. Itu sektor revenue. Kalau ada pendapat penegak hukum belum 
masuk ke sektor revenue, itu agak salah," ujar Bambang. Sebelumnya, Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan calon presiden Prabowo 
Subianto menyoal adanya kebocoran anggaran keuangan negara mencapai Rp 7.200 
triliun.

Bantahan KPK ini menanggapi pernyataan Prabowo saat debat antarcapres di Hotel 
Gran Melia, Jakarta Selatan, Minggu (16/6/2014) malam. Apalagi saat itu Prabowo 
mengutip pernyataan Ketua KPK Abraham Samad.

"Memang Pak Ketua pernah menyampaikan mengenai itu. Tapi yang disampaikan itu 
potensinya. KPK sendiri belum memiliki kajian empiris yang menyebut kebocoran 
anggaran sampai Rp 7.200 triliun," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi, Senin 
(16/6/2014).

Dalam debat antarcapres di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Minggu 
(15/6/2014) Prabowo dengan lantang menyebut ada kebocoran anggaran negara 
hingga Rp 1.100 triliun per tahun. mengungkap kebocoran anggaran negara versi 
KPK mencapai Rp 7.200 triliun. Dia mengklaim mengutip data yang disampaikan 
Ketua KPK Abraham Samad.

"Menurut data Ketua KPK Abraham Samad per 7 September 2013 ada kebocoran 
anggaran negara sebesar Rp 7.000 triliun, tepatnya 7.200 triliun," ujar Prabowo.

LINK : 
http://m.tribunnews.com/nasional/2014/06/17/kpk-klarifikasi-pernyataan-prabowo-subianto-soal-kebocoran-uang-negara-rp-7200-t
  

Faisal Basri: Kalau Rp 7.200 Triliun Bukan Bocor, Itu Tsunami…

JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, 
menyayangkan soal data kebocoran anggaran yang dikutip calon presiden nomor 
urut satu, Prabowo Subianto, dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Kalau Rp 7.200 triliun bukan kebocoran. Itu bendungan bobol atau tsunami yang 
membuat banjir publik Indonesia,” kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas 
Indonesia itu saat ditemui di Jakarta, Senin (16/6/2014).
Dia mengatakan, APBN Indonesia saja hanya Rp 1.800 triliun, sementara produk 
domestik bruto tak lebih dari Rp 10.000 triliun. “Jadi kalaupun bocor kan pasti 
kelihatan ke mana. Maka banjirlah negara ini karena yang bocor 70 persen dari 
kuenya,” katanya lagi.
Faisal lalu membandingkan Prabowo Subianto dengan Professor Soemitro 
Djojohadikoesoemo, ayah Prabowo. “Jadi tolonglah kalau bicara agak terkendali. 
Kalau ayahnya Pak Prabowo, Prof Soemitro, dulu bilang kebocorannya 30 persen, 
make sense,” katanya.
“Jadi jangan berbohonglah. Namun, yang berbohong kan Abraham Samad ya. Ya 
Abraham Samad jangan ngomong seperti itulah. Berantas saja korupsi. Ini kan 
bukan domain dia,” ujarnya.
Faisal pun menyarankan, jika lain waktu Prabowo ingin mengutip data atau 
angka-angka yang berkaitan dengan perekonomian negara, maka sumbernya harus 
jelas, dan jelas pula argumentasinya. “Jangan bluffing begitu,” ucapnya.
Sebelumnya, dalam putaran kedua debat capres-cawapres yang bertemakan 
“Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat”, Prabowo Subianto mengutip 
Abraham Samad yang menyebut kebocoran negara hingga Rp 7.200 triliun, meskipun 
setelahnya dia bilang akan menutup kebocoran yang sebesar Rp 1.000-an triliun.
Pernyataan Prabowo ini juga disayangkan oleh pakar ekonomi Universitas Gadjah 
Mada, Tony Prasetyantono. Tony, kepada Kompas.com, mengatakan bahwa angka yang 
disebut Prabowo “menggelikan”
LINK : 
http://faisalbasri01.wordpress.com/2014/06/16/faisal-basri-kalau-rp-7-200-triliun-bukan-bocor-itu-tsunami/

Kirim email ke